PPKn Penangkal Ketidaksopanan Anak

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – DIAKUI atu tidak, kini budaya sopan santun anak sudah semakin luntur. Di lingkungan keluarga, anak tidak lagi berpamitan berangkat ke sekolah dengan mencium tangan orang tua. Anak kurang menghargai orang tua. Anak tidak bisa menggunakan bahasa halus (kromo/jawa) jika berbicara  dengan orang yang lebih tua. Anak berpakaian seolah-olah tidak memperhatikan tata krama berbusana yang santun, dan lain sebagainya.

Lunturnya sopan  santun di kalangan anak-anak saat ini sudah tampak di semua lingkungan baik di kota maupun di desa. Baik di keluarga yang berekonomi atas maupun keluarga yang berekonomi bawah. Jika dicari penyebab lunturnya sopan santun tersebut di atas memang banyak faktor yang mempengaruhinya. Antara lain, kurangnya keteladanan dari lingkungan keluarga/orangtua dan sekolah/guru, serta banyaknya contoh sikap kurang baik yang ada di berbagai media /televisi.

Di lingkungan keluarga, keteladanan luntur, salah satu sebabnya adalah komunikasi yang kurang baik antara orangtua dan anak. Komunikasi kurang baik ini disebabkan oleh berbagai faktor. Antara lain, kurang harmonisnya hubungan ayah, ibu dan anak; kurang terbukanya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak, serta yang banyak terjadi karena orangtua yang sibuk bekerja mencari nafkah.

Di lingkungan masyarakat desa terlebih kota, banyak dijumpai sikap atau tingkah laku  kurang baik yang justru ditiru olah anak-anak. Karena memang waktu anak yang paling banyak adalah berada di lingkungan keluarga dan masyarakat.  Saat ini, masyarakat mempengaruhi anak dapat secara langsung bertatap muka  maupun tidak langsung melalui media informasi/komunikasi. Seorang anak dapat memperoleh informasi apapun hanya lewat handphone (HP) yang fasilitasnya sangat lengkap. Lewat HP anak bisa berkomunikasi dengan temannya menggunakan bahasa yang jelek, kasar, jorok, porno dan lain-lain.

Lemahnya sopan santun anak-anak ini merupakan tanggung jawab semua pihak. Baik keluarga, maupun pemerintah melalui sekolah dan masyarakat. Di lingkungan sekolah telah diajarkan melalui keteladanan dan pembelajaran yang positif tentang pergaulan anak yang baik, terutama tentang sopan santun. Yakni, pada mata pelajaran PPKn.  Di kelas 7 semester ganjil tepatnya Bab 2 dengan judul  Norma dan Keadilan. Di bab ini dibahas  materi tentang norma kesopanan. Di sini, guru mapel PPKn harus mempunyai strategi pembelajaran yang baik dan metode yang tepat, sehingga pembelajaran topik kesopanan ini bisa diterima efektif oleh anak didik.

Model yang tepat ketika membahas sopan santun ini, antara lain bisa menggunakan model pembelajaran berbasis permasalahan (Problem based learning). Langkah-langkah yang dilakukan, antara lain: Pertama, guru menyajikan permasalahan kepada peserta didik yaitu tentang lunturnya sopan santun di lingkungan  masyarakat, Kedua, guru memfasilitasi peserta didik untuk memahami permasalahan nyata di dalam masyarakat tentang lunturnya sopan santun, yaitu apa yang mereka ketahui, apa yang perlu mereka ketahui, dan apa yang perlu mereka lakukan untuk menyelesaian  masalah tersebut.

Ketiga, guru membimbing peserta didik melakukan pengumpulan data melalui berbagai macam cara untuk menemukan berbagai alternatif penyelesaian masalah di masyarakat, yaitu mesalah sopan santun Keempat, guru membimbing peserta didik untuk menentukan penyelesaian masalah yang paling tepat dari berbagai alternatif pemecahan masalah yang peserta didik temukan, peserta didik menyusun laporan hasil penyelesaian masalah tentang sopan santun yang luntur di masyarakat Kelima, guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap proses penyelesaian masalah  yang dilakukan oleh siswa.

Sedangkan metode yang tepat dalam pembelajaran materi sopan santun adalah metode diskusi, metode tanya jawab, dan metode bermain peran.

Nah, peran dan keberhasilan guru PPKn dalam pembelajaran tentang materi sopan santun  ini akan tampak hasilnya dengan melihat secara langsung yang dilakukan anak di sekolah  dan jangka panjangnya ketika anak tersebut dewasa dan mengajarkan kesopanan yang sama kepada anak-anaknya kelak. Harapannya, generasi Indonesia mendatang akan semakin sopan santun  dan baik. Semoga. (igi1/aro)

Guru PPKn di SMP Negeri 4 Tengaran

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -