33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Tuntut Hakim Cabut SK dan Tes Ulang

Soal Pengangkatan Perangkat Desa

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Warga Demak Bersatu (AWDB) lakukan aksi damai di depan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Kamis (17/5) kemarin. Aksi tersebut untuk mendukung para calon perangkat desa di wilayah Demak yang gagal masuk seleksi karena dalam perekrutannya diduga ada kecurangan.

Selain itu, mereka juga mengawal gugatan melawan Bupati Demak dan Ketua Panitia Seleksi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI). Gugatan dilayangkan Ashadi Suwardi, terkait proses seleksi perangkat desa tersebut.

Dalam aksi tersebut, sejumlah kertas dibentangkan. Di antaranya berisi tuntutan, Demak Darurat Korupsi, PTUN Dengarkan Suara Rakyat, Hakim Ingat Sumpah Jabatan dan Peserta Pilperades Minta Keadilan.

“Kami meminta hakim bisa objektif dan memberikan putusan seadil-adilnya. Kami juga meminta hakim memutuskan mencabut Surat Keputusan (SK) dan mengadakan tes ulang seleksi perangkat desa di Kabupaten Demak dengan transparan dan akuntabel,” kata orator aksi, Muhdor dan Nizar.

Penggugat Ashadi Suwardi menyatakan menuntut majelis hakim melakukan pembatalan surat panitia pengangkatan perangkat desa dan mencabut SK tersebut. Selain itu, menyatakan batal atau tidak sah terkait surat pengumuman kelulusan dari Fisip UI. Kemudian pihaknya meminta majelis hakim mewajibkan Bupati Demak mengadakan tes ulang seleksi perangkat desa di Kabupaten Demak.

Dalam berkas gugatannya, ia mengatakan, Bupati Demak dan Ketua Panitia Seleksi Fisip UI selaku tergugat, telah melanggar Perda nomor 1 tahun 2018 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, bab IV tim pengisian. Selain itu, melanggar Perda nomor 4 tahun 2017 tentang petunjuk pelaksanaan Perda Kabupaten Demak nomor 6 tahun 2015 tentang perangkat desa.

“Fisip UI benar-benar tidak bermutu, karena mengeluarkan surat bodong yang tidak bertanggung jawab. Surat tanpa tanggal, stempel, nama dan tanda tangan,” sebutnya.

Selain itu, lanjut Ashadi, ada kesalahan sangat fatal, karena ada nomor peserta dan nama yang sama dan hasil berbeda. Kemudian tidak mencantumkan nilai praktik dan hasil wawancara. “Seharusnya 3 komponen penilaian ini digabungkan dan dibagi 3. Bahkan, hasil nilai rata-rata tanpa menyantumkan dua unsur penilaian. Ini jelas-jelas tidak sah dan batal demi hukum,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta majelis hakim membatalkan proses pengangkatan perangkat desa Kabupaten Demak, karena dapat menyebabkan pemerintahan tidak kondusif. Selain itu, Bupati harus bertanggung jawab mengkoordinir dan mengondisikan agar tidak terjadi gejolak.

“Bupati jangan membiarkan paguyuban kepala desa bekerjasama dengan oknum anggota dewan untuk melakukan tindakan tes abal-abal di tengah masyarakat. Sebab telah terjadi lelang dan transaksional, yang nilai nominal tertinggi dinyatakan lulus jauh hari sebelum pengumuman disampaikan,” katanya. (jks/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Harus Pahami Manajemen Lalu Lintas U-Turn

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pengguna putaran Lemah Bang (U-turn) diminta memahami manajemen lalu lintas. Hal itu dikatakan oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII...

Tekankan Kualitas dan Pendidikan Moral

Raih pendidikan setinggi mungkin. Itulah yang diajarkan oleh orangtua Arif Royyan. Ajaran itu pula yang kemudian bisa membawanya meraih gelar doktor termuda di UIN...

Laporan Keuangan BKK Susukan Hanya Formalitas

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto menilai kepemimpinan Dirut BKK Susukan yang lama membuat kondisi perusahaan daerah tersebut...

Awung Wuryanto Gantikan Hartanti Pimpin CEO

SEMARANG - Awung Wuryanto resmi mengantikan Ignatia Sulistya Hartanti sebagai pimpinan baru komunitas Chevrolet Estate Optra (CEO) Regional Jawa Tengah. Awung terpilih dalam Musyawarah...

13 Perlintasan KA Tak Berpalang Pintu Berbahaya

KAJEN-Perlintasan kereta api tak berpalang pintu yang ada di Kabupaten Pekalongan, perlu diwaspadai. Pasalnya pada perlintasan tersebut, kerap terjadi kecelakaan karena tidak ada warga...

Gelar Upacara di Tengah Hutan Pinus

MAGELANG--Kodim 0705/Magelang menggelar upacara di beberapa tempat untuk memperingati HUT ke-72 TNI dan HUT ke-67 Kodam IV/Diponegoro, Kamis (5/10). Salah satunya di tengah hutan...