Kasus Stunting Masih Jadi Perhatian

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Di kota Salatiga ditemukan kasus stunting (gangguan pertumbuhan anak karena kekurangan asupan gizi) pada anak-anak berjumlah 279 kasus. Jumlah ini hanya 2,5 persen dari jumlah penduduk keseluruhannya. Jumlah kasus gizi buruk ini di Kota Salatiga tahun 2018 turun mejadi tiga kasus dari tahun 2017 sebanyak lima kasus.

Demikian  paparan Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris Saat membuka Lokakarya Kesehatan Daerah (Lokakesda) tahun 2018 di Aula Plumpungan gedung Setda, (14/4). Muh Haris terus mengajak Dinas Kesehatan Kota Salatiga beserta OPD terkait untuk terintegrasi mengatasi kasus stunting yang ditemukan.

“Kita patut bersyukur atas turunnya temuan kasus gizi buruk di Kota Salatiga. Tapi kita jangan tinggal diam saja, masih ada kasus stunting (kerdil) pada anak-anak yang ditemukan berjumlah 279 kasus. Meski ini hanya 2,5 persen dari jumlah penduduk tapi mereka adalah anak-anak kita semua jadi tidak boleh diabaikan,” ajak Muh Haris.

Salah satu hal yang harus dilakukan adalah jaminan asupan gizi pada anak-harus anak tercukupi. Kemudian gerakkan posyandu di tingkat RT, pantau balita melalui dasawisma dan PKK agar kasus gizi buruk, wasting (kurus) dan stunting dapat teratasi. “Kita tunda ego sektoral tiap OPD untuk membangun sektor kesehatan dan sektor lainya. Oleh karenanya sangat tepat jika Lokakesda kali ini mengambil tema Melalui Pemberdayaan Perempuan Kita Cegah dan Turunkan Kasus Wasting dan Stunting di Kota Salatiga,” tambah Muh Haris.
Pemateri Lokakarya yang digelar selama tiga hari tersebut adalah; dr.

Sri Purwani Budi Harsan, (Kabid Kesmas Dinkes Provinsi Jawa Tengah) dengan materi Kebijakan dan Program Pencegahan dan Penurunan Wasting dan Stunting di Jawa Tengah Tahun 2018-2019. Pemateri kedua, Siti Zuraidah (Kepala DKK Salatiga) menganggkat tema Kebijakan, Strategi dan Program Pencegahan dan Penurunan Wasting dan Stunting di Kota Salatiga Tahun 2018-2019.

Pemateri ketiga, Ir. Husnani (Kepala Dinas Pangan) mengangkat tema Peningkatan KetahanPangan Keluarga untuk Mencegak Gizi Buruk dan Stunting. Pemateri keempat, Ir.Mustain Suradi (Kepala Dinas Pertanian) menjabarkan tentang Program Peningkatan Keanekaragaman Produksi Pangan Dalam Mencukupi Kebutuhan Gizi Masyarakat Kota Salatiga. Pemateri kelima, Sri Sulis (Ketua Persatuan Ahli Gizi) mengupas tema Kenali Stunting dan Dampaknya Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak, dan pemateri keenam, Dra. Sri Satuti (kepala DP3A) menmbahas tema Pemberdayaan Perempuan dalam Program Pencegahan Penurunan WAsting dan Stunting. (sas/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -