33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Bidan Digendam, Rugi Rp 50 Juta

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nasib apes dialami Hj Suryanti, warga Jalan Gedungsongo Raya, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat.  Ia menjadi korban kejahatan dengan modus gendam. Akibatnya, wanita yang berprofesi sebagai bidan ini mengalami kerugian hingga Rp 50 juta. Pelaku diduga berjumlah lebih dari seorang.

Peristiwa itu dialami korban Selasa (8/5) sekitar pukul 06.00. Bermula saat korban berolahraga di sekitar rumahnya. Tiba-tiba  korban didatangi tiga orang tak dikenal naik sebuah mobil. Saat itu, pelaku pria turun menghampiri korban. Tanpa disadari, pelaku menepuk tubuh korban. Saat itulah  korban diduga mengalami penurunan kesadaran.

Selanjutnya korban diajak masuk ke dalam mobil. Kemudian dibawa menuju tempat praktik bidan miliknya di Jalan Tarupolo 5 RT 7 RW 10 Gisikdrono Semarang Barat. Saat itulah, korban mulai diperdaya.

“Informasinya pelakunya tiga orang, satu masuk ke dalam sama pemilik rumah (Suryanti), satu mengawasi di jalan, dan satunya di dalam mobil,” jelas tetangga korban Busron di lokasi kejadian.

Menurut Busron, pada saat kejadian, tidak ada warga yang tahu. Sedangkan di dalam rumah hanya ada pembantu korban bernama Amalia Chrisna. Namun dia tidak menaruh curiga adanya aksi kejahatan di rumah dua lantai tersebut.

“Tidak ada yang tahu. Lemari tempat menyimpan perhiasan emas juga tidak ada kuncinya, terus dicongkel sama pelaku. Tadi bilangnya juga ada yang lihat mobil Avansa warna hitam di pinggir jalan, katanya plat depan N, cuma gak menghafal pelat nomornya,” terangnya.

Amel, bidan yang bekerja di rumah korban menjelaskan, majikanya datang bersama seorang laki-laki sekitar pukul 06.00. Namun pihaknya tidak menaruh curiga lantaran keduanya tidak menunjukan gelagat yang mencurigakan. “Ibu sampai sini sekitar jam 06.00 lebih. Saya tanya ibu sama siapa? Takutnya kan ibu sendirian, sebab lagi sakit. Ibu bilang sama ini. Cuma saya gak kenal. Tapi orangnya itu megangi ibu, saya kira sudah akrab seperti saudara, makanya saya tidak berpikir negatif,” ungkapnya.

Menurut Amel, pria yang masuk ke rumah majikannya berciri-ciri tubuh tinggi besar, kulit sawo matang, umur sekitar 30 tahun, berpakaian rapi, serta mengenakan kaos kerah sambil membawa tas kecil.  “Kata ibu (korban) ada tiga orang laki-laki, salah satunya memakai sarung dan peci di dalam mobil,” terangnya.

Menurut Amel, majikanya menyadari harta bendanya raib setelah diturunkan di tempat awal dijemput di sekitaran sebuah kampus STIE yang tidak jauh dari rumahnya di Jalan Gedongsongo Raya, Manyaran, Semarang Barat. Kemudian korban jalan kaki pulang menuju rumah dan bertemu dengan pembantunya.

Akibat kejadian ini, perhiasan korban senilai Rp 50 juta raib. Kejadian ini telah dilaporkan ke Polrestabes Semarang, guna diteruskan ke Unit Inafis Polrestabes Semarang untuk dilakukan Olah Tempat Kejadian Perkara. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pembuat PCC Divonis 10 Tahun

RADARSEMARANG.COM, SOLO - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surakarta menjatuhkan vonis terhadap dua terdakwa otak pembuatan dan pengedar pil paracetamol caffein carisoprodol (PCC) di Gilingan, Banjarsari selama...

Hujan Es, Pohon Tumbang

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Hujan deras disertai angin kencang di sebagian wilayah kota dan Kabupaten Magelang, Rabu (24/1) kemarin, mengakibatkan pohon-pohon bertumbangan dan memutus aliran...

Penjualan Rumah Mewah Meningkat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bisnis properti di Jateng pada April ini cukup cerah. Buktinya penjualan rumah mewah di Kawasan Graha Padma masih diminati masyarakat, khususnya...

Jateng Wakilkan Enam Pemain

SEMARANG – Sebanyak enam pemain asal Jateng bakal mengikuti seleksi Timnas U-19 yang akan digelar di lapangan Jenggolo Sidoarjo 8-9 Maret 2016 besok bersama...

Daftarkan Bacaleg di Hari Terakhir

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Sehari sebelum penutupan pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) Kabupaten Temanggung untuk Pemilu 2019, Senin (16/7), belum ada satupun partai politik (parpol)...

Rumah Ludes Dilalap Api

MAGELANG –Suhadi, 77, warga Kampung Jambon Wot RT 06 RW 06 Cacaban, Magelang Tengah, Kota Magelang harus kehilangan rumahnya akibat habis dilumat si jago...