33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

2.500 Pelajar Deklarasikan Budaya Damai

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Ribuan pelajar di Kendal melakukan aksi deklarasi budaya damai. Aksi melibatkan 2.500 pelajar siswa SMK, SMA, MA dan SMP yang dilakukan di Alun-alun Kendal ini dengan menandatangani kain putih sepanjang 30 meter.

Aksi dilakukan untuk menekan angka pertikaian ataupun tawuran antar pelajar. Selain itu juga mencegah anak-anak terjerumus dalam aksi terorisme yang marak akhir-akhir ini. “Selain itu juga perilaku bullying yang dapat memicu terjadinya kekerasan antar siswa,” ujar Ketua MKKS SMK Kendal, Basyarohman, kemarin (16/5).

Selain siswa, aksi juga melibatkan perwakilan guru dan seluruh kepala skeolah SMK dan SMA di Kendal. Dalam deklarasi, ada lima poin yang diucapkan. Pertama yakni menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme dan terorisme. “Selanjutnya kami menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” lanjutnya.

Para siswa juga sepakat untuk tidak melalukan aksi bullying, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Siswa dan guru juga menolak segala macam bentuk kekerasan baik fisik mapun psikis.

“Tujuan dari deklarasi ini adalah agar muncul kesadaran bersama untuk memiliki rasa empati dan rasa persaudaraan. Sehingga lingkungan sekolah bisa harmoni dan siswa fokus meraih prestasi,” tandasnya.

Pria yang akrab disapa Gus Basyar yang melopori aksi deklarasi mengatakan bahwa ini bentuk harmonisasi antar sekolah. Dimana semua sekolah guru beserta siswa berkumpul untuk menumbuhkan persaudaraan.

Diakuinya, peristiwa terorisme yang melibatkan anak-anak menjadi perhatian khusus bagi praktisi pendidikan.  Makanya dalam aksi tersebut juga ditetakan agar guru-guru menekankan bahaya terorisme dan cinta NKRI dalam pembelajaran di kelas.

Sebaliknya, para pelajar sekarang ini sudah cerdas dan bisa menjadi agen untuk melawan terorisme. Yakni dengan mengawasi lingkungan sekitarnya. Jika ada hal yang mencurigakan, segera laporkan agar bisa dilakukan pengawasan.

“Meskipun bujuk rayu untuk melakukan tindakan terorisme dari orang tua maka si anak wajib menolak hal itu. Sebab pada dasarnya jika ada ajakan tindakan dzolim meskipun yang mengajak orang tua maka anak wajib menolak,” pungkasnya.

Seorang siswi SMK NU 2 Rowoasari, Della Verginia Puspita menuturkan sangat prihatin atas tindakan terorisme di beberapa lokasi di Indonesia. Terlebih melibatkan anak-anak dan wanita dalam aksi terorisme. “Saya dan kawan-kawan sangat menolak sekali aksi terorisme. Hal itu sangat bertentangan rasa kemanusiaan dan bertentangan dengan ideologi bangsa ini,” kata Della. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penjualan Motor Masih Lesu

Wonosobo - Hingga pekan terakhir kuartal pertama 2017, penjualan sepeda motor merek Yamaha di dealer Teguh Putera Mandiri belum menunjukkan peningkatan penjualan yang berarti....

SPAM Semarang Barat Siap Dibangun

SEMARANG –Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal, siap membangun jaringan sistem penyedia air minum (SPAM) di wilayah Semarang Barat yang mencakup Kecematan Tugu,...

Dewan Protes Inovasi Dishub

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Berbagai cara kreatif dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang untuk membuat pengguna jalan tertib, utamanya dalam menyeberang. Lebih mengoptimalkan fungsi zebra...

Gelar Tablig Akbar, Amankan Pemilukada

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Personel Polrestabes Semarang diminta selalu mengawal dan mengamankan pada setiap tahapan Pemilukada 2018. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan situasi keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas)...

173 Siswa Ikuti Pesta Cerria

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Sebanyak 173 siswa mengikuti Pesta Cerria, agenda rutin tahunan yang diadakan. MI Mangunsari, akhir pekan lalu. Acara yang bertema ajang kreativitas anak...

Meriah, Temu Juragan Colt Diesel

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Puluhan truk Colt Diesel dengan tampilan eye catching berjajar rapi di halaman Gedung Korpri Wonosobo pada Kontes Modifikasi Colt Diesel 2017,...