Belajar Bernyanyi dengan Teknik Solfegio

spot_img

RADARSEMARANG.COM – SENI musik adalah salah satu hasil karya seni yang diekspresikan melalui keindahan bunyi atau suara baik dalam bentuk hasil karya musik instrumental maupun dalam bentuk hasil karya musik vokal. Seni musik vokal adalah keindahan suara yang diekspresikan menggunakan suara manusia atau sering disebut olah vokal dalam  bernyanyi, bersenandung atau bersiul.

Pada umumnya bernyanyi itu banyak diminati anak-anak, remaja atau orang dewasa, karena dapat memberikan hiburan atau perasaan  yang menyenangkan. Namun yang dijumpai di sekolah banyak siswa yang kurang berminat untuk bernyanyi, dengan alasan suaranya jelek, tidak bisa merdu, tidak bisa tinggi atau fals bahkan intonasi yang kurang tepat

Pada pembelajaran seni budaya, misalnya beberapa siswa merasa enggan atau kurang berminat dalam bernyanyi atau kalau diminta presentasi dalam penilaian kurang menunjukkan hasil yang maksimal. Beberapa kesulitan yang dialami para siswa, di antaranya kesulitan dalam memahami makna lagu, pencapaian nada-nada yang tinggi, warna suara yang tidak jelas, pernapasan yang pendek, serta ekspresi atau interpretasi yang  kurang percaya diri.

Baca juga:   Mengenal Malaikat dengan Metode Coret lima

Untuk mengatasi permasalahan ini bagaimana guru dapat mengubah atau memberikan motivasi kepada para siswa agar mereka bisa tertarik dan sekaligus dapat menggali potensi yang terpendam dan mampu merubah paradigma belajar bernyanyi itu sulit karena tidak berbakat menjadi bernyanyi itu sangat menyenangkan.

Teknik dasar dalam bernyanyi ada beberapa  hal yang perlu diperhatikan, yakni pernapasan, artikulasi, intonasi, resonansi, phrasering dan ekspresi. Salah satu teknik yang dapat diterapkan dalam bernyanyi atau olah vokal adalah teknik Solfegio. Artinya adalah latihan kemampuan pendengaran atau ketajaman pendengaran musik. Baik ritmik maupun ketapatan nadanya.

Menurut Stanly yang dikutip Sumaryanto(2005-40),dikatakan bahwa Solfegio adalah yang mengacu pada menyanyikan tangga nada, interval nada, dan latihan-latihan melodi dengan sillaby Zolmization, yaitu dengan menyanyikan solmisasi (do,re,mi,fa,) dan kemudian dikembangkan  dengan menempatkan huruf vocal (a…i…u…e..o..) sebagai ganti solmisassi.

Solfegio juga dapat diartikan sebagai ilmu dalam memahami interval musik dan notasi, yang bertujuan memberikan pemahaman tentang jarak nada satu dengan yang lain dengan cara menyanyikan berbagai macam  notasi yang berbeda-beda.

Baca juga:   Pembelajaran Klasifikasi Tumbuhan melalui Wade Game

Teknik Solfegio harus dilatihkan berulang-ulang secara terus- menerus sampai kemampuan yang diinginkan berhasil. Solfegio yang akan diajarkan adalah melalui proses belajar atau melatih kemampuan pendengaran agar peka dalam mengucapkan/membidik/menebak pitch atau tinggi nada yang kita dengarkan dengan tepat dan benar. Sebagai contoh, guru memainkan piano dengan nada: do-re-mi-fa-sol-mi-do. Kemudian siswa dalam proses mendengarkan secara berulang. Tahap berikutnya siswa menirukan dengan pitch yang sama dengan suku kata ma-ma-ma-ma-ma-ma-ma. Demikian secara berkelanjutan bisa menggunakan notasi yang berpindah nada dasar serta ucapan /suku kata yang berganti.

Kesimpulan dari penulis bahwa teknik Solfegio dalam musik vokal dapat diterapkan dalam  belajar bernyanyi pada siswa di sekolah secara perorangan atau kelompok, sehingga mampu meningkatkan potensi siswa dan menggali bakat alam atas anugerah Tuhan yang diberikan. (igi1/aro)

Guru SMP Negeri 2 Salatiga

Author

Populer

Lainnya