BRT Koridor VII Lewati Johar MAJT

  • Bagikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengoperasikan BRT koridor VII pada 15 Mei mendatang. Koridor ini memiliki rute dari Terminal Terboyo menuju balai kota melewati Jalan Woltermonginsidi.

Plt Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, menjelaskan, koridor ini nantinya juga akan memasuki ke Pasar Johar relokasi di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Sehingga memudahkan warga yang hendak menuju Pasar Johar relokasi.

“Hari ini (kemarin, Red) kita sosialisasikan kepada pemangku wilayah untuk menginformasikan kepada warga. Nanti tanggal 15-16 Mei kita akan gratiskan juga, sehingga masyarakat bisa mencoba,” jelasnya saat sosialisasi operasional BRT Koridor VII di Kantor Kecamatan Genuk, Jumat (11/5).

Dijelaskan, hingga launching nanti, para sopir dan petugas terus diberikan pemahaman mengenai rute dan menghafalkan titik-titik shelter. Diharapkan, ketika diluncurkan dari Balai Kota Semarang oleh wali kota nanti. Para sopir sudah bisa langsung menjalankan tugas dengan baik, melayani warga Kota Semarang. “Kesiapannya sudah mencapai 100 persen. Akan ada 15 unit armada yang beroperasi di koridor VII ini,” terangnya.

Rute dari BRT Koridor VII ini dari Terminal Terboyo-Woltermonginsidi- Arteri Soekarno Hatta-Johar relokasi- Bubakan-Kota Lama- Pemuda- Balai Kota- Tugu Muda- Imam Bonjol- Stasiun Tawang- Kota Lama- Bundaran Bubakan- Arteri Soekarno Hatta- Relokasi Pasar Johar- Arteri- Woltermonginsidi dan Kaligawe.

Camat Genuk Ali Mukhtar mengatakan, kehadiran BRT melalui Jalan Woltermonginsidi sudah dinantikan warga. Ia berharap, dengan beroperasinya koridor VII warga semakin mudah dalam mobolitasnya.  “Meskipun ada beberapa penolakan mengenai shelter,” ujarnya.

Siti Rubiatun, 48, warga Karangroto menyambut baik adanya BRT yang melalui kecamatan Genuk. Ia menilai, kegiatannya sehari-harinya akan lebih mudah, karena tidak perlu beberapa kali oper angkutan ketika hendak bepergian. “Kadang harus umbal dua kali. Tapi, kalau ada BRT melihat rutenya seperti ini, kayaknya nggak perlu pindah-pindah kendaraan. Terus juga lebih murah,” ujarnya bahagia.

Senada Siti Kipyah, 35, juga merasa terbantu. Terlebih, sebentar lagi anaknya akan melanjutkan sekolah di daerah Bangetayu. Sehingga adanya BRT dinilai cukup memudahkan anaknya menuju ke sekolah. “Anak saya ini lulus SMP. Nanti mau lanjut di sekolah daerah Bangetayu. Kan Bisa naik BRT saja. Apalagi katanya kalau anak sekolah cuma seribu,” ungkapnya. (sga/aro)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *