Tingkatkan Kemampuan Vocabulary Siswa dengan Clustering

312
Oleh: Muryani SPd
Oleh: Muryani SPd

RADARSEMARANG.COM – DI Era globalisasi ini, komunikasi dalam Bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Komunikasi secara lisan maupun tulis ditentukan dengan kemampuan seseorang dalam penguasaan kosa kata yang luas. Hal itu akan membantu kelancaran komunikasi. Bahasa Inggris adalah Bahasa Internasional, yang akan sangat diperlukan untuk menjalin kerjasama di era global ini. Sebagai seorang pendidik, menyiapkan peserta didik sejak awal sangatlah dibutuhkan.

Bahasa Inggris berperan penting dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, budaya, dan teknologi. Kemampuan peserta didik dalam berbahasa inggris tergantung pada kosa kata mereka. Richard (2001: 4) menyatakan kosa kata merupakan salah satu komponen yang nyata dalam bahasa dan salah satu hal yang diterapkan dalam ilmu bahasa berbalik dengan perhatian mereka. Jika mereka menguasai banyak kosakata dalam Bahasa Inggris, mereka akan lebih berpotensi dalam pengusaan keterampilan lainnya. Listening, Speaking, Reading dan Writing merupakan keterampilan dalam Bahasa Inggris yang menuntut peserta didik menguasai banyak kosa kata. Jika tidak, peserta didik akan menjadi pasif. Pada kenyataannya masih banyak peserta didik yang kurang dalam penguasaan kosakata.

Kondisi awal yang ada di sekolah, peserta didik merasa kesulitan dalam memaparkan ide yang ada di pikiran mereka. Hal ini ditunjukkan dari rendahnya nilai ulangan yang didapatkan oleh guru Bahasa Inggris. Peserta didik mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan maupun mengerjakan latihan yang disediakan oleh guru. Nilai rata-rata masih dibawah Kriteria Ketuntasan Belajar. Dari jumlah peserta didik 36 anak, baru 10 anak yang mendapatkan nilai Baik. Oleh karena itu guru merasa perlu mengadakan perubahan metode pembelajaran. Bagaimana caranya?

Terdapat beberapa metode pengajaran yang efektif dan mudah dalam mengajarkan peserta didik untuk memperkaya kosakata. Melalui metode sederhana, melakukan modifikasi dan inovasi dalam pengajaran sehingga lebih memudahkan peserta didik dalam menguasai kosa kata dalam Bahasa Inggris. Dengan alokasi waktu yang terbatas, maka peserta didik dibekali pengelompokkan kata untuk dikembangkan menjadi beberapa kata.

Solusi dari permasalahan tersebut adalah metode Clustering. Metode Clustering adalah metode dengan cara melakukan pengembangan dari kata ke kata lain. Dari kata hasil pengembangan, tersebut, dapat dikembangkan lagi ke kata lain yang berkaitan, dan seterusnya.

Dengan metode ini, peserta didik akan mendapat banyak kosa kata yang akan terus berkembang dan sehingga kaya akan kosakata. Sebagai contoh: dari kata flower. Kata flower tersebut bisa dikembangkan menjadi; 1. Name of flower; rose, bougenville, jasmine, etc; 2. Kinds of color; red, yellow etc; 3. Name of taste; sweet, beautiful.

Penerapan metode ini memerlukan kesabaran, baik dari guru maupun peserta didik. Kedua belah pihak bersinergi untuk terus mengadakan peningkatan penguasaan kata-kata baru tiap pertemuan. Sehingga dari beberapa tahap, kemampuan kosa kata peserta didik meningkat. Sebagai dampak dari penerapan ini, peserta didik mampu mengerjakan latihan, mendapatkan nilai baik dalam keterampilan maupun pengetahuan, sehingga dinyatakan Kompeten dalam berbahasa Inggris.

Metode Clustering  ini telah dipraktikkan pada suatu kelas, dan mampu meningkatkan kemampuan kosa kata peserta didik yang sangat signifikan. Dari 36 jumlah peserta didik yang ada, 33 peserta didik mendapatkan nilai diatas Kriteria yang ditetapkan. Namun bukan berarti metode ini sudah berakhir. Pada pertemuan berikutnya dengan materi yang berbeda, peserta didik akan lebih siap, jika menemukan kosa kata baru. Semua komponen tetap dibutuhkan, sehingga ada pula metode-metode yang lain, sehingga menjadi bervariasi dan tidak membosankan. Selamat mencoba. Sukses untuk semua. (tj3/2/bas)

Guru Bahasa Inggris SMK Negeri 11 Semarang