Tarif Parkir Kendal Akan Ditertibkan

116

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Parkir di Kendal mulai banyak menuai keluhan. Selain semrawut, tarifnya juga dinilai terlalu mahal. Sehingga menyengsarakan warga. Salah satu warga Kaliwungu, Suwarno, mengatakan parkir di kawasan alun-alun kendal dan Masjid agung Kaliwungu sangat semrawut.

Banyak bahu jalan digunakan sebagai lahan parkir. Hal itu mengakibatkan jalan menjadi sekitar alun-alun pada sore dan malam menjadi macet. “Para pengunjung pasar parkir di bahu jalan, karena lahan pakir yang disediakan hanya di jalan.  Hal itu diperparah PKL yang berjualan dengna menggelar lapaknya sampai makan bahu jalan. Sehingga jalan semakin sempit dan mengakibatkan macet saat ada mobil dari dua arah berlawanan melintas,” katanya, kemarin.

Selain itu tarif parkir yang dikenakan juga tidak sesuai dengan Perda tarif Parkir. Seharusnya tarif parkir motor Rp 1.000 dan  Rp 2.000 untuk kendaran roda tiga dan empat kemudain Rp 3.000 untuk kendaraan roda enam dan kendaraan berat lainya Rp 5.000. “Tapi dilapangan, para pengendara roda dua dikenakan parkir Rp 2.000 dan mobil Rp 4.000,” jelasnya.

Hal senada dikatakan  Miftah, warga Bandengan, Kendal. Ia mengaku jika tarif parkir di Kendal sebesar Rp 2.000 untuk kendaraan roda dianggap cukup tinggi. “Terutama di sekitaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soewondo parkir motor itu Rp 2.000,” tandasnya.

Ia meminta  pemerintah terutama Dinas Perhubungan yang menangani parkir untuk menindak. Sebab, dengan tarif sekian selain tidak sesuai perda, juga memberatkan masyarakat. “Mohon untuk ditinjau, kasihan warga karena parkir motor sedianya cuma Rp 1.000 jadi Rp 2.000,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kendal, Mirna Annisa meminta kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan penertiban terhadap parkir di Kendal. Hal itu menyusul banyaknya laporan akan tarif parkir yang tidak sesuai dengan Perda yang ada. Selain itu banyak lahan larangan parkir justru jadi tempat parkir.

Diakuinya, banyak tarif parkir yang tidak sesuai Perda Nomor 3 tahun 2017 dan Peraturan Bupati (Perbub) Nomor 15 tahun 2017, tentang Peninjauan Kembali Tarif Retribusi Tempat Khusus Parkir di Kabupaten Kendal Parkir di Kabupaten Kendal.

Mirna siap menertibkan keberadaan parkir-parkir liar ataupun parkir yang tidak sesuai dengan tarif perda tersebut. Selain tarif mahal, masyarakat selama ini juga belum mendapatkan jaminan keamanan dan tanggungjawab dari pengelola parkir. Yakni jika terjadi kendaraan hilang ataupun mengalami kerusakan.

“Saya siap membredel atau menertibkan parkir-parkir liar. Ini bisa dibuktikan, dan awak media nanti mengawal ini. Kami akan surati pengelola parkir-parkir liar tersebut. Akan kami beri peringatan terlebih dahulu. Jika tidak mempan, akan kami tindak secara tegas dengan larangan aturan membuka lahan parkir,” jelasnya.

Selain itu Mirna juga menyoroti tentang tingginya angka kebocoran dari PAD parkir di Kendal.  Makanya, rencana Mirna akan membuat pakir dengan kartu debit, sehingga tidak ada lagi kebocoran.  “Ketika saya mau onlinekan dari tahun lalu itu banyak sekali yang keberatan. Ini buat catatan buat Dishub Kendal,” imbuhnya. (bud/bas)