33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Pasang Sensor Jembatan Rp 500 Juta

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang saat ini sedang memersiapkan pemasangan alat sensor yang berfungsi sebagai alat monitoring terhadap kelendutan jembatan. Hal itu, untuk mengantisipasi terjadinya jembatan ambrol.

“Kami akan memasang sensor di Jembatan Kaligarang sebagai bentuk monitoring terhadap lendutan jembatan. Ini menjadi upaya mengantisipasi musibah jembatan ambrol. Apalagi usia jembatan hampir 20 tahun,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminudin, kemarin.

Dikatakannya, DPU telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan sensor jembatan tersebut. Adapun pengadaan alat sensor ini, satu alatnya dihargai Rp 500 juta. Nantinya ada dua alat sensor yang akan dipasang. “Pengadaan dua alat sensor ini sudah masuk di bagian Unit Pengadaan Lelang (ULP). Agustus mendatang diharapkan sudah dilakukan pemasangan di Jembatan Kaligarang,” katanya.

Mengenai sistem kerja alat sensor tersebut, Iswar menjelaskan bahwa alat ini bisa menangkap getaran dari lendutan jembatan. Kemudian akan mengirim data ke monitor yang dihubungkan dengan sistem yang ada. “Sehingga dari data tersebut, bisa dilakukan pengawasan dan analisa sejauh mana elastisitas elastomer atau karet penyangga jembatan,” katanya.

Dengan demikian, kondisi kesehatan jembatan akan terus terpantau berdasarkan data tersebut. Untuk jumlah jembatan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang saat ini berjumlah 300 jembatan.

“Hanya saja, untuk jembatan yang memiliki konstruksi besar dan memiliki aksesbilitas yang tinggi hanya beberapa saja, seperti Jembatan Kaligawe, Citarum, Lemah Gempal, Tugu Suharto, Tinjomoyo dan Jembatan Kaligarang,” katanya.

Hal yang menjadi persoalan, lanjutnya, jika elastomer atau karet penyangga yang ada di jembatan tersebut telah aus atau tidak elastis lagi. “Karena aus itu maka harus segera diganti. Kalau tidak, nanti jembatan akan labil. Padahal jembatan itu harus stabil. Untuk pergantian elastomer juga ada alat dan tenaga ahli khusus,” terang dia.

Mengapa memilih Jembatan Kaligarang, Iswar menjelaskan bahwa intensitas aktivitas di jembatan tersebut cukup tinggi. Jembatan tersebut juga menjadi akses utama bagi truk bermuatan berat. Selain itu, juga menjadi jalur truk sampah menuju TPA Jatibarang. “Kami juga telah melakukan penelitian di jembatan tersebut dengan melibatkan tim ahli dari Universitas Diponegoro,” katanya. (amu/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ratusan Umat dari Berbagai Kota Doakan Negara Aman

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Ratusan umat Tri Dharma dari berbagai kota di Jateng dan kota lainnya di tanah air, mengikuti ritual perayaan Dewi Kwan Sim Im Po...

Pelaku Diduga Dua Orang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pelaku pembunuhan terhadap driver taksi online Grab Car, Deny Setiawan, warga Margorejo Timur RT 9 RW 5 Kelurahan Kemijen, Semarang Timur,...

Ibuku Pahlawanku, Sandaran Lelahku

Sekolah Bustanul Athfal (BA) Aisyiyah Payaman Secang menggelar peringatan Hari ibu di Balai Desa Payaman, Minggu (17/12). Dengan mengambil tema ‘Ibuku Pahlawanku, Sandaran Lelahku’,...

Warga Barukan Persoalkan Penutupan Irigasi

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Sejumlah warga RW 01 Desa Barukan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang kembali melayangkan protes ke sejumlah pihak terkait penutupan saluran irigasi di...

Praperadilan Eks Kepala BPN Ditolak

SEMARANG- Gugatan praperadilan yang diajukan eks Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Semarang, Yahman melawan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng harus kandas....

Warga Swadaya, Agar Pendaki Sumbing Berkesan

Perkembangan pariwisata di Kabupaten Magelang terus membaik. Kali ini, sebuah dusun di kaki gunung Sumbing, mendeklarasikan sebagai kampung warna pertama di Kabupaten Magelang. DUSUN itu...