33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Padukan Menu Resto dan Budaya Jawa

RM Bale Raos Salatiga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Berlokasi di Jalan Lingkar Selatan Pulutan, Salatiga, Rumah Makan Bale Raos Salatiga, memadukan konsep resto dengan kebudayaan Jawa. Nuansa pedesaan dengan view gunung Merbabu, menjadikan resto ini jujukan para pecinta kuliner Nusantara.

NUANSA tradisional khas Jawa Tengah, menjadikan resto ini, salah satu yang terfavorit di Salatiga. Tak heran, jika Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Ny Iriana Joko Widodo pernah mampir, untuk menikmati sajian menu tumpang koyor buatan Resto Bale Raos ini.

Tidak sulit mencari RM Bale Raos di kota Salatiga. Jika masuk jalan lingkar Salatiga dari arah Semarang, maka RM Bale Raos akan terlihat jelas di sebelah kiri, setelah kampus IAIN.

Bangunannya yang berbentuk joglo, tampak paling menonjol dibandingkan dengan bangunan lain. Ada ciri khas unik dalam bangunan yang sudah berdiri sejak lima tahun silam. Tepatnya, pada Mei 2013. Di halaman depan rumah makan, terpampang beberapa bangunan kecil berbentuk joglo yang menambah keunikan bangunan rumah makan berlantai dua itu.

Pemilik rumah makan, Drs. H. Sri Mulyono SH, MH menyampaikan, bangunan Bale Raos berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 600 meter per segi. Bangunan rumah makan dapat menampung kurang lebih 500 pengunjung. Tersedia ruang pertemuan (meeting), musala, maupun free hotspot. Selain itu, tempat parkir juga luas dan nyaman.

“Sejak awal, sebenarnya bangunan didirikan untuk sanggar kebudayaan seni. Namun, karena ada persoalan di perizinan, akhirnya kami mengubah menjadi rumah makan. Namun, konsep seni tetap menjadi yang utama,” kata Sri Mulyono saat ditemui di kediamannya, kemarin.

Lokasi tersebut, sekaligus menjadi kantornya yang berpraktik sebagai pengacara. Selama lima tahun, Bale Raos memiliki kekhasan. Yaitu, suasana dan masakan yang bernuansa serba Jawa. Meski, tetap ada menu penunjang, berupa western dan chinese food. “Sekarang banyak rumah makan, tetapi kami tidak merasa tersaingi karena memiliki ciri khas tersendiri.”

Aneka menunya sudah terbukti nikmat. Dikendalikan oleh dua Chen, dengan 14 karyawan. Mereka menyiapkan semua menu dengan maksimal. Termasuk, ketika menjamu rombongan Presiden RI Jokowi kala berkunjung ke Salatiga. “Rumah makan ini, kami buka mulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00. Special menu utama kami adalah tumpang koyor, sayur lodeh, dan nasi gandul. Selain aneka masakan Jawa, juga tersedia chinese food maupun western food.” Pria yang gemar berkesenian Jawa ini menambahkan, pihaknya juga melayani pelanggan yang menggelar hajatan, arisan, rapat kantor, dan acara lainnya. (sas/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

KPU Kota Pekalongan Terbaik se Jateng 

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan tercatat menjadi yang terbaik dalam menyajikan hitung cepat dalam Pilgub Jawa Tengah, Kamis (5/7). "Pilgub Jateng...

Maksimalkan Potensi Air Terjun

SURUH – Desa Dadapayam memiliki sejumlah potensi alam yang akan dikembangkan menjadi wisata. Potensi tersebut adalah  air terjun Gedad, dan air terjun Sabrangan. Potensi air...

Pemalsu Dokumen Semen Rembang Dilimpahkan

SEMARANG- Kepolisian Daerah (Polda) Jateng tengah menyelesaikan berkas satu orang dugaan pemalsuan ribuan tanda tangan penolakan pabrik semen di Rembang. Berkas yang sudah dinyatakan...

Expo Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM - DALAM rangka Hari Jadi Kota Semarang ke 471, Disnaker Kota Semarang mengadakan Expo Dinas Tenaga Kerja bersama Kadin Kota Semarang pada Jumat-Minggu...

Jadikan Perempuan Tulang Punggung Pembangunan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said bertekad menjadikan perempuan sebagai tulang punggung gerakan pembangunan di Jawa Tengah. Pasalnya, peran perempuan sangat...

KPK Didesak Bertindak Tegas

SEMARANG - Divisi Korupsi, Politik, dan Anggaran Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi Nepotisme (KP2KKN) Jateng, Rony Maryanto meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berani...