30 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Sistem Evakuasi Warga Lereng Merapi Dievaluasi

7 Objek Wisata Ditutup Sementara

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

RADARSEMARANG.COM, BOYOLALI – Letusan freatik Gunung Merapi, Jumat (11/5) tak berpengaruh signifikan terhadap warga, khususnya di Kecamatan Selo. Namun, untuk menghindari hal tak diinginkan, aktivitas pendakian dan sejumlah objek wisata di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) ditutup.

Penutupan itu berdasarkan surat edaran dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi nomor: SE.250/BTNGM/TU/Ren/05/2018. Objek wisata di dalam kawasan TNGM yakni, Tlogo Muncar dan Tlogo Nirmolo, Kaliurang-Pakem, Panguk-Pluyun, Kalikuning-Cangkringan, Sapuangin – Deles, Kemalang Klaten; Jurang Jero, Srumbung, Magelang serta pendakian dari Sapuangin maupun Selo.

Surat yang ditandatangani Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi Ammy Nurwati itu tak menyebutkan batas waktu penutupan objek wisata tersebut. “Kami mendapat surat edaran itu kemarin (Jumat 11/5)),” kata Relawan Jaring Merapi, Mujiyanto, kemarin (12/5).

Menanggapi penutupan tersebut, Akfi Manurung, 22, anggota komunitas pendaki Setapak Canden, Kecamatan Sambi tak kecewa. Sebab, keputusan tersebut dinilai demi keselamatan pendaki.“Saya sebenarnya Sabtu sore (kemarin, Red) mau naik (mendaki Gunung Merapi), tapi, karena masih belum aman, saya putuskan naik Gunung Merbabu,” jelasnya.

Sementara itu, letusan freatik Gunung Merapi sempat menimbulkan kepanikan warga yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) I, yakni Desa Balerante, Desa Tegalmulyo dan Desa Sidorejo. Proses evakuasi dilakukan cukup cepat. Namun, tetap ada evaluasi.

Hasilnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten menilai, sistem evakuasimasih perlu dimatangkan. “Kepanikan warga berhasil sedikit kami redam karena kesiapsiagaan BPBD dan pemerintah desa,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Klaten Nur Tjahjono.

Menurutnya, sistem koordinasi masih perlu ditingkatkan. Kesiapsiagaan jadi poin utama yang harus dimiliki warga, relawan dan pemkab. Nah, letusan freatik Gunung Merapi menjadi media pembelajaran bagi seluruh pihak dalam menghadapi bencana yang datangnya tidak bisa diprediksi. Mengingat, sudah delapan tahun Gunung Merapi tidak meletus.

Namun, Nur tetap mengapresiasi sistem evakuasi warga. Terutama konsep Desa Paseduluran dalam upaya penanganan kebencanaan. Desa Paseduluran yakni persaudaraan yang terdiri dari desa yang memiliki ancaman tingkat tinggi letusan Gunung Merapi dengan desa yang dinilai aman. Desa yang dinilai aman inilah lantas disebut sebagai Desa Penyangga.

Untuk diketahui, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala BPBD Klaten Nomor 26 Tahun 2015 tentang Desa Paseduluran terdapat 13 Desa Asal serta 20 Desa Penyangga. Seluruh Desa Asal merupakan desa di Kecamatan Kemalang yang termasuk KRB III.

“Seperti contohnya yang terjadi kemarin (Jumat (11/5), warga lereng Merapi dari Desa Sidorejo yang terdiri dari dua balita, enam dewasa dan satu manula langsung ke selter Menden, Desa Menden, Kecamatan Kebonarum. Warga Desa Menden pun langsung ke selter untuk menyiapkan segala keperluannya (pengungsi, Red),” jelasnya.

Dirinya berharap, upaya penanganan dari letusan Gunung Merapi dengan konsep Desa Paseduluran bisa diintensifkan lagi. Sebab, bisa menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan sebelum relawan dan tim BPBD Klaten tiba di lokasi penanganan.

Sementara itu, Camat Kemalang Kusdiyono menginformasikan jika situasi di seluruh wilayah Kecamatan Kemalang berangsur-angsur normal sejak Jumat siang (11/5). Meski begitu, pihaknya telah membentuk tim tingkat kecamatan jika sewaktu-waktu Gunung Merapi kembali meletus.

“Sudah kami bagi dalam bentuk tim untuk melakukan koordinasi di desa yang masuk KRB I seperti Desa Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo. Termasuk persiapan armada yang akan digunakan untuk mengevakuasi warga juga telah kita koordinasikan,” ucapnya.

Ditambahkan Kusdiyono, konsep Desa Paseduluran menjadi penanganan darurat yang efektif. Karena desa penerima pengungsi dapat mempersiapkan fasilitas umum guna menampung pengungsi dari Kecamatan Kemalang. (wid/ren/wa/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

DPP Gerindra Dukung Penuh Mirna

KENDAL- Calon Bupati Kendal nomor urut 2, Mirna Annisa, mendapat dukungan penuh dari pengurus di tingkatan DPP dan DPD Partai Gerindra. Sosok Mirna...

Jalan Wolter Monginsidi Membahayakan

Dengan selesainya pelebaran dan pembetonan Jalan Wolter Monginsidi, kami warga sekitar jalan menjadi tidak nyaman karena belum adanya fasilitas bagi pejalan kaki. Ini sangat...

DPRD Cilacap Belajar Pengelolaan Terminal

TEMANGGUNG- Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap mengadakan kunjungan kerja di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung, Selasa (21/2). Rombongan yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Cilacap...

Calhaj Kota Semarang Dibagi 6 Kloter

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sebanyak 1.919 jamaah calon haji (calhaj) Kota Semarang akan bertolak ke Tanah Suci yang dibagi dalam 6 kelompok terbang (kloter). Yakni,...

More Articles Like This

- Advertisement -