Warung Boleh Buka Siang

  • Bagikan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang membatasi jam operasional tempat hiburan dan panti pijat selama bulan Ramadan 1439 Hijriyah. Aturan tersebut tertuang pada Surat Edaran (SE) Nomor 556/434/340 yang diterbitkan Dinas Kepemudaan Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, 15 Mei 2018 lalu.

“Kami minta untuk buka pada pukul 21.00 sampai 24.00 WIB. Kemudian H-2 Hari Raya Idul Fitri tutup dan buka kembali pada H+2,” kata Kepala Disporapar Kota Magelang, Jarwadi, Kamis (17/5).

Ia mengklaim tidak ada pelaku usaha yang keberatan dengan keputusan itu. Sebelum SE diedarkan, pada 9 Mei lalu, para pelaku usaha pariwisata bersama pihak terkait terlebih dulu dikumpulkan untuk koordinasi.

Di antaranya perwakilan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), penyelenggara tempat hiburan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama (Kemenag), Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), pondok pesantren, takmir Masjid Agung, Satpol PP, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan sebagainya. “Kami juga tidak mengizinkan ada pemandu lagu, serta dilarang menyalahgunakan tempat usaha untuk kegiatan perjudian, peredaran dan pemakaian minuman keras, narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya,” ujarnya.

Kata Jarwadi, SE tersebut juga mengatur rumah makan. Disebutkannya, usaha rumah makan tetap boleh berjualan seperti biasa, hanya saja tidak buka secara vulgar. “Pintunya boleh dibuka, tapi jendelanya ditutup atau dipasang gorden, supaya tidak terlalu terbuka,” ujarnya.

Sementara pada pusat Kuliner Tuin Van Java yang berada di pusat kota, para pedagang kaki lima (PKL) diminta berjualan mulai pukul 16.00 sampai 04.00 WIB. Selain itu, penjual aneka makanan takjil hanya diperbolehkan berjualan di beberapa tempat tertentu. Yakni, area utara di seputar Masjid Al-Mahdi, Armada Estate, area tengah berada di Alun-alun sisi selatan dan di atas trotoar serta area selatan di Jalan Tidar sisi selatan. “Kami atur seperti ini agar tidak menganggu lalu lintas. Dan mereka boleh berjualan mulai pukul 16.00 WIB.” (put/ton)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *