25.8 C
Semarang
Kamis, 22 April 2021

SMP N 17 Terima 52 Penghargaan Internasional

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pameran kartun internasional bertajuk World Book Day Cartoon Exhibition 2018 bekerjasama dengan Gold Pencil dan Union of World Cartoonists (UWC) di halaman SMP 17 Semarang, mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) dengan kategori penghargaan internasional terbanyak dalam setahun.

Tercatat, SMP N 17 Semarang mengoleksi sedikitnya 52 penghargaan internasional dalam setahun terakhir. Penghargaan tersebut terdiri dari kejuaraan kontes finalis dan partisipasi pameran kartun internasional.

“Pertama bangga. Prestasi anak-anak buah dari ketulusan dari para guru,” kata Kepala SMP N 17 Semarang, Hariyanto Dwiyantoro, Sabtu (12/5).

Hariyanto berharap, capaian ini bisa mengangkat nama SMP 17. Sekaligus menjadi motivasi untuk lebih aktif berkontribusi untuk masyarakat.

Direktur dan Pendiri Leprid, Paulus Pangka mengatakan, SMP N 17 sudah melangkah cukup jauh. Sebelum memutuskan untuk memberikan sertifikat rekor, pihaknya melakukan riset terlebih dahulu. Ia menghitung ada 51 penghargaan kartun internasional yang diraih SMP N 17.

“Kami searching di internet. Belum pernah ada yang mencatat rekor dunia penghargaan kartun. Sekolah manapun belum ada. Bahkan perguruan tinggi sekalipun. Ini luar biasa,” katanya.

Menurut Paulus, SMP N 17 merupakan sekolah pinggiran dengan beragam prestasi. Sekolah tersebut bahkan sempat dikunjungi megabintang sepakbola David Beckham.

“Kami bangga sekali atas capaian SMP N 17. Harapan kami, prestasi ini bisa dipertahankan. Pengembangan pribadi siswa juga tak hanya berhenti di sini. Mereka bisa menjadi duta di sekolah lain di mana mereka masuk,” ujarnya.

Sementara itu, pendiri Gold Pencil Sekaligus Perwakilan UWC Indonesia, Jitet Koestana mengatakan, pengembangkan kartun di SMP N 17 merupakan bentuk kaderisasi kartunis di Kota Semarang. Ia memilih pelajar SMP karena masih muda dan mudah diarahkan.

“Mau tidak mau yang tua akan mundur. Akan hilang. Kalau tak ditumbuhkan, kartunis akan hilang. Biar tidak putus generasinya,” katanya.

Pemegang rekor MURI dengan penghargaan kartun internasional terbanyak itu berharap ada banyak kartunis baru yang lahir di SMP N 17. Ia juga berharap agar SMP lainnya mengikuti.

“Saya sekarang sudah mengoleksi 160 prestasi internasional. Indonesia jangan mengandalkan saya. Ayo yang muda maju bersama-sama,” ajaknya.

Prestasi di bidang seni kartun SMP N 17 juga mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kota Semarang. Kasie Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Sutarto bahkan akan memfasilitasi pengembangan seni kartun melalui lomba kartun dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kota Semarang.

Menurutnya, prestasi SMP N 17 cukup mengejutkan bagi warga Kota Semarang. Itu semua tak lepas dari manajemen sekolah dan para guru yang berjiwa besar membimbing kreativitas siswa.

“Di dinas ada FLS2N. Tahun 2018 memang kita programkan untuk lomba kartun tingkat Kota Semarang. Provinsi dan nasional kita nunggu. Kita punya tokoh dan figur kartun yang bisa menularkan ke sekolah lain,” ujar Sutarto. (tsa/zal)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here