Iswar Aminuddin (Dok)
Iswar Aminuddin (Dok)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, tahun ini telah menyiapkan dana untuk pengadaan sensor kelendutan jembatan yang rencananya akan dipasang di Jembatan Kaligarang.

Kepala DPU Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan, di Jembatan Kaligarang nantinya akan dipasang dua  sensor untuk mengukur kelendutan jembatan. Saat ini proses pengadaan sudah masuk di bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP). “Rencananya Agustus nanti sensor tersebut bisa dipasang,” kata Iswar.

Iswar menjelaskan, pemasangan sensor di Jembatan Kaligarang dilakukan sebagai bentuk monitoring jembatan serta sebagai langkah antisipasi ambrolnya jembatan. Apalagi usia jembatan tersebut hampir 20 tahun. “Ini sebagai langkah antisipasi, untuk pengadaan alat sensor ini satu alatnya dihargai sekitar Rp 500 juta,” jelasnya.

Sistem kerja sensor dari getaran jembatan yang kemudian dikirim ke sistem yang ada. Dari data yang didapat, DPU bisa mengawasi elastisitas elastomer atau karet penyangga jembatan.  “Dua sensor ini dipasang untuk memperlihatkan getaran dan krek jembatan, sehingga kita bisa melakukan langkah antisipasi dan melihat kekuatan jenbatan,” jelasnya.

Jembatan Kaligarang sendiri menjadi prioritas karena menjadi akses utama warga, ditambah banyaknya truk bermuatan berat seperti truk sampah yang akan menuju ke Jatibarang. “Sebelumnya juga Dinas PU sudah melakukan penelitian terhadap kondisi Jembatan Kaligarang yang melibatkan tim ahli dari Universitas Diponegoro,” tandasnya.

Total jembatan yang menjadi wewenang Pemerintah Kota Semarang, dari data yang ada sekitar 300 jembatan. Dari angka tersebut jembatan yang memiliki besar dan memiliki aksesbilitas yang tinggi hanya beberapa saja, seperti Jembatan Kaligawe, Citarum, Lemah Gempal, Tugu Suharto, Tinjomoyo dan Jembatan Kaligarang. “Kalau umur jembatan itu relatif, yang jadi persoalan adalah elastomer atau karet penyangga yang ada di jembatan,” terangnya.

Jika karet atau elastromen aus atau tidak elastis, maka harus segara diganti. Jika tidak tentu akan membahayakan masyarakat karena konstruksi jembatan labil. “Pergantiannya tidak bisa sembarangan.  Untuk pergantian elastomer juga ada alat dan tenaga ahli khusus,” pungkasnya. (den/zal)