33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

2020 Batang Miliki Pelabuhan Pengumpan 

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten akan menjadi salah satu daerah yang memiliki infrastruktur yang komplit. Selain memiliki jalan pantura, Batang juga berencana membangun bandara perintis. Kini pemda setempat merencanakan pelabuhan pengumpan regional yang selanjutnya menjadi pelabuhan pengumpan.

“Pelabuhan niaga masih dalam tahap uji coba, dan menurut kajian Pemkab dari rencana tata ruang wilayah (RTRW) sudah tidak ada masalah. Pemkab akan bersinergi dengan pelabuhan agar izin operasional cepat turun,” ucap Bupati Wihaji saat mengunjungi pelabuhan niaga Batang Selasa (15/5/18) sore.

Batang juga dilewati jalan tol dan jalur kereta api yang tak kalah sibuknya. Sehingga tak heran kalau ke depan Batang akan lebih maju dari daerah lain.

“Kita harus cek kesiapannya dan tahap demi tahap yang sekarang menjadi pelabuhan pengumpan regional (PR) tahun 2020 kita usahakan naik menjadi pelabuhan pengumpan (PP),” jelas Wihaji.

Dengan beroperasinya pelabuhan PR lanjut dia, diharapkan bisa difungsikan yang lain. “Kita akan melihat dan kaji potensi-pontesi yang ada di pelabuhan untuk kesejahteraan Kabupaten Batang selama tidak melanggar aturan. Kita akan membuat regulasi yang bisa bermanfaat bagi kesejahteraan Kabupaten Batang,” jelas Wihaji.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Batang Capt. Hendrik Kurnia Adi mengatakan, pelabuhan niaga Kabupaten Batang, dibangun di atas tanah seluas 6 hektare dengan dua dermaga yang kedalamannya mencapai 5,9 m. Sehingga siap untuk menampung kapal tongkang kabut yang kapasitasnya maksimal 300 ft.

“Sesuai dengan hirarki jenis pelabuhan ada tahapan-tahapanya. Ada pelabuhan lokal, pelabuhan pengumpan regional dan pelabuhan pengumpan. Dan tahap kita pengumpan regional antarprovinsi, yang hirarkinya dua tahun ke depan menjadi pelabuhan pengumpan (PP),” kata Hendrik Kurnia Adi.

Lebih lanjut dikatakan, bila menjadi pelabuhan pengumpan, maka bisa digunakan untuk perdagangan internasional, kalau memang ada potensi perdagangan ekspor impor bisa di pelabuhan Batang.

“Kami harap dimanfaatkan sekali pelabuhan Batang. Karena kalau sudah jadi pelabuhan pengumpan bisa digunakan untuk perdagangan internasional ekspor impor dilengkapi Kantor Imigrasi dan Kantor Bea cukai,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta, dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan ekonomi yang menggabungkan antara pariwisata, ekspor impor perdagangan yang dalam tahap kajian. Dua tahun ke depan Batang akan lebih baik dari sekarang. (svc/han/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

1.200 Karyawan Simoplas Tolak Pesangon Rp 15 M

SEMARANG - Nasib 1.200 karyawan PT Simoplas Semarang yang dirumahkan sejak September 2015 silam, hingga saat ini tidak jelas. Hasil mediasi antara pihak manajemen...

Kenalkan XM Concept di Pasar MPV

Pabrikan mobil asal Jepang berlogo tiga berlian, Mitsubishi siap meramaikan pasar otomotif tahun ini. Belum lama ini melalui PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor...

Ratusan Santri Ikuti Diklat Jurnalistik Dan Fotografi

KAJEN - Sebanyak 178 santri se Kabupaten Pekalongan yang datang dari 37 Pondok Pesantren dan tergabung dalam Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Cabang Kabupaten Pekalongan...

Warna Terang Banyak Diminati

BERGESER dari tahun lalu yang identik dengan kebaya berwarna kalem, tahun ini warna-warna terang dan lebih solid akan banyak diminati. Desain serta detail yang...

Apresiasi Waktu dan Pengetahuan

MESKI baru muncul selama empat bulan, jumlah pengguna Tado saat ini udah mencapai puluhan ribu orang. Jumlah itu belum termasuk akun influencer yang lebih...

Relevansi Konsep Humanisme Dr. Ali Syariati dengan Tujuan Pendidikan Nasional

RADARSEMARANG.COM - PENDIDIKAN di Indonesia tengah mengalami proses “dehumanisasi”. Indikatornya, terkikisnya nilai-nilai kemanusiaan di dalamnya. Karena itu, sudah saatnya reformasi pendidikan perlu segera dilakukan....