33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Sudirman Akan Perbaiki  Honor GTT dan PTT

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN – Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyatakan sangat miris mendengar ada honorarium Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT) di Jawa Tengah yang hanya Rp 50 ribu per bulan  atau Rp 2 ribu per hari dengan 25 hari kerja. Karena itu, jika terpilih sebagai Gubernur Jateng, dia akan berjuang memperbaiki tingkat kesejahteraan GTT/PTT.

“Bagaimana bisa ini terjadi. Dengan pendapatan sebesar itu sudah masuk kategori miskin absolut alias sangat miskin. Karena standar orang disebut miskin itu mereka yang berpendapatan Rp 10 ribu per hari. Kalau hanya Rp 2 ribu per hari sudah miskin absolut,” tandasnya saat berdialog dengan GTT/PTT di Kebumen, Selasa (15/5).

Menurut Pak Dirman, terlalu berisiko menyerahkan masa depan anak-anak Jateng di bawah bimbingan guru yang dibayar jauh di bawah standar kelayakan. “Ini harus diperbaiki. Kita tidak bisa mempertaruhkan masa depan anak-anak Jateng,” imbuh dia.

Pak Dirman menyampaikan, APBD Jateng cukup untuk membayar GTT/PTT secara layak. Tinggal berdiskusi dengan DPRD dan para pimpinan partai agar menyetujui anggaran untuk perbaikan upah GTT/PTT.

“Kalau perlu saya ngglosor ke para pimpinan partai untuk meminta tolong agar menyetujui anggaran untuk perbaikan kesejahteraan GTT/PTT ini,” lanjut dia.

Dia menyampaikan, dirinya dan Mbak Ida akan fokus pada pembangunan manusia, ketimbang infastruktur. Pembangunan infrastruktur keras (hard infrastructure) seperti jalan, jembatan, gedung,  penting, namun jauh lebih penting membangun infrastruktur lunak (soft infrastructure), seperti meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.

“Dan pembangunan infrastruktur lunak ini kita akan sangat memperhatikan perbaikan kesejahteraan guru, baik guru sekolah umum, madrasah, juga guru-guru honorer,” tandasnya.

“Saya tidak bisa berjanji mengangkat mereka (GTT/PTT) menjadi pegawai tetap. Tapi saya berjanji akan berjuang untuk perbaikan honor mereka,” tegasnya lagi. (har/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...