KPU Genjot Partisipasi Pemilih

Jelang Pilgub Jateng 2018

107
DISTRIBUSI: Petugas saat menata surat suara untuk pencoblosan Pilgub di Kantor KPU Kota Pekalongan. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISTRIBUSI: Petugas saat menata surat suara untuk pencoblosan Pilgub di Kantor KPU Kota Pekalongan. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Tingkat partisipasi masyarakat Kota Pekalongan dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) bisa terbilang cukup rendah. Untuk itu, tahun ini kurang lebih sebulan menghadapi Pilgub Jawa Tengah 2018 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan terus mempersiapakan diri dengan menggenjot minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pilgub 2018.

Salah satunya dengan terus mendorong masyarakat untuk aktif dan ikut dalam pencoblosan Gubernur tahun 2018 ini.“Rangkaian Pilgub sudah dimulai sejak 15 Februari dan nanti hingga 23 Juni yang merupakan masa kampanye Pilgub. Kami sudah mempersiapkan mulai dari pemasangan spanduk hingga menetapkan TPS dan DPT,” ujar Ketua KPU Kota Pekalongan, Basir, Kamis (17/5/).

Salah satu masalah besar yang dihadapi, kata Basir adalah minat masyarakat akan partisipasi dalam Pilgub masih kurang. Dilihat dari Pilgub 2013, Kota Pekalongan tingkat partisipasi hanya 47,45 persen saja yang hadir, sehingga menempati rangking tiga dari bawah se-Jawa tengah.“Tingkat partisipasi dalam Pilgub memang sangat rendah sejak lama, hal ini disebabkan karena ikatan emosional memang sangat rendah,” jelas Basir.

Untuk itu, pihaknya berharap dari 552 jumlah TPS di Kota Pekalongan dengan DPT 216.632 yang terdiri dari DPT laki-laki 108.496 dan perempuan 108.736, minat pada pilgub tahun ini bisa lebih tinggi.

Ditambahkan Divisi Pemutahiran Data KPU Kota Pekalongan Supriyadi terkait  hak pilih bagi warga binaan yang ada di dalam Lapas Kelas II A Pekalongan dan Rutan Lodji Pekalongan. Hal ini menunggu kepatian hukum dari Kemenkumham.

“Di lapas 80 persen warga binaan dari luar Kota Pekalongan, terkait pelayanan hak pilih pastinya sudah kami siapkan, namun kami belum bisa memastikan karena di rutan bawah kewenangan langsung,” ujarnya.

“Sementara yang belum merekam data atau memiliki KTP-el di Kota Pekalongan sebanyak 1.305 orang, namun mereka sudah masuk ke data base Kota Pekalongan dan masih bisa memilih,” timpalnya

Ditambahkan Basir, pihaknya pada Rabu (16/5) malam juga sudah menerima surat suara Pilgub 2018. Surat suara yang di terima sebanyak 112 dus, dengan isi setiap 1 dus nya 2.000 surat suara. (han/bas)