33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Disway Hadir Jelang Sahur

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

>>> Yudex, 11 Mei 2018:

Sebenarnya saya berharap di akhir tulisan disertakan foto mendiang gadis cantik sekali itu. Biar saya tahu ‘cantiiiiiik sekali’ versi disway seperti apa.

Komentar Disway:

Foto-foto wanita muda Mongolia itu sebenarnya sudah saya siapkan. Yang cantiiiiik sekaliiiii itu. Tapi, saya pikir, apakah Via Vallen tidak cemburu? Kalau ada yang bisa menjamin bahwa dia (bukan a) tidak akan sewot jangankan fotonya. Tulang-tulang berserakannya pun sudah saya siapkan.
>>>> Saeful, 11 Mei 2008:

Dengan tulisan tentang Mahathir berarti disway terinspirasi seperti Mahathir di 2019? Hahahahaha semoga.

Komentar Disway:

Tentu saya tidak bisa melarang komentar seperti dari Bung Saeful. Saya lihat juga banyak komentar senada. Dari pembaca lainnya. Terus terang saya risi membaca komentar seperti itu. Waktu membacanya pun mata saya, saya picingkan. Agar tulisannya tidak terlalu jelas. Hahaha….

Baiknya komentar sejenis itu dikirim via email saja. Agar tidak terbaca di disway.id Takut saya (uh! penakut!) banyak yang salah paham. Dikira disway ini untuk tujuan politik: misalnya untuk membangun koalisi Pakatan Harap-Harap Cemas.
Nanti umur disway bisa tidak panjang. Padahal sudah terlanjur terlalu banyak yang mau ikut sampai umur 92 tahun.

Mohon maaf. Ampuuun…patik tuanku. Apalagi menjelang Ramadhan. Ampunilah kesalahan saya.

Eh, ternyata banyak yang minta selama Ramadhan nanti disway terbit jam 03.00. Untuk teman sahur. Saya setuju. Saya siap. Disway sudah mengatakan, HOWGH.

>>>>

Nur Rochemat@gmail.com, May 12, 2018:
Menurut Bapak ide saya ini benar apa nggak sih. Kan gini. Banyak brosur di mall. Atau di mana mana. Selalu pamer iklan smart city. Lha saya kok punya ide bangun smart village. Udah terlanjur invest di dua lokasi. Udah keluar dana. Setara dua puluh convero Pak.

Komentar Disway:

Tergantung tujuannya. Kalau tujuan Bung Nur untuk bisnis (cari uang cepat) tentu sebaiknya dua puluh convero itu dijual saja. Untuk bisnis lain. Tapi kalau tujuan Bung Nur untuk sosiopreuneur lain lagi. Berarti Bung Nur punya idealisme yang kuat untuk membangun desa. Ide yang luar biasa. Anak-anak desa jadi ikut smart. Bisa mengalahkan anak kota. Di situlah saatnya tidak ada perbedaan lagi desa-kota.

Kisah sukses smart village terjadi di banyak negara. Misalnya di Tiongkok. Banyak desa di pegunungan (Yunnan, Guizhou) yang kekurangan penduduk. Pada lari ke kota. Akibatnya banyak sekolah kekurangan murid. Ada sekolah yang muridnya tinggal 5. Kalau tiap pelajaran diberi guru maka akan lebih banyak guru daripada murid.

Akhirnya desa seperti itu dijadikan smart vellage. Semua pelajaran lewat internet. Murid asyik. Diberi komputer. Guru datang sesekali saja. Dari kota.

Anda bisa mengkaitkan smart vellage Anda dengan pendidikan. Tapi apakah Anda ahli di bidang mata pelajaran tertentu. Smart vellage seperti itu biasanya dibangun oleh seorang guru yang hebat.

Di India ada guru matematika yang murid onlinenya 70 juta. Bayangkan berapa ribu kelas.

Ada kisah sukses lainnya. Desa itu memiliki produk pertanian tertentu. Dibangunlah smart village. Dikaitkanlah produk desa itu dengan pasar di kota. Sukses sekali.

Tapi sukses tidak datang begitu saja. Idealismenya: orang itu lahir di desa itu. Miskin sekali. Lalu sukses. Di kota. Ingin membangun desanya. Lewat keahlian manajemennya. Diajarinya penduduk desa. Dengan sabar. Harus menanam apa. Dengan cara bagaimana. Dan seterusnya. Kerja keras sekali. Jadi ia kerja keras. Lalu sukses. Idealismenya tidak hilang. Lalu kerja keras lagi. Sukses lagi.

Jadi ia sukses dulu sebelum membangun smart vellagenya. Tidak ada sukses tiba-tiba. Kecuali yang bisa menemukan harta karunnya Forrest Fann di Rocky Mountain. Atau jadi tukang santet di berbagai Pilkada.(dis)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pencarian Fauzan Temui Jalan Buntu

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Tim Search and Resque (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal bersama warga masih melanjutkan pencarian terhadap Muhammad Fauzan, 9, warga...

Mengenal Red Car Community of Indonesia Chapter Semarang

Para pencinta mobil warna merah Kota Atlas tergabung dalam Red Car Community of Indonesia (RCCI) Chapter Semarang. Mereka memilih mobil merah karena dianggap berani,...

Magang Guru Produktif, Upaya Tingkatkan Profesionalisme

RADARSEMARANG.COM - DUNIA kerja saat ini dan yang akan datang membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya memiliki kemampuan teoritis semata. Melainkan, juga...

Perbaiki Lampu, Sutikno Derita Luka Bakar

SEMARANG — Nasib nahas menimpa Sutikno, 42, warga Gubug Kabupaten Grobogan. Maksud hati ingin mengganti lampu sorot papan nama Rumah Makan (RM) Lombak Idjo...

Berbahan Serutan Kayu, Hasilnya Mirip Kolase

RADARSEMARANG.COM - Apa jadinya jika limbah kayu seperti serbuk dan serutan kayu berada di tangan-tangan orang-orang kreatif? Pasti akan memunculkan satu kreasi bernilai ekonomi...

Hujan Perdana Bawa Korban

MAGELANG—Sejumlah warga di Kampung Sangubanyu Utara RT 01/RW 12, Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, menjadi korban petir disertai hujan deras. Untuk diketahui, setelah...