33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Dewan Minta Pemprov Kebut Perbaikan Infrastruktur

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov diminta untuk terus mengebut perbaikan sejumlah titik ruas jalan di sepanjang Jateng menjelang masa mudik Lebaran. Dengan begitu, para pengendara dapat melalui jalur mudik dan jalur alternatif tanpa kendala. Selain itu, sejumlah rambu jalan juga harus diperhatikan agar kondisi jalan di Jateng benar-benar siap untuk dilalui pemudik.

Anggota Komisi D DPRD Jateng Moch Ikhwan mengatakan, dari pantuan yang dilakukan, sejumlah jalan provinsi masih banyak yang mengalami perbaikan. Sehingga hal itu bisa berpotensi menimbulkan kemacetan.  Padahal, sudah mendekati masa mudik Lebaran 2018. “Saya harap dinas teknis segera menyelesaikannya agar saat mudik nanti semua jalan bisa dilalui dengan lancar,”  katanya saat menjadi pembicara dalam Dialog bersama Parlemen; Mudik, Jalan Layak dan Lancar di Hotel Quest Semarang.

Ia mencontohkan perbaikan jalan juga terjadi di Jalur Daendles (jalur Purworejo-Gombong) sepanjang 39 km. Ia sangat menyayangkan kondisi jalan itu karena selama ini jalan tersebut tanpa status, sehingga tidak ada pihak yang bertanggungjawab terhadap perbaikan maupun pemeliharaannya. Padahal, jalur tersebut masih banyak dilalui para pengendara. “Itu menjadi masalah karena tidak ada yang memperhatikan, padahal lalulintasnya cukup ramai. Tolong (jalan) itu dipikirkan juga,” harapnya.

Selain itu, jalan tol, ada beberapa jalur yang sudah bisa dilalui. Namun, persoalan macet masih akan terjadi saat mudik Lebaran nanti. Hal itu mungkin bisa dilihat di Exit Tol Pemalang. “Di sana, nanti akan terjadi penumpukan karena kendaraan dari tol bertemu dengan kendaraan dari pantura,” ucapnya.

Tidak hanya jalan, perlintasan kereta api (KA) di beberapa wilayah juga diperhatikannya. Ia menilai sampai sekarang masih banyak perlintasan KA tanpa palang pintu sehingga sangat membahayakan pengendara. “Dishub harus fokus pada persoalan palang pintu KA. Karena, saat kami (Komisi D DPRD Jateng) melakukan monitoring, sudah ada 11 palang pintu KA yang dianggarkan untuk segera dibangun,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Hanung Triyono mengakui kondisi jalan di pantura saat ini masih ada pemeliharaan. Untuk masa mudik, ia menyarankan para pengendara untuk tetap memakai jalan existingatau  jalan lama, meski banyak perbaikan seperti pelebaran dan pembangunan jembatan. “Di jalur selatan, juga masih ada penambalan seperti di Jalan Daendles. Pada H-10 Lebaran. Kami akan mengebut pengerjaannya,” katanya.

Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata Semarang Joko Setiyowarno mengatakan, pintu tol Tegal-Pemalang kemungkinan sudah bisa dilalui saat mudik Lebaran tahun ini.  Kalau untuk arah selatan, Salatiga-Boyolali, masih belum bisa.  Ia berharap persoalan itu bisa disikapi agar semua pengendara tidak ke jalan tol saat mudik Lebaran. Tidak hanya pengendara bermobil, pemudik motor juga harus diarahkan. Salah satunya dengan moda transportasi laut yakni kapal, yang memiliki kapasitas besar. (adv/fth/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

190 Ribu Jiwa Tercover UHC

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 190 ribu jiwa warga Kota Semarang telah tercover dalam program Universal Health Coverage (UHC) dan telah terdaftar di Badan Penyelenggara...

Tuding Ada Permainan dari Bank Mandiri

SEMARANG - Ratusan anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana kembali melakukan aksi diam di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (20/4). Aksi tersebut digelar untuk...

Perjalanan Umrah Meningkat Paska Haji

SEMARANG - Setelah sempat vakum beberapa bulan dari kegiatan umrah karena pelaksanaan ibadah haji, kini beberapa biro perjalanan umrah kebanjiran order dari calon jamaah....

Bhayangkara Muda Mulai Tancap Gas

RADARSEMARANG.COM, DEMAK -  Setelah disahkan sebagai anggota PSSI, tim Bhayangkara Muda FC (BMFC) mulai menggenjot persiapan mereka untuk turun di kompetisi amatir musim 2018...

Terbukti Palsu, Siswa Harus Mundur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Gonjang-ganjing SKTM palsu dan SMA Negeri kekurangan murid masih menjadi pembicaraan. Proses verifikasi memang sudah tidak dilakukan lagi oleh jajaran pendidikan setelah diumumkan...

Sifa, Penumpang Odong-Odong Meninggal

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Tabrakan antara mobil Elf dengan odong-odong, akhirnya menelan korban jiwa. Ahmad Choirus Sifa, 5, anak pasangan suami istri Abdul Khoir dan...