Penyelesaian Masalah Orang Tua dan Anak yang Saling Menguntungkan (Win Win Solution)

spot_img

RADARSEMARANG.COM – Setiap orang dan bidang pekerjaan pasti ada masalah, bahkan ada yang mengatakan setiap langkah kehidupan ada masalah. Tapi bagaimana setiap orang itu menyikapi masalah tersebut. Demikian juga permasalahan yang terjadi antara anak dengan orang tua

Dalam kancah pengetahuan, khususnya bidang manajemen, win win solution sudah sering dikenal dalam mengelola masalah. Kita bisa menerapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Karena solusi ini sangatlah tepat digunakan di zaman sekarang.

Sebuah masalah, tidak untuk dihindari namun diselesaikan dengan cara mengelolanya dengan baik. Namun dalam melakukannya, orang masih berpikiran negatif yaitu selalu ada pihak yang kalah dan pihak yang menang. Padahal dalam dunia yang telah berubah ini, soal menang atau kalah tergantung perspektif kita melihatnya.

Di dunia kerja, kita sering mendengar negosiasi win win solution, yaitu negosiasi antara dua pihak yang akan mendapatkan keuntungan sama banyaknya. Kebalikan dari win win solution adalah win lose solution dan lose lose solution. Pada win lose solution, satu pihak menang dan mendapatkan yang ia inginkan, namun pihak lain kalah dan tidak mendapatkan apa-apa. Sementara pada lose-lose solution, kedua pihak tidak mendapatkan apa-apa artinya keduannya mengalami kerugian. Demikian juga yang terjadi pada permasalahan anak dengan orang tua atau siswa dengan guru.

Baca juga:   Asyik Belajar PAIBP dengan Media Audiovisual

Untuk dapat mencapai win win dengan anak, orang tua harus memiliki posisi psikologis I’m OK-You’re OK ini. Orang tua dengan posisi psikologi keempat ini akan bersikap percaya diri namun juga sangat menghormati dan menghargai anaknya. Ia akan mampu menerima anak apa adanya.

Misalnya, walaupun ia seorang polisi dan menginginkan anaknya menjadi polisi, namun karena sang anak dikaruniai bakat bermusik, maka ia tidak akan memaksakan sang anak untuk menjadi polisi. Ia justru memfasilitasi anak agar dapat bermusik hingga maksimal. Kecintaan orang tua pada anak diwujudkan pada kemampuannya untuk mengerti potensi maupun keinginan anaknya dan selalu berusaha membantu mewujudkannya. Hal ini dapat dilakukan jika orang tua memiliki kepercayaan diri dan sangat menghormati anaknya.

Sebagai orang tua, kita harus sudah di posisi psikologis I’m OK-You’re OK saat anak mulai dapat mengkomunikasikan keinginan-keinginannya. Jika sejak awal kita memiliki kepercayaan diri tinggi, selalu menghormati anak, dan mengutamakan diskusi untuk mencapai win win, maka akan menyebabkan anak merasa nyaman untuk selalu dekat dengan kita. Hubungan batin kita dengan anak pun semakin dekat. Anak akan selalu ingin bertemu, berkomunikasi, bercanda, meminta nasehat, dan mendiskusikan masalah maupun keputusan hidupnya kepada kita.

Baca juga:   Guru Zaman Now Sahabat Siswa Bermasalah

Bukankah dambaan setiap orang tua adalah saat dapat mencapai kesepakatan dengan anak dan saling membahagiakan? Apalagi jika mereka tidak enggan berdiskusi sambil memeluk kita walaupun mereka sudah dewasa dan kita akan selalu bahagia bila keinginan kita dan anak kita bisa tercapai.

Guru SMKN 1 Windusari Kab Magelang

Author

Populer

Lainnya