33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Tunanetra “Diarahkan” Tabrak Pohon

Jalur Difabel di Trotoar Magelang

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Trotoar sejatinya dibangun untuk para pejalan kaki agar aman dari bahaya kecelakaan lalu lintas. Desain jalur trotoar harus ramah untuk semua kalangan, termasuk para penyandang disabilitas, terutama tunanetra. Namun, sejumlah titik trotoar di Kota Magelang justru membahayakan pejalan kaki.

“Saya kalau berjalan di Pecinan (Jalan Pemuda), tetap harus pakai tongkat. Karena kalau tidak ya bisa nabrak tiang telepon atau pot bunga. Tidak bisa hanya mengandalkan jalan untuk tuna netra. Karena bisa nabrak tiang tadi,” kata Muhtadim, salah satu tunanetra asal Kajoran Kabupaten Magelang yang menjadi juru pijat di Panti Pijat Enggal Waras Tidar Campur Magelang Selatan, Selasa (8/5).

Beberapa jalur trotoar ada yang bergelombang. Ada pula guiding block warna kuning yang berfungsi sebagai penanda jalur tunanetra, malah akan menyesatkan penandang disabilitas penglihatan. Sebab guiding block tersebut malah mengarahkan penyandang tunanetra untuk menabrak pohon atau halangan lainnya.

Muhtadim berharap ada perbaikan terhadap fasilitas tersebut, agar tidak muncul korban. Ia meminta agar pemerintah bisa memperhatikan fasilitas trotoar dan membuat jalur yang aman untuk pejalan kaki.

Hal senada juga dikatakan Partini, warga Tidar Campur, Magelang Selatan yang menderita low vision. Partini mengaku, meski masih samar-samar bisa melihat, dia memilih untuk tidak melalui jalur disabilitas saat datang ke Kantor Pemkot Magelang. “Saya pilih cari jalan yang selo. Karena kalau lewat jalur tunanetra malah bisa nabrak pohon atau kecemplung got,” sesal Partini.

Sebenarnya, keluhan terhadap kondisi trotoar tidak hanya dari kaum difabel. Suntoro, warga Bogeman Kelurahan Panjang, Magelang Tengah mempertanyakan perencanaan dan evaluasi dari kegiatan pengadaan trotoar di depan Kantor Pemkkot Magelang. Suntoro menilai, jalur kuning dan bertekstur yang seharusnya digunakan untuk kaum difabel justru tepat mengenai pohon dan tiang listrik.

“Lha ini memang trotoar ramah difabel atau mau mencelakakan saudara kita yang kekurangan. Bahkan di bagian tertentu, kalau ke kiri masuk sungai, kalau ke kanan mepet jalan raya. Ini maksudnya apa?,” tanya Suntoro.

Sementara itu, Ketua Fraksi Hannas DPRD Kota Magelang HIR Jatmiko berjanji akan menindaklanjuti kritik dan masukan tersebut dengan bertanya kepada pihak terkait. “Kita akan komunikasikan dengan pihak terkait. Soal hasil, kita tidak bisa berharap banyak. Karena apa yang dimasalahkan, banyak di ranah eksekutif yang mana kita hanya bisa mengawasi dan mengontrolnya,” kata anggota Komisi B tersebut. (had/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Keberadaan Malam Lailatul Qadar

Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak kiai yang saya hormati, Sebagai orang Islam saya meyakini adanya malam Lailatul Qadar. Namun, dari beberapa referensi yang saya baca bahwa...

Berebut 450 Tahu Bulat

MAGELANG – Ratusan warga Kampung Tidar Sawe dan Tidar Campur, Kelurahan Tidar Selatan berebut gunungan tahu dan palawija. Dalam sekejap, 450 tahu bulat ludes....

Pembunuh Sopir Online Divonis 9 dan 10 Tahun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dua terdakwa kasus pembunuhan sopir online, Deny Setiawan, 32, diputus berbeda. Dua terdakwa yang masih ABG itu adalah IB ,16, warga Lemah Gempal,...

Ribuan Santri Tuntut Kebijakan FDS Dicabut

UNGARAN–Aksi penolakan terhadap kebijakan Full Day School (FDS) kian meluas. Kali ini, aksi penolakan dilakukan oleh ribuan santri di di halaman kantor Bupati Semarang,...

8 Ribu Air Bersih Ludes Dalam Satu Jam

KAJEN-Sebanyak dua tangki air bersih atau delapan ribu liter air dari PDAM Kabupaten Pekalongan habis hanya dalam waktu satu jam, Senin (18/9) kemarin. Air...

TNI Siap Amankan 64.171 TPS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - TNI siap mengamankan seluruh tahapan dalam Pilkada serentak tahun ini. Termasuk mengamankan sebanyak 64.171 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di...