33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Wisata Jateng Belum Ramah Difabel

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD meminta agar pemprov melengkapi fasilitas ramah difabel di objek-objek wisata se Jateng. Karena mereka kaum difabel juga harus diakomodir dan berhak mendapat perlakuan sama. Terlebih, sejumlah objek wisata yang eksotis di Jateng masih belum ramah terhadap kaum difabel.

Seperti wisata di kawasan Dieng, Wonosobo, wisata Grojokan Sewu, Karanganyar; wisata Gedongsongo, Kabupaten Semarang, serta berbagai objek wisata lainnya di Jateng. “Masih banyak objek wisata belum ramah kaum difabel. Padahal mereka juga berhak untuk menikmati keindahan wisata di Jateng,” kata Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana.

Ia mencontohkan, wisata Dieng merupakan salah satu wisata unggulan yang ada di Jateng. Tapi untuk sampai lokasi cukup lama dan tak semua orang bisa mencapainya. Karena secara infrastruktur menuju lokasi wisata masih belum bagus dan belum ramah semua kalangan, terutama difabel. “Kami terus mendorong agar infrastruktur ke wisata, ramah semua orang, karena itu objek wisata milik masyarakat Jateng,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, bersama Pemprov Jateng terus menggagas wisata ramah difabel. Dieng harus mendapat perhatian khusus, mengingat potensinya sangat besar. Ia meminta pemprov benar-benar bisa membuat wisatawan betah dan kerasan di Jateng. “Dieng misalnya harus diperbaiki infrastruktur dan dilengkapi dengan home stay yang menarik. Agar wisatawan bisa kerasan dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi B Yudi Sancoyo menyatakan, saat ini pihaknya terus menampung aspirasi terkait raperda desa wisata. Ia mencontohkan, pengelolaan Desa Wisata Ponggok di Klaten sangat bagus dan patut ditiru.  Baginya, bukan karena pesona wisata saja namun juga mengapresiasi kinerja pemerintah desa setempat dalam mengelola wisata di sana. Pihak BUMDes Desa Ponggok mampu menghasilkan pendapatan hingga mencapai Rp 11 miliar per tahun. Bahkan APBDes sebesar Rp 5 miliar. “Dengan jumlah sebesar itu, Desa Ponggok merupakan desa wisata paling kaya di Indonesia. Dan saya kira banyak potensi serupa di Jateng,” ujarnya.

Saat ini DPRD sedang berupaya menyusun Perda tentang Pemberdayaan Desa Wisata di Jawa Tengah. Dengan adanya desa wisata saat ini, dapat menjadikan peluang lapangan pekerjaan kepada anak-anak muda di desa. Apalagi, sekarang ini, anak-anak muda kurang tertarik bertani di desa. (fth/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Keruk Tanah BKT Butuh Waktu Setahun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Proses pembangunan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) saat ini telah memasuki tahap awal. Sejumlah alat berat dan beberapa truk telah beraktivitas di...

Kabar Bunuh Diri Keliru Lokasi

JawaPos.com - Sebuah video tentang pemuda yang bunuh diri sedang viral. Kabar itu menyebar di berbagai grup WhatsApp sejak Selasa, 5 Maret 2019. Dalam...

Perbanyak Bank Sampah, Sulap menjadi Produk Tas

RADARSEMARANG.COM - Tidak hanya mengajak membuang sampah pada tempatnya, Wisanggeni Damar Panuluh juga mengarahkan orang-orang di sekitarnya untuk memilah dan memanfaatkan sampah. Salah satunya...

Diduga Blong, 2 Truk Tabrakan

MAGELANG – Sebuah truk tangki kapasitas 1.600 liter yang diduga membawa minyak kelapa sawit menabrak truk pengangkut pasir di ruas Jalan Palbapang-Magelang, Selasa (4/4)...

Terjang Larangan, Tak Peduli Risiko

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG— Kondisi lalu lintas di Jalan KH Agus Salim dan Kauman cukup krodit. Badan jalan menyempit. Salah satu penyebabnya Pedagang Kaki Lima (PKL)...

BPR Arto Moro Segera Bangun Gedung 10 Lantai

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—BPR Arto Moro Semarang, Kamis (3/5) kemarin, genap satu dasa warsa atau 10 tahun mengabdi, melayani, dan memberi solusi masyarakat Semarang dan wilayah...