32 C
Semarang
Rabu, 23 Juni 2021

Dicurigai Bom, Ternyata Kabel Ekskavator

Pengamanan Perbatasan Jatim-Jateng Diperketat

ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG
ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG– Peledakan gereja di Surabaya berdampak pada peningkatan pengamanan di Kota Semarang, salah satunya Bandara Internasional Ahmad Yani. Pengamanan dilakukan mulai depan pintu masuk sampai dalam bandara. Satu per satu kendaraan yang akan masuk ke bandara diperiksa petugas gabungan dari TNI, Polri, dan pihak keamanan Angkasa Pura I Semarang.

Kepala Pelayanan dan Operasi Bandara Ahmad Yani, Agus Sina, mengatakan, kondisi bandara

aman dan terkendali. Terkait dengan insiden yang terjadi, pihak sekuriti sudah berkoordinasi

dengan stakeholder dan unit-unit terkait seperti polsek, pospol, maupun lanud AD untuk meningkatkan pengamanan. ”Mungkin tadi (kemarin, Red) sudah melihat, saat masuk ke area bandara, di depan gate masuk sudah dilaksanakan random check terhadap kendaraan roda empat maupun roda dua,” terang dia.

Pengetatan pengamanan tidak hanya dilakukan di pintu masuk bandara. Penumpang pesawat yang akan masuk ke area terminal keberangkatan juga tidak luput dari pemeriksaan petugas. ”Meskipun sampai saat ini masih dalam keadaan aman, peningkatan pengamanan masih terus dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan,” terang dia.

Terkait dengan temuan barang di Bandara Ahmad Yani, Agus memastikan bahwa yang ditemukan di sebuah tenant bandara itu bukanlah bom. Dia juga berkoordinasi dengan pihak keamanan bandara, kepolisian, dan TNI. ”Setelah dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan metal detector dan sinar X, barang yang terbungkus kardus itu ternyata seperangkat gulungan kabel elektronik,” papar dia.

Lebih lanjut Agus mengatakan, tim keamanan bandara setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI setempat. Mereka kemudian menghubungi pihak maskapai yang mengirimkan barang tersebut ke Semarang. ”Jadi, setelah maskapai menghubungi pemilik barang, dikonfirmasikan ternyata isi bungkusan tersebut adalah spare part alat berat yang berupa ekskavator. Dibuktikan dengan dibuka di depan pihak keamanan bandara,” terang dia.

Aktifkan Kembali Siskamling

Di sisi lain, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengutuk keras aksi teror bom bunuh diri di

Surabaya. Mewakili warga Kota Semarang, dia menyampaikan rasa dukanya kepada para korban kejahatan kemanusiaan itu. ’’Kita tentu berdoa untuk korban semoga diterima di sisi-Nya. Saya

rasa nggak perlu lagi dilakukan hal serupa di negara ini. Sebab, kita semua adalah saudara,’’ tegas pria yang akrab disapa Hendi tersebut di halaman Balai Kota Semarang, kemarin (14/5).

Hendi berharap pihak kepolisian bisa mengusut tuntas aksi keji bom itu. Dengan demikian, aksi serupa tidak lagi terjadi di tempat yang berbeda.

Lebih lanjut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut mengajak masyarakat Kota Semarang untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Sebagai upaya antisipasi, Hendi meminta jajaran lurah dan camat untuk mengaktifkan kembali giat warga di perkampungan. Misalnya, pos ronda dan sistem keamanan lingkungan (siskamling).

’’Kalau misalnya ada warga baru, didata dan harus dipastikan identitasnya secara jelas. Kalau

nggak mau, bisa dilaporkan ke babinsa, babinkamtibmas, polsek, atau polrestabes. Kalau

kesulitan, laporkan ke Lapor Hendi biar informasi itu kami olah di lapangan,’’ jelasnya.

Perbatasan Diperketat
Kepolisian Daerah (Polda) Jateng terus melakukan upaya terjadinya aksi terorisme dan radikalisme, seperti yang terjadi di Surabaya dua hari berturut-turut. Langkah yang dilakukan adalah memperketat di semua masuk ke wilayah Jateng.

“Jawa Tengah pasca kejadian di Surabaya kita siaga satu. Semua perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur akan dilakukan kegiatan razia untuk mengantisipasi pergerakan masuknya ke Jawa Tengah,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono di Mapolda Jateng, Senin (14/5).

Condro mengatakan, telah menginstruksikan kepada seluruh kapolres di jajaran Polda Jateng supaya terus bersinergi bersama TNI dalam melakukan pengamanan dan pengawasan di objek-objek vital, area publik, dan tempat ibadah yang berpotensi menjadi sasaran teror.

“Kita juga meningkatkan intensitas patroli mulai dari tingkat level terdepan, babinkamtibmas, babinsa, kepala desa sampai RT, RW di lingkungan tempat tinggal. Tujuannya, untuk mengantisipasi adanya orang-orang baru yang dicurigai, sehingga bisa diinfokan kepada kita,” katanya.

Dia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak takut menghadapi aksi terorisme dan radikalisme, seperti yang terjadi di luar Jawa Tengah. Ia mengajak seluruh komponen untuk terus bersatu padu bersama-sama dengan pemerintah, TNI dan Polri. “Kita harus bergandeng tangan, bersatu, tidak ada kompromi terhadap terorisme dan radikalisme. Kita harus terus meningkatkan rasa toleransi,” ujarnya.

Condro menjelaskan, saat ini di 35 kabupaten/kota di Jateng fokus untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Termasuk di markas-markas kepolisian yang ada di jajaran Polda Jateng. “Pengamanan di kantor kepolisian, Mako Polda, Mako Polres, dan Polsek diperketat. Pospol juga menjadi sasaran, sehingga kita tingkatkan kewaspadaannya juga. Kita tegaskan kepada anggota tidak ada yang takut. Kita semua sama-sama bergandeng tangan melawan terorisme,” tegasnya.

Terkait sejumlah pelaku aksi teror berasal dari Jateng, Condro menjelaskan setiap ada pelaku yang berasal dari Jateng, polres setempat telah mendatangi keluarganya. “Kita ambil mapping dan profiling yang bersangkutan,” jelasnya. (hid/sga/mha/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here