33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Konsisten Lakukan Konservasi di Segala Lini

Universitas Negeri Semarang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Penghargaan yang diberikan Jawa Pos Radar Semarang kepada Universitas Negeri Semarang (Unnes), melengkapi konsistensi kampus yang ada di daerah Sekaran, Gunungpati, Semarang dalam melakukan konservasi.

Ya, Unnes yang saat ini dikomandoi oleh Prof. Fathur Rokhman sebagai rektor, berhasil menyabet penghargaan Kampus Konservasi yang Memberlakukan Kebijakan Green Transportation.

Sejak mengusung konsep kampus yang menjunjung tinggi konservasi, Unnes melakukan berbagai program. Semisal, arsitektur hijau dan transportasi internal. Arsitektur hijau atau green architecture merupakan sebuah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia. Nilai positifnya, dapat menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat.

Caranya, manfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal. “Konsep ini lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Memiliki tingkat keselarasan yang tinggi antara strukturnya dengan lingkungan dan penggunaan sistem utilitas yang sangat baik. Arsitektur hijau dipercaya sebagai desain yang baik dan bertanggung jawab dan diharapkan digunakan di masa kini dan masa yang akan datang,” kata Prof Fathur Rokhman.

Sebagai universitas konservasi, Unnes memiliki komitmen untuk menjadi contoh pengembangan kampus ramah lingkungan. Utamanya, pada gedung-gedung perkuliahan dan perkantoran sebagai manifestasi fisik pencitraan kampus hijau. Salah satunya, memberlakukan transportasi internal. Tujuannya, mereduksi pergerakan kendaraan mesin berbahan bakar fosil di kawasan kampus. Ini salah satu upaya dalam mengimplementasikan kebijakan transportasi internal. “Segenap civitas akademika didorong untuk berjalan kaki dalam pergerakan internal kampus guna menumbuhkan budaya sehat dan humanis.”

Potensi kawasan yang baik dan reintegrasi, menjadi salah satu syarat untuk menunjang pergerakan dengan berjalan kaki yang aman dan nyaman. Beberapa sarana prasarana pejalan kaki, telah diperbaiki. Juga dikembangkan untuk meningkatkan kinerja layanan bagi kenyamanan pejalan kaki. “Kami juga melakukan survei pengembangan pedestrian kampus yang layak dan terintegrasi.” Tujuannya, memberikan kontribusi bagi perancangan pedestrian kampus yang layak dan terintegrasi sebagai daya dukung kinerja transportasi internal kampus.

Konservasi lainnya adalah di bidang seni dan budaya. Salah satunya, menggelar peringatan Hari Tari Dunia yang digelar Jurusan Seni Drama Tari dan Musik di Kampung Budaya, kampus Sekaran. Menampilkan 60 tarian tradisi dan kreasi. Sebelumnya, juga dilakukan pemecahan rekor Tarian Goyang Konservasi yang diikuti sedikitnya 10.573 civitas akademika Unnes.

Fathur menjelaskan, jika goyang konservasi dianggap sebagai tari, tidak sekadar senam, karena ada unsur seni di dalamnya dan diiringi langsung oleh gamelan. Bahkan, aksi tersebut mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid).

“Penghargaan ini adalah bukti nyata Unnes serius menjadi kampus yang memiliki kesadaran konservasi. Kami pun menggalang semangat ini di Kota Semarang khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya.” (den/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Panorama Alam Sikembang Jadi Magnet Wisatawan

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Batang cukup kaya dengan lokasi wisata alam, dari pantai hingga alam pegunungan yang menarik. Salah satunya agro wisata Sikembang Park yang...

Perlintasan KA Jadi Perhatian Khusus

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Jalur perlintasan Kereta Api (KA) di wilayah Mranggen dan Karangawen menjadi perhatian khusus Pemkab Demak. Sebab, jalur KA ini beberapa diantaranya tanpa...

Parkir Jalan A Yani Dipindah

WONOSOBO—Pusat kemacetan di Kecamatan Wonosobo terpusat di  Jalan A Yani. Antisipasinya, Polres  dan Pemkab setempat berencana memindahkan lahan parkir ke Pasar Induk. Menindaklanjuti rencana...

Selasa Pamitan, Kamis Ditemukan Tewas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pembunuhan terhadap Debora Sriani Setiawati, 50, masih misterius. Aparat Reskrim Polrestabes Semarang masih mengusut tuntas pelaku pembunuhan wanita yang sehari-hari menjadi guru SMP...

Peragakan 10 Adegan, Didik Menangis

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Penyidikan kasus pembunuhan terhadap Fitri Anggraeni, 23 yang mayatnya dicor di kamar mandi masih berlanjut. Jumat (2/3) kemarin, tim penyidik Satreskrim...

Kades Jambearum Diminta Mundur

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Puluhan warga desa Jambuarum, Kecamatan Patebon melakukan aksi unjuk rasa depan kantor Bupati Kendal. Mereka menuntut supaya Kepala Desa (Kades) setempat...