33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

UPGRIS Terapkan Sistem PIN

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Himbauan Kementrian Riset dan Teknologi, Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) untuk menerapkan sistem Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan  Sistem Informasi Verifikasi Ijazah Elektronik (SIVIL) bagi mahasiswa yang lulus, langsung diterapkan oleh Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), pada wisuda ke-61 di Balairung UPGRIS, Selasa (8/5) lalu.

Rektor UPGRIS, Dr Muhdi SH Mhum mengatakan himbuan dari Kemenristek Dikti tersebut, selambat-lambatnya harus dilaksanakan pada bulan Mei ini. Menurutnya, dengan sistem PIN tersebut, seluruh ijazah para lulusan UPGRIS langsung memiliki nomer seri yang dikeluarkan Kemenristek Dikti.

“Dengan memenuhi ketentuan Kemenristek Dikti, lulusan UPGRIS memenuhi kredibilitas baik karena sudah diverifikasi konsistensinya dengan riwayat proses pendidikan di Perguruan Tinggi dan pemenuhan atas standar nasional pendidikan tinggi,” katanya Selasa (8/5) kemarin.

Dengan diberlakukannya sistem PIN pada ijazah, lanjut Muhdi, bisa meminimalisir pemalsuan ijazah yang sering terjadi. Selain itu dengan PIN, para lulusan juga tidak perlu melakukan legalisir karena telah terdaftar secara online di Kemenristek Dikti, disamping itu juga memudahkan pendataan dan analisis statistik jumlah lulusan perguruan tinggi di Indonesia. “Wisuda kali ini ada sebanyak 485 mahasiswa dari 15 program studi,” jelasnya.

Selain PIN dan Sistem Informasi Verifikasi Ijazah Elektronik (SIVIL), lulusan UPGRIS juga dibekali dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Hal tersebut perlu dilakukan di era disruptive innovation, karena setelah lulus dan berada di dunia kerja selain hard skill, soft skill menjadi suatu hal yang perlu dikembangkan,

Soft skill ini adalah kemampuan interaksi sosial terutama soal integritas atau karakter, kemampuan komunikasi dan kerja sama dalam sebuah tim. Apalagi jika melamar kerja, pasti ditanyakan punya ketrampilan apa yang dimiliki selain prestasi akademik,” ucapnya. (den/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tertantang Jadi Guru SD

MENJADI guru SD adalah karir yang sedang dijalani Laili Faizatun Fuadah saat ini. Alumnus Bahasa Indonesia Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) ini menjadi guru SD...

Pelayanan RUSD Harus Maksimalkan IT

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - RSUD Kota Salatiga harus bisa memaksimalkan pemanfaatan IT secara online dalam sisi pelayanan pasien di rumah sakit. Hal ini perlu dilakukan,...

Butuh Perda Bantuan Hukum Warga Miskin

DEMAK - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Demak mengusulkan agar ada peraturan daerah (Perda) yang mengatur soal penyelenggaraan bantuan hukum untuk warga miskin. Dengan adanya...

Wadah Berbagi Kebahagiaan Penyandang Disabilitas

RADARSEMARANG.COM - Komunitas Sahabat Unik Luar Biasa atau Sulbi merupakan gerakan yang dilakukan kelompok pemuda asal Semarang untuk teman-teman penyandang disabilitas. Seperti apa? NIKEN PRAHASTIWI SULBI...

Diminta Mengungsi, Warga Cuek

SEMENTARA itu, tiga dusun di Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, direkomendasikan untuk mengungsi. Sebab, keberadaan tiga dusun:  Sikalam, Bitingan dan Krajan, berada di zona satu...

Sukseskan Ujian, Gencarkan Aksi Sosial

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dalam rangka mempersiapkan Ujian Sekolah (US) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara spiritual, SMP Islam Terpadu PAPB, mengadakan doa bersama yang...