33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Gus Yusuf : Pesantren Benteng Radikalisme Teroris

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Munculnya aksi teroris berdampak pada penetapan siaga I di Jawa Tengah. Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH M Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) merespons penetapan itu dengan mendorong percepatan penanganan dini bahaya teroris.

Gus Yusuf menyampaikan belasungkawa atas korban jemaat gereja di Surabaya. Pihaknya mengutuk keras peristiwa itu. Selain itu, Gus Yusuf menyoroti munculnya para bomber perempuan dan anak-anak.

“Saya kira ini memprihatinkan. Bayangkan perempuan dari Temanggung bawa senjata tajam menyerang Mako Brimob, mereka mahasiswa. Dan pelaku di Surabaya adalah perempuan. Ini sungguh darurat,” tandasnya.

Gus Yusuf menegaskan,  pendidikan keagamaan di pesantren menjadi

cara yang efektif untuk membentengi radikalisme dan terorisme. “Kalau hari ini teroris sudah merekrut anak-anak kita, mutlak bagi kita memasukkan anak-anak kita di pesantren. Mereka harus kita didik untuk mendapatkan pemahaman agama yang benar,” tandasnya.

Dalam konteks bela tanah air, imbuh Gus Yusuf, anak-anak juga harus diajarkan  hubbul wathon minal iman yaitu cinta tanah air adalah bagian dari iman.

“Anak-anak jangan cuma sekolah formal saja karena terbukti rohis-rohis di SMU juga banyak yang tertulari paham-paham radikalisme terutama melalui kajian-kajian keagamaan seperti besok di bulan Ramadan,” paparnya.

Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang ini juga mengatakan, generasi muda yang sudah terjebak dalam gerakan teroris dan radikalisme harus direhabilitasi di pesantren. “Mereka harus diselamatkan dan disadarkan,” tegasnya.

Penanganan teroris, imbuh Gus Yusuf, juga harus dilakukan secara bersama-sama. Tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan unsur kekuatan tertentu saja. “Teroris adalah musuh bersama. Teroris adalah musuh semua agama. Perang melawan teroris adalah perang bersama,” paparnya.

Sisi hukumnya, ujar Gus Yusuf, Perppu sebaiknya segera diterbitkan untuk menggantikan RUU Terorisme. Pihaknya mengaku akan memberi masukan ke Fraksi PKB DPR RI untuk segera menyelesaikan RUU Terorisme.

“Kalau payung hukumnya tegas, lalu perangkat kepolisian, BIN, TNI, BNPT bekerja profesional. Didukung semua kekuatan, termasuk semua partai politik, serta melibatkan masyarakat, pendidikan pesantren, saya kira terorisme akan tercerabut sampai akarnya,” pungkas Gus Yusuf. (fth/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Industri Kreatif Terus Tumbuh

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah anak muda beraktivitas di 3/4 Coworking Space yang beralamatkan di Jalan Imam Soeparto No 9, Tembalang, Kota Semarang. Coworking merupakan salah...

Unika dan BCA Hadir di BSB

SEMARANG - Universitas Katolik Soegiyopranoto dan Bank BCA akan segera hadir di kawasan perumahan Bukit Semarang Baru (BSB) City. Kehadiran Unika dan Bank BCA...

Berpolitik Butuh Dukungan Keluarga

RADARSEMARANG.COM - Menjadi politisi menuntut Sugeng meluangkan seluruh waktunya untuk berkutat dengan hal-hal berbau politik. Apalagi, saat ini Jawa Tengah sedang menuju Pilkada Serentak...

Pawai Meriahkan Haul Sultan Fatah

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Haul Sultan Fatah tahun ini digelar cukup meriah. Selain ditandai dengan pawai ta’aruf para pelajar, juga ada khitanan massal. Karnaval yang...

PKL RSUD Geser ke Terminal Dokar

SALATIGA – Sebanyak 14 pedagang kaki lima (PKL) yang setiap hari berjualan di trotoar RSUD Salatiga Jalan Kridanggo, sebagian mulai pindah. Sejak Rabu (30/8)...

Masih Buru Striker dan Kiper

BANDUNGAN – Mulai kemarin, para pemain PSIS menjalani training camp (TC) di Bandungan, Kabupaten Semarang selama tiga hari hingga Sabtu (4/2) besok. TC ini...