31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

Usai Ngamar Tak Dibayar, Curi Motor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nekat mencuri sepeda motor merk Yamaha Mio, seorang anak di bawah umur berinisial NW, 14, dijebloskan ke jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita, Bulu.

Saat ini, kasusnya sudah masuk pemeriksaan terdakwa dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Cukup ironis. Alasan NW mencuri karena korban (pemilik motor) tidak memberi uang setelah berbuat asusila dengannya, bahkan NW juga tidak diantar pulang oleh korban.

Kronologisnya bermula pada 30 April 2018 lalu di kawasan Polder Tawang, Semarang. Saat itu, NW dirayu kedua korban Dermawan dan Fauzi. Akhirnya terjadi kesepakatan memboking NW, dengan iming-iming akan diberi sejumlah uang. Kemudian kedua korban membawa pelaku ke Hotel Kudus, Jalan Imam Bonjol, Semarang.

Setelah melakukan tindakan asusila, terdakwa NW meminta untuk diantar pulang, namun korban tidak bersedia, dengan alasan masih mengantuk dan ingin tidur terlebih dahulu. Namun begitu bangun tidur sepeda motor korban (Mio), yang masih kredit raib.

Setelah itu, sekitar 2 minggu kemudian NW yang merupakan warga Semarang Utara ini, langsung menyerahkan diri ke Polsek Semarang Utara didampingi orangtuanya, Akibat kasus itu, terdakwa NW dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang, Fitri dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian.

“Sebenarnya kasus itu terjadi bukan kesalahan klien kami, melainkan minimnya pengawasan orang tua, karena kedua orangtuanya tidak memberikan kasih sayang yang lebih,” kata kuasa hukum NW, Putro Satuhu, usai sidang, Selasa (8/5).

Atas kasus itu, pihaknya berharap jaksa bisa menuntut terdakwa untuk kembalikan ke orang tua. Apalagi menurutnya, dalam kasus itu merupakan kategori pidana anak dan sepeda motor korban tidak hilang dijual, melainkan sudah diserahkan ke korban.

“Begitu membawa sepeda motor tersebut, NW pergi ke Purwodadi selama 2 minggu, dia (NW,red) ngamen sembari membawa motornya, kemudian begitu sudah sampai di Semarang menyerahkan diri,” jelasnya.

Dalam persidangan pemeriksaan terdakwa, dikatakan Putro, bahwa dalam kesaksiannya, NW merasa iri, karena orangtuanya hanya sayang kepada kakaknya saja. Kemudian orangtuanya juga dalam kondisi ekonomi pas-pasan.

“Memang dia (NW,red) juga ingin punya motor, tapi ekonomi orang tua biasa saja, yang jelas motor itu sudah dititipkan ke penyidik, bukan dilarikan total,”sebutnya.

Menanggapi kasus itu, Kordinator II Forum Peduli Hukum dan Keadilan (FPHK), Okky Andaniswari berharap

terdakwa NW benar-benar diperlakukan secara manusiawi dengan memperhatikan kebutuhan sesuai dengan umurnya, kemudian dipisahkan dari tahanan orang dewasa, serta memperoleh bantuan hukum dan bantuan lain secara efektif.

“Kemudian memperoleh keadilan di muka pengadilan anak yang objektif, tidak memihak, dan dalam sidang yang tertutup untuk umum, serta tidak dipublikasikan identitasnya,” katanya.

Pihaknya berharap kedua korban juga diusut atas kelakuannya yang nekat melakukan tindakan asusila dengan anak di bawah umur. (jks/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here