33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Paket Wisata Sekkaron Bidik Pasar Internasional

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Untuk membidik wisatawan dari Eropa, empat desa di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang bekerjasama dengan Vino Foundation meluncurkan destinasi wisata Sekkaron.

Destinasi wisata empat desa itu meliputi Sepakung, Kemambang, Kebumen dan desa Tegaron. Paket wisata itu disingkat Sekkaron. Keunggulan Sekkaron adalah pertanian, perkebunan, peternakan, serta seni dan budaya.

Kades Sepakung, Ahmad Nuri mengatakan wisatawan yang datang ke Sekkaron bisa beraktivitas langsung bersama masyarakat, baik menyangkut pertanian, perkebunan, peternakan.“Seperti menanam padi, panen kopi atau memerah susu sapi,” kata Nuri, Kamis (17/5).

Untuk kesenian di Sepakung sendiri saat ini terdapat tarian rodat, reog dan prajuritan. Sedangkan untuk tradisinya terdapat merti dusun dan sedekah bumi sehingga wisatawan bisa ikut dalam prosesi kegiatan tersebut.

Dikatakannya, sasaran destinasi wisata Sekkaron yaitu wisatawan dari Eropa. Sehingga keunggulan yang ada di empat desa bisa saling melengkapi untuk menarik wisatawan mancanegara.

“Kita akan jemput wisatawan ke bandara untuk beraktivitas di sini selama tiga sampai empat hari, kemudian kita antar lagi ke bandara. Kita juga siapkan home stay yang benar-benar nyaman,” tuturnya.

Ahmad juga mengatakan jika saat ini sudah banyak wisatawan eropa yang mengunjungi Sepakung. Ia mencontohkan, mereka para wisatawan tersebut berasal dari Jerman, Ukraina termasuk Amerika.

Pihaknya akan terus mempromosikan destinasi wisata Sekkaron guna menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. “Kita promosikan melalui website, Instagram, Facebook, media cetak dan elektronik, serta face to face antara orang yang datang ke sini,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan Pemkab Semarang terus mendukung keberadaan desa wisata. Di Kabupaten Semarang ada 38 desa wisata, di antaranya Sepakung, Kemambang, Kebumen dan Tegaron. “Harapan kita keberadaan Sekkaron lebih terkenal dan didatangi banyak wisatawan domestik maupun mancanegara sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” kata Ngesti.

Untuk memperlancar akses wisatawan masuk ke Sekkaron, Pemkab Semarang juga telah mengalokasikan anggaran Rp 1,6 miliar untuk pembangunan jalan tersebut. Adanya UU No 6 Tahun 2014 tentang desa bisa mempercepat pengembangan desa wisata yang ada di kabupaten semarang. Alokasi dana desa juga bisa digunakan untuk pengembangan desa wisata.

“Khusus di sektor pariwisata, Pemkab Semarang terus berbenah. Saat ini ada pembangunan beberapa tempat wisata, seperti di Rawapening, Pemandian Muncul, dan penataan kawasan Bandungan,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kartu Tani Berhasil Berantas Mafia Pupuk

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO - Meski masih ada kekurangan, namun penerapan kartu tani berhasil memberantas mafia pupuk bersubsidi. Sejak kartu tani diaplikasikan di Jawa Tengah, tidak...

Dituntut Tekan Angka Kriminalitas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Mantan Kasubdit I Ditreskrimum Polda Jateng, AKBP Fahmi Arifrianto resmi menjabat sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Semarang yang baru. Sebelumnya, jabatan tersebut...

Siksa Bagi Mayat yang Tidak Dikubur

Pertanyaan: Assalamu’alaikum Bapak DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah SWT. Seringkali saya mendengar...

Bianda Khaerana Komala, Mahasiswi Muda Jago Rias Wajah

Di usia yang masih terbilang muda, 19 tahun, Bianda Khaerana Komala, mahasiswi Undip Semarang semester enam ini sudah jago dalam berbisnis make up. Seperti...

Oki Rengga Ceritakan Suka-Duka Kiper di Panggung Stand-up Comedy

Oki Rengga Winata mengasah bakat membanyolnya semasa masih berstatus pemain di PSMS dan Kalteng Putra. Di show tunggal yang akan dijalaninya tahun depan, dia...

Melek Teknologi Informasi, Partisipasi Masyarakat Tinggi

RADARSEMARANG.COM - Dedikasi kepala daerah menjadi ujung tombak, kemajuan wilayah. Sebagaimana yang dilakukan Bupati Pemalang, H Junaedi SH MM memajukan wilayah melalui pengembangan teknologi...