Paket Wisata Sekkaron Bidik Pasar Internasional

112

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Untuk membidik wisatawan dari Eropa, empat desa di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang bekerjasama dengan Vino Foundation meluncurkan destinasi wisata Sekkaron.

Destinasi wisata empat desa itu meliputi Sepakung, Kemambang, Kebumen dan desa Tegaron. Paket wisata itu disingkat Sekkaron. Keunggulan Sekkaron adalah pertanian, perkebunan, peternakan, serta seni dan budaya.

Kades Sepakung, Ahmad Nuri mengatakan wisatawan yang datang ke Sekkaron bisa beraktivitas langsung bersama masyarakat, baik menyangkut pertanian, perkebunan, peternakan.“Seperti menanam padi, panen kopi atau memerah susu sapi,” kata Nuri, Kamis (17/5).

Untuk kesenian di Sepakung sendiri saat ini terdapat tarian rodat, reog dan prajuritan. Sedangkan untuk tradisinya terdapat merti dusun dan sedekah bumi sehingga wisatawan bisa ikut dalam prosesi kegiatan tersebut.

Dikatakannya, sasaran destinasi wisata Sekkaron yaitu wisatawan dari Eropa. Sehingga keunggulan yang ada di empat desa bisa saling melengkapi untuk menarik wisatawan mancanegara.

“Kita akan jemput wisatawan ke bandara untuk beraktivitas di sini selama tiga sampai empat hari, kemudian kita antar lagi ke bandara. Kita juga siapkan home stay yang benar-benar nyaman,” tuturnya.

Ahmad juga mengatakan jika saat ini sudah banyak wisatawan eropa yang mengunjungi Sepakung. Ia mencontohkan, mereka para wisatawan tersebut berasal dari Jerman, Ukraina termasuk Amerika.

Pihaknya akan terus mempromosikan destinasi wisata Sekkaron guna menarik kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. “Kita promosikan melalui website, Instagram, Facebook, media cetak dan elektronik, serta face to face antara orang yang datang ke sini,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan Pemkab Semarang terus mendukung keberadaan desa wisata. Di Kabupaten Semarang ada 38 desa wisata, di antaranya Sepakung, Kemambang, Kebumen dan Tegaron. “Harapan kita keberadaan Sekkaron lebih terkenal dan didatangi banyak wisatawan domestik maupun mancanegara sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” kata Ngesti.

Untuk memperlancar akses wisatawan masuk ke Sekkaron, Pemkab Semarang juga telah mengalokasikan anggaran Rp 1,6 miliar untuk pembangunan jalan tersebut. Adanya UU No 6 Tahun 2014 tentang desa bisa mempercepat pengembangan desa wisata yang ada di kabupaten semarang. Alokasi dana desa juga bisa digunakan untuk pengembangan desa wisata.

“Khusus di sektor pariwisata, Pemkab Semarang terus berbenah. Saat ini ada pembangunan beberapa tempat wisata, seperti di Rawapening, Pemandian Muncul, dan penataan kawasan Bandungan,” katanya. (ewb/bas)