33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Wadahi Desainer Baru yang Belum Punya ‘Nama’

Lebih Dekat dengan Komunitas Benik Semarang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Industri fashion kian berkembang. Desainer baru pun terus bermunculan. Komunitas Benik Semarang mewadahi para desainer baru untuk mengembangkan diri sekaligus mengenalkan karya-karya mereka ke publik. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

SEJUMLAH karya dari belasan desainer ditampilkan dalam gelaran Fashion Exposure di Taman Srigunting, Kota Lama, Semarang, baru-baru ini. Meski terbilang anyar di kancah dunia fashion, koleksi yang disajikan oleh para desainer ini mendapatkan apresiasi yang cukup baik dari masyarakat.

Fashion show ini adalah salah satu kegiatan kami dalam memfasilitasi sesama rekan desainer dalam menampilkan karya,”ujar Humas Komunitas Benik, Novita DP kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Komunitas yang terbentuk pada akhir 2016 ini berawal dari ide sejumlah alumnus salah satu sekolah desainer. Selain sebagai ajang silaturahmi antarsesama alumnus, komunitas dibentuk guna saling mendukung untuk terus berkarya.

Wadah ini juga dibentuk dalam upaya menjawab tantangan yang kerap dihadapi oleh para desainer baru. Ya, perlu diakui sebagai desainer baru yang belum memiliki ‘nama’, butuh kerja ekstra untuk dapat dilirik.

“Sebagai desainer baru, kami akui agak susah jika harus berpromosi sendiri. Beda halnya bila kami kompak bersatu. Salah satunya melalui fashion show bersama menampilkan koleksi masing-masing maupun koleksi hasil kolaborasi. Dengan begitu karya kami akan lebih mudah dilihat,”katanya.

Hal ini sesuai dengan filosofi dari nama komunitas tersebut. Ya, benik diambil dari Bahasa Jawa yang memiliki arti kancing, sesuatu yang kecil tapi bermanfaat untuk menyatukan. Diharapkan komunitas ini dapat menjadi wadah untuk menyatukan desainer-desainer baru tersebut. Sehingga apa yang dikerjakan lebih bermanfaat.

Keunikan lagi dari komunitas ini, selain fashion show yang menampilkan karya masing-masing, mereka juga berkolaborasi, me-mix and match membuat satu koleksi bersama. “Hasilnya akan menjadi sebuah koleksi yang unik,”ujar pemilik label My Daily Hijab ini.

Selain fashion show, komunitas ini juga rutin menggelar workshop. Hampir tiap bulan, baik untuk kalangan internal maupun para fashion enthusiast di Semarang dan sekitarnya. Materi pun terus berganti mengikuti tema.

“Dengan adanya workshop, kami berharap industri fashion di Semarang ini tidak sepi dan terus berkembang. Melalui kegiatan tersebut juga, ternyata menarik banyak fashion enthusiast yang ingin bergabung. Sehingga seiring berjalannya waktu, ada juga anggota yang bukan berasal dari alumnus sekolah desainer,”katanya.

Ke depan, melalui kerja sama dengan instansi terkait, komunitas ini berencana mengadakan inkubator fashion. Inkubator tersebut terdiri atas kelas yang mengajarkan mulai dasar desain hingga mahir. Materi pelajaran akan diisi oleh para anggota komunitas.

“Kami ingin berbagi dan menularkan ilmu yang kami miliki. Sehingga diharapkan industri fashion, khususnya di Semarang dan sekitarnya ini bisa semakin ramai dan berkembang,”ujarnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dibuka Kembali

Akses jalan menuju Dataran Tinggi Dieng dari Wonosobo kembali bisa dilewati setelah jembatan bailey selesai dipasang. Meski sudah bisa diakses, beban kendaraan yang boleh...

Menang Telak, Persik Lolos 16 Besar

KENDAL—Persik Kendal dipastikan lolos ke babak 16 besar dalam Liga 3 Indonesia. Kepastian tersebut didapat, setelah tim asuhan Muhammad Yasin menang telak mengalahkan lawannya...

Hadir Tumbuhkan Minat Baca Anak Anak

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Rumah Lensa Mitsubishi FUSO akhirnya diresmikan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), authorized distributor dari Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation...

Angin Kencang Upaya Pemadaman Ekstra

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Peristiwa kebakaran terjadi di Dukuh Moroasem RT 3 RW 3, Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung. Rumah kayu milik Kasmiran, 73, ini ludes dilalap...

Kirab Budaya dan Reli Mobil Kuno Berlangsung Meriah

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Selama 2 hari lalu, warga Kota Magelang dihibur dengan dua acara menarik. Yakni kirab budaya yang berlangsung Minggu (22/4) dan reli mobil kuno...

Ringankan Daya Beli Masyarakat

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemkab Demak melalui Bagian Perekonomian Setda berupaya meringankan beban masyarakat menjelang Lebaran Idul Fitri, utamanya dalam memenuhi kebutuhan pokok. Caranya adalah,...