33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

160 Ribu Warga Belum Terlindungi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jaminan Kesehatan bagi masyarakat Kota Semarang melalui program Universal Health Coverage (UHC) hingga saat ini belum sepenuhnya melindungi warga yang berhak. Sedikitnya masih ada 10 persen dari total jumlah penduduk di Kota Semarang atau kurang lebih 160 ribu warga di 177 kelurahan di Kota Semarang, belum terdaftar sebagai peserta program unggulan ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Widoyono mengakui hingga kini masih cukup banyak warga Kota Semarang yang belum terlindungi program kesehatan gratis ini. Sebab mengapa masih banyak warga belum terdaftar di antaranya karena kesadaran warga untuk mengurus jaminan kesehatan melalui UHC ini masih minim.

“Banyak warga cenderung menunggu, baru mendaftar UHC ketika sakit. Saat ini, masih ada 10 persen atau 160.000 warga yang tersebar di 177 kelurahan di Kota Semarang belum ter-cover UHC,” kata Widoyono, kemarin.

Pihaknya mendorong camat dan lurah di Kota Semarang untuk turut meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. “Kami minta warga berperan aktif untuk mendaftar layanan berobat gratis ini. Masih banyak warga baru mendaftar ketika sakit,” katanya.

Mendaftar ketika sakit pun sebetulnya bisa langsung dijamin UHC. Namun perlu untuk mengantisipasi kendala-kendala keterlambatan penanganan kesehatan. “Kalau belum terdaftar, tentunya repot karena butuh waktu mengurus administrasi,” katanya.

Program UHC memang disediakan oleh Pemkot Semarang untuk melayani kesehatan gratis bagi warga asli Kota Semarang yang belum memiliki jaminan kesehatan. Ruang rawat inap yang disediakan adalah kelas III di semua rumah sakit di Kota Semarang. “Ketersediaan kamar inap kelas III saat ini masih terpenuhi. Pemkot Semarang juga akan terus menambah jumlah kamar inap dan jumlah rumah sakit yang diperuntukkan layanan UHC,” terangnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akan terus melakukan inovasi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan. “Sebuah kota yang hebat harus mampu menyelesaikan dua masalah fundamental yakni masalah kesehatan dan pendidikan. Kalau kedua masalah itu tidak bisa ditangani, maka pembangunan sebagus apapun tidak akan bertahan lama,” katanya.

Saat ini, Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi berkomitmen mengalokasikan 10 persen APBD Kota Semarang untuk kesehatan. “Pelayanan Dinas Kesehatan sudah seharusnya jemput bola agar warga terlayani secara maksimal,” katanya. (amu/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Arus Pendek Listrik, Dua Rumah Terbakar

DEMAK-Kebakaran hebat kemarin menimpa dua rumah di Desa Tanjunganyar, Kecamatan Gajah. Yaitu, rumah milik Makhali, 40, dan Makhrus, 35, warga RT 1 RW 3....

Equity Life Indonesia Beri Penghargaan 8 Cabang Bank Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak delapan cabang Bank Jateng mendapatkan penghargaan Bancassurance dari Equity Life Indonesia. Penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi bagi para Bancassurance Relationship...

Usulkan Membatik Jadi Muatan Lokal

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Wali Kota Yuliyanto mengusulkan agar ketrampilan membatik menjadi salah satu muatan lokal (mulok) kota pada jenjang sekolah di kota Salatiga. Pengenalan...

Budi Kaget Orang Telanjang Jatuh Dari Atap

SEMARANG - Warga Kelurahan Kembangarum, Manyaran, Semarang Barat digegerkan dengan seorang pemuda telanjang di dalam rumah warga. Pemuda tanpa identitas tersebut diduga mabuk dan...

Suket Bisa untuk Buat SIM dan SKCK

UNGARAN–Masyarakat Kabupaten Semarang tak perlu risau dengan kegunaan surat keterangan (suket) pengganti kartu tanda penduduk (KTP) yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil)....

Tinggal 4 Warga yang Produksi Batik

KOTA Semarang memiliki kampung pusat home industry batik, yakni Kampung Batik Gendong, Kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur.  Kampung Batik ini berada disamping Bundaran Bubakan atau...