33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

TPA Blondo Overload, Pemkab Siapkan Lahan Baru

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ratusan ton sampah hasil produksi di Kabupaten Semarang saat ini menjadi persoalan tersendiri. Ditambah dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah tidak memungkinkan untuk menampung.

Bupati Semarang Mundjirin mengatakan saat ini jumlah produksi sampah di Kabupaten Semarang mencapai 200 ton perhari. Pihak investor membutuhkan suplay sampah 300 ton perhari. Karenannya, Pemkab Semarang akan mencoba menggandeng wilayah lain seperti Kota Salatiga untuk mampu memenuhi kuota sampah apabila akan diolah.

Terkait lokasi TPA Blondo, lanjutnya, memang sudah tidak relevan. Dijelaskan Mundjirin, saat ini Pemkab Semarang sudah membidik lokasi lain untuk dijadikan TPA Baru. seperti halnya di wilayah Kecamatan Pabelan.“Pengganti lahan TPA Blondo masih kita cari. Beberapa alternatif lahan sudah kita peroleh seperti di Kecamatan Pabelan,” tuturnya.

Adapun persyaratan lahan untuk dijadikan TPA yaitu memiliki akses transportasi yang baik. Permasalahan di TPA Blondo yaitu lebih ke akses transportasi. Dimana akses transportasi untuk ke TPA Blondo harus melalui pemukiman penduduk.selain itu, akses jalan menuju TPA Blondo juga cenderung sempit.

Pemilihan lahan TPA yang baru yaitu di Pabelan nantinya bisa mengurangi kuota sampah di TPA Blondo. Akses untuk menuju lahan tersebut, lanjutnya, juga tidak terlalu sulit. “Kalau lahannya terlalu jauh dari akses jalan maka itu juga menjadi pertimbangan kita,” tuturnya.

Solusi lain, Pemkab Semarang saat ini juga tengah menjajaki kerjasama dengan investor asal Malaysia untuk melakukan pengolahan sampah.“Kondisi TPA Blondo semakin lama-semakin penuh,” kata Mundjirin.

Sampah yang menumpuk di TPA tersebut nantinya akan diolah menjadi sumber energi listrik. Ia mencontohkan kondisi TPA Blondo di Kecamatan Bawen. Jumlah sampah yang kian menumpuk belum dilakukan pengelolaan dengan baik.

Melalui kerjasama tersebut, nantinya listrik yang diakibatkan dari pengelolaan sampah akan dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat khususnya untuk dunia industri.“Seperti industri di Pringapus dan Tengaran itu bisa dialiri listrik dari pengelolaan tersebut,” katanya.

Dan jika kerjasama dengan investor Malaysia tersebut akan berjalan pengolahan sampah tetap akan dipusatkan di TPA Blondo. Menurut Mundjirin lokasi TPA Blondo sangat strategis. Berada di tengah dan mudah untuk dijangkau wilayah lain.“Setelah ini (kerjasama) jadi, pihak Malaysia akan melakukan pembebasan tanah di sekitar Blondo untuk langsung membangun tempat pengolahan tersebut,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...