33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Pengusaha Kuliner Harus Peduli Kesehatan Konsumen

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Pengamat Kuliner Jateng, Sarah Siti Kawiryan Wiryono menilai, terkait fenomena tersebut memang sudah bagian dari pengaruh kota besar dan budaya luar negeri. Namun demikian, perempuan yang akrab disapa Nanan Wiryono ini, menyarankan pengusaha kuliner sekarang tetap harus bisa peduli terhadap kesehatan masyatakat/konsumen. Selain itu, harus memperhatikan apa yang akan dijual untuk dikonsumsi masyarakat.

Pendiri sekaligus Owner sekolah masak WL Home Kitchen Semarang ini, menyarankan para penjual atau pengusaha makanan dan minuman memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) tersendiri. Misal saat melakukan penambahan rasa ditawarkan langsung ke konsumen.

“Sama halnya saat konsumen meminta dilakukan penambahan topping rasa, dimana tingkat rasanya ditawarkan terlebih dahulu ke masyatakat sebagai konsumen. Jadi bisa diperkirakan, kalau manis jangan sampai berlebihan,” kata Nanan Wiryono.

Alangkah baiknya kuliner sekarang mengacu pada makanan sehat. Dari pengamatannya, kuliner di Semarang sekarang sudah mulai maju, karena sudah mulai banyak penjual makanan saat memproses bisa dilihat langsung oleh konsumen.

“Pengusaha kuliner juga perlu memberikan edukasi ke masyarakat, bukan hanya prioritas keuntungan semata,  melainkan juga kesehatan konsumen diperhatikan,” kata artis sinetron Ninok Wiryono ini.

Namun demikian, ibu dari Nasya, Noel, Clara, dan Sean ini, mengatakan, dari pengamatannya inovasi kuliner di Semarang masih cenderung copy paste. Ia mencontohkan, seperti penyediaan cemilan kentang goreng ditambah bumbu bawang. Padahal, lanjut Nanan, seharusnya inovasi sudah mulia digunakan dengan konsep Gastronomi, karena kuliner itu mencakup segala aspek penilaian, integritas dan martabat suatu bangsa serta corak identitas penting pada masyarakat dunia era pasca modern.

“Konsep Gastronomi itu adalah sebuah ilmu mengenai hubungan makanan dan seni budaya dimana ilmu tersebut secara holistik menjadi satu kesatuan proses yang dimulai dari mencari sejarah, memilih bahan baku, persiapan sebelum memasak, proses memasak, penyajian dengan memperhatikan kandungan gizi,”jelasnya.

Untuk idealnya, dikatakan Nanan, kuliner sekarang harus lebih maintenance, maka setiap kuliner harus bisa konsisten enak setiap saat, karena menurutnya membuat restoran dan kafe mudah, hanya saja untuk menjaga konsistensi produknya yang susah. Terkait trend serba manis menurutnya, tidak lepas dari peran pengusaha dan konsumen itu sendiri.

“Ibarat kita datang ke restoran A, kemudian memasak makanan pisang crispy toping, pertama datang rasanya enak, namun 3 bulan berikutnya belum tentu sama. Maka dari itu perlu menjaga konsistensi produk,”ungkapnya. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Eduard Tjong Siap Mundur

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Juru taktik Persik Kendal, Eduard Tjong merasa gagal dalam menukangi tim berjuluk Laskar Bahurekso yang saat ini masih terpuruk. Oleh karena...

Persenjataan TNI Digelar di Simpanglima

SEMARANG–Sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) milik TNI, kembali dipamerkan di kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang sejak Sabtu (30/9) kemarin hingga hari ini,...

BJL Tantang Timnas Futsal

SEMARANG - Tim futsal BJL 2000 AM Shiba akan memulai serangkaianuji coba sebagai salah satu persiapan menghadapi Pro Futsal league (PFL) 2017. Rencananya mendapatkan...

Pantai Wates Tercemar

RADARSEMARANG.COM, REMBANG – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR), untuk memecahkan persoalan terhadap pencemaran Pantai Wates, Kaliori. Pasalnya dampak dari...

Mimpi Modal Kesuksesan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Teruslah bermimpi, karena mimpi indah adalah jalan menggapai kesuksesan. Itulah pesan perwakilan orang tua Bayu Sulistianto, saat Pelepasan dan Pentas Seni KB-TK...

AC Sharp Jepang, Hanya Rp 2.399.000 Per-Unit

HOMETECH 2017, pameran tematik ke-35 kalinya menampilkan AC Turbo Cool series terbaru dari Sharp bergaransi Kompresor 10 tahun dan berpredikat 4 bintang untuk EER...