33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

Konsisten Perjuangkan Nasib Nelayan

Riyono S.Kel, M.Si

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – Komitmen Riyono, S.Kel, M. Si untuk memperjuangkan nasib nelayan di Jateng, sudah tak diragukan lagi. Bertahun-tahun, ia terjun dan mendampingi nelayan agar kesejahteraan nelayan bisa lebih baik.

BERKAT konsistensinya mendampingi nelayan, ia mendapatkan apresiasi dari manajemen Jawa Pos Radar Semarang pada malam Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2018 di Hotel Aston, 11 Mei lalu. Tidak hanya itu, Riyono juga mendapatkan apresiasi dari PKS Award untuk kategori Lingkungan Hidup dan Kearifan Lokal.

Anggota Komisi B DPRD Jateng ini menilai, selama ini nasib nelayan masih belum diperhatikan oleh pemerintah. “Saya cukup sedih melihat kesejahteraan nelayan Jateng yang minim. Karena itu, saya terus berkomitmen untuk memperjuangkan nasib nelayan agar bisa lebih sejahtera,” kata Riyono.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) itu intens terjun ke bawah untuk memberikan pendampingan dan memberi penyuluhan kepada nelayan. Ia juga terus memperjuangkan hak-hak nelayan hingga tingkat pembuat kebijakan. Baginya, memperjuangkan nasib nelayan harus benar-benar sampai ke pemangku kebijakan, agar manfaatnya dirasakan.

Pria kelahiran Magetan, 8 Juni 1979 ini bahkan berada di garda depan, ketika pemerintah—melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI—melarang penggunaan cantrang. Riyono tegas menolak kebijakan tersebut karena merugikan nelayan. “Penggunaan cantrang, ternyata tidak terbukti merusak lingkungan. Saya termasuk orang yang menolak keras kebijakan itu.”

Pembuktian itu didapat dari uji petik yang melibatkan akademisi dari IPB dan sejumlah asosiasi nelayan. “Cantrang itu ramah lingkungan. Bukan hanya pengakuan sepihak dari kami, tapi kami juga melakukan riset dan uji petik. Terakhir, selesai pada pertengahan Desember 2016 lalu, bahwa cantrang tidak merusak lingkungan.”

“Intinya adalah bagaimana agar nelayan kita sejahtera, maka saya akan terus berada di depan bersama para nelayan. Doakan dan mari bersama kawan di manapun berada untuk terus berkhidmat hadirkan pelayanan bagi negeri yang kita cintai ini. Karena Indonesia adalah negara maritim, jadi nelayan harus dilindungi dan disejahterakan,” tutupnya. (fth/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...