33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Pesan Perdamaian dalam Pawai Budaya Dugderan

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sedikitnya 15 ribu siswa  dari 16 UPTD Pendidikan Kecamatan di Kota Semarang berkumpul di lapangan Pancasila Semarang meramaikan pawai budaya dugderan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Senin (14/5). Mereka adalah siswa mulai TK, SD/MI SMP/MTs hingga SMA, didampingi para guru. Sebagian besar dari mereka membawa manggar warna-warni  dan hiasan warak ngendok.

Para peserta pawai mengenakan pakaian khas yang menunjukkan kebudayaan masing-masing wilayah. Tidak mau kalah, terlihat pula orangtua siswa turut meramaikan pawai dengan membawa sejumlah atribut. Ada pula yang membawa papan bertuliskan Sayangilah sesamamu, Indahnya warna-warni, Kita satu bangsa, Kita bersaudara, Indahnya kebersamaan, Damai kotaku. Pesan perdamaian ini disampaikan dalam pawai agar masyarakat Kota Semarang selalu hidup rukun berdampingan.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Kasturi, menjelaskan, pawai budaya ini membawa pesan penting untuk disampaikan kepada masyarakat, yakni untuk terus bersatu dalam perbedaan. Sejak dulu, Semarang terkenal sebagai kota dengan berbagai macam etnis, namun tetap hidup rukun. Hal inilah yang menurutnya perlu untuk terus dipupuk dan dipelihara. ”Ini digambarkan dengan warak ngendok yang dibawa oleh peserta pawai. Hewan ini memiliki kepala badan dan kaki yang berbeda, menggambarkan Kota Semarang majemuk,” jelasnya sembari mengajak menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih untuk mendapatkan manfaat baik untuk semua orang.

Dijelaskan, pawai budaya tahun ini jumlah pesertanya mengalami peningkatan. Tercatat, jumlah peserta melonjak dari 12 ribu peserta pada tahun lalu, menjadi 15 ribu peserta pada event tahun ini. ”Kegiatannya juga bervariasi. Ada yang membawa manggar, rata-rata bawa ini. Kemudian warak ngendok, juga menampilkan seni budaya masing-masing wilayah. Ini tiap-tiap kecamatan dikoordinasi oleh masing-masing UPTD Pendidikan. Dan ini melalui swadaya,” jelasnya sembari menambahkan, Selasa (15/5) ini juga akan digelar pawai yang dimulai dari Balai Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, dugderan ini memang sebuah tradisi yang menandai datangnya bulan puasa. Dugderan, lanjutnya, merupakan sebuah tradisi di Semarang di mana umaro dan ulama saling bersilaturahmi. Mereka bersepakat bahwa dalam waktu dekat akan datang bulan Ramadan yang harus diumumkan kepada masyarakat. ”Dan pawai ini menjadi salah satu rangkaian dari acara silaturahmi ini,” katanya.

Tampak berbeda dari peserta lainnya, puluhan siswa dari UPTD Pendidikan Kecamatan Genuk hadir kompak mengenakan pakaian tradisional dan menaiki egrang berwarna putih.

Alex siswa kelas 5 SD Trimulyo 2 merupakan satu dari ratusan siswa yang mengikuti pawai dengan berjalan menggunakan egrang. Ia mengaku tidak ada persiapan khusus. Hanya beberapa hari latihan hingga bisa berjalan menggunakan egrang yang dibawanya. ”Yang penting keseimbangan dijaga,” ujarnya diamini temannya, Abas.

Rohadi, salah satu guru dari Sembungharjo, Genuk mengatakan, setiap sekolah diminta untuk mengirimkan 20 siswa untuk membawakan egrang ini. Egrang yang dipakai para siswa, dibuat sendiri. Sementara seragam yang mereka kenakan dibeli dari sekolah. ”Ada yang memang dari nol. Ini mereka nggak latihan secara khusus. Hanya pas jam olahraga saja. Sebagian memang sudah bisa, karena tahun kemarin juga sudah ikut,” ujarnya.

Pawai yang berlangsung sejak pagi ini pun menyedot perhatian warga Semarang. Ratusan warga tumpah ruah untuk meyaksikan pawai ini. Seakan tidak mau kehilangan momen, mereka mengabadikan pawai menggunakan smartphone yang dibawanya. ”Ini ngajak cucu untuk lihat. Setiap tahun pasti nonton. Bagus soalnya,” ujar Nur, yang datang bersama kedua cucunya. (sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Go Food Festival Semarang

RADARSEMARANG.COM - SEJAK Senin, 21 Mei 2018, manajemen Gojek membuka GO-FOOD Festival Semarang selama setahun ke depan di area Food Court Pasaraya Sri Ratu...

Perundungan di Kalangan Millenials

MILLENNIAL dapat disebut juga sebagai Generasi Millenial atau  Generasi Y adalah kelompok demografis yang lahir antara tahun 1980-an sampai 2000-an setelah Generasi X. Jadi,...

Pemda Banyak Dilaporkan ke Ombudsman

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sepanjang 2017, masyarakat secara perorangan maupun organisasi mulai banyak mengadukan permasalahannya ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah terkait pelayanan publik....

Kampung Pelangi

WARGA berjalan di antara bangunan rumah yang dicat warna-warni di kawasan Wonosari, belakang Pasar Bunga Kalisari, Jalan Dr Sutomo, Semarang, Senin (17/4). Rumah-rumah yang...

Kebut Pengesahan Coach Vincenzo

RADARSEMARANG.COM - SETELAH Resmi dikontrak, kini manajemen tim PSIS Semarang terus mengebut proses pengesahan pelatih anyar mereka Vincenzo Alberto Annese agar bisa segera mendampingi...

Promosikan Budaya Kedungsapur

SALATIGA - Tari Sumatera yang diperagakan siswa Sekolah Internasional Salatiga mampu memukau penonton saat pembukaan Gelar Seni dan Promosi Pariwisata Kedungsapur. Pentas bersama yang...