33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Usai Ngamar Tak Dibayar, Curi Motor

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nekat mencuri sepeda motor merk Yamaha Mio, seorang anak di bawah umur berinisial NW, 14, dijebloskan ke jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita, Bulu.

Saat ini, kasusnya sudah masuk pemeriksaan terdakwa dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Cukup ironis. Alasan NW mencuri karena korban (pemilik motor) tidak memberi uang setelah berbuat asusila dengannya, bahkan NW juga tidak diantar pulang oleh korban.

Kronologisnya bermula pada 30 April 2018 lalu di kawasan Polder Tawang, Semarang. Saat itu, NW dirayu kedua korban Dermawan dan Fauzi. Akhirnya terjadi kesepakatan memboking NW, dengan iming-iming akan diberi sejumlah uang. Kemudian kedua korban membawa pelaku ke Hotel Kudus, Jalan Imam Bonjol, Semarang.

Setelah melakukan tindakan asusila, terdakwa NW meminta untuk diantar pulang, namun korban tidak bersedia, dengan alasan masih mengantuk dan ingin tidur terlebih dahulu. Namun begitu bangun tidur sepeda motor korban (Mio), yang masih kredit raib.

Setelah itu, sekitar 2 minggu kemudian NW yang merupakan warga Semarang Utara ini, langsung menyerahkan diri ke Polsek Semarang Utara didampingi orangtuanya, Akibat kasus itu, terdakwa NW dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Fitri dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian.

“Sebenarnya kasus itu terjadi bukan kesalahan klien kami, melainkan minimnya pengawasan orang tua, karena kedua orangtuanya tidak memberikan kasih sayang yang lebih,” kata kuasa hukum NW, Putro Satuhu, usai sidang, Selasa (8/5).

Atas kasus itu, pihaknya berharap jaksa bisa menuntut terdakwa untuk kembalikan ke orang tua. Apalagi menurutnya, dalam kasus itu merupakan kategori pidana anak dan sepeda motor korban tidak hilang dijual, melainkan sudah diserahkan ke korban.

“Begitu membawa sepeda motor tersebut, NW pergi ke Purwodadi selama 2 minggu, dia (NW,red) ngamen sembari membawa motornya, kemudian begitu sudah sampai di Semarang menyerahkan diri,” jelasnya.

Dalam persidangan pemeriksaan terdakwa, dikatakan Putro, bahwa dalam kesaksiannya, NW merasa iri, karena orangtuanya hanya sayang kepada kakaknya saja. Kemudian orangtuanya juga dalam kondisi ekonomi pas-pasan.

“Memang dia (NW,red) juga ingin punya motor, tapi ekonomi orang tua biasa saja, yang jelas motor itu sudah dititipkan ke penyidik, bukan dilarikan total,”sebutnya.

Menanggapi kasus itu, Kordinator II Forum Peduli Hukum dan Keadilan (FPHK), Okky Andaniswari berharap

terdakwa NW benar-benar diperlakukan secara manusiawi dengan memperhatikan kebutuhan sesuai dengan umurnya, kemudian dipisahkan dari tahanan orang dewasa, serta memperoleh bantuan hukum dan bantuan lain secara efektif.

“Kemudian memperoleh keadilan di muka pengadilan anak yang objektif, tidak memihak, dan dalam sidang yang tertutup untuk umum, serta tidak dipublikasikan identitasnya,” katanya.

Pihaknya berharap kedua korban juga diusut atas kelakuannya yang nekat melakukan tindakan asusila dengan anak di bawah umur. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Akan Buka Lagi setiap Minggu Pagi

RADARSEMARANG.COM - KOMUNITAS Generasi Pesona Indonesia (GenPI) membantah jika Pasar Semarangan Tinjomoyo disebut mangkrak. Pasar ini tidak buka sementara lantaran sedang dilakukan evaluasi dan...

Pemdes Pertanyakan Syarat Bangun PKBM

WONOSOBO - Peningkatan partisipasi pendidikan masyarakat melalui kejar paket A, B, dan C masih susah direalisasikan di tingkat desa. Salah satu kendalanya, belum ada...

Reading Tracing Optimalkan Penilaian Diri Siswa

RADARSEMARANG.COM - MEMBACA adalah langkah terpenting dalam setiap memulai suatu kegiatan, khususnya belajar. Hal ini dapat dikaitkan dengan kisah Rasulullah SAW ketika mendapatkan wahyu...

Mengunjungi Kampoeng Djadhoel Rejomulyo Semarang

Kampung Batik Tengah, Rejomulyo, Semarang Timur melakukan rebranding. Warga setempat menjadikan wilayahnya sebagai Kampoeng Djadhoel. Di sini, warga memvisualisasikan sejarah Semarang dalam lukisan mural...

Perampok Sekap Satu Keluarga

KEBUMEN--Kawanan perampok bersenjata api dan sajam, Senin (4/12) dini hari, pukul 02.30 WIB, menyatroni rumah Kamari, warga di RT 2 RW 3 Desa Patukrejo...

Pelayanan SIM Bertema Perjuangan

WONOSOBO–Berbagai upaya dilakukan Satlantas Polres Wonosobo dalam memaknai kemerdekaan Indonesia ke-72 tahun ini. Setelah mengenakan atribut merah putih jelang Hari Kemerdekaan, pada Jumat (18/8)...