33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Curang saat SBM PTN, Langsung Dicoret

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Panitia Lokal (Panlok) 42 Semarang memberlakukan aturan yang ketat kepada peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBM PTN) jika melakukan kecurangan. Tidak main-main, sanksi diskualifikasi hingga dibawa ke ranah hukum siap diberikan jika peserta SBM PTN menggunakan joki atau mencontek.

Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Fathur Rokhman, mengatakan, jika sebelum mengikuti ujian, para peserta diperiksa dengan ketat  agar tidak melakukan kecurangan. Selain itu, petugas juga melalukan validasi data administrasi agar peserta tidak mendaftar di dua tempat yang berbeda.“Di sini kami menekankan pada prestasi dan kejujuran, jadi peserta yang membawa contekan, catatan, atau flashdisk serta cara kecurangan lainnya langsung kami diskualifikasi,” katanya saat melakukan monitoring pelaksanaan SBM PTN di kampus Unnes Sekaran, Selasa (8/5).

Panlok 42 terdiri atas Unnes, Universitas Diponegoro (Undip), UIN Walisongo, dan Universitas Tidar Magelang. Jumlah peserta ujian tulis berbasis cetak untuk kelompok ujian Saintek UNNES ada 16.883 orang, Soshum Undip 18.030 orang, Campuran UIN 3.908 orang, dan Saintek, Soshum, Campuran Untidar ada 4718 orang, total 43.539 peserta.

Sementara peserta ujian tulis berbasis komputer di Undip 460 orang, Unnes 700 orang, UIN Walisongo 130 orang, dan Untidar 80 orang, total 1.370 orang. “Jika ada yang menggunakan joki, langsung kami laporkan ke polisi,” tegasnya.

Ketatnya pengawasan kepada peserta ujian, lanjut Fathur, sengaja dilakukan karena turut menjaga kerahasiaan negara. Bahkan pihaknya memastikan semua soal yang diberikan kepada peserta SBM PTN masih tersegel. “Naskah ujian tertulis juga kami cek semua, termasuk yang komputer. Kami pastikan di UNNES berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur,” jelasnya.

Sementara itu, Undip menjadi primadona bagi para pemburu perguruan tinggi negeri (PTN). Sedikitnya 86.316 lulusan SMA dari seluruh penjuru tanah air mendaftarkan diri di kampus yang berlokasi di Tembalang itu.

Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama SH MHum menyampaikan, dari jumlah tersebut, 32.223 pendaftar memilih Undip sebagai pilihan pertama. Disusul 31.796 peserta yang menempatkan Undip pada pilihan kedua dan 22.297 pendaftar yang menjadikan Undip pilihan ketiga.  ”Itu nanti hanya akan diambil minimal 30 persen dari kuota penerimaan mahasiswa baru. Jadi, persaingan masuk menjadi mahasiswa Undip melalui jalur SBM PTN sangat ketat,” terang mantan Dekan Fakultas Hukum itu di sela-sela monitoring dan evaluasi SBM PTN, kemarin (8/5).

Mengenai banyaknya pendaftar yang memilih Undip, dia menengarai hal itu terjadi karena Semarang merupakan kota tanpa gejolak, kota dengan akses mudah dan biaya hidup yang tidak terlalu tinggi.  ”Untuk itu, perlu juga kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota yang telah membuat kota ini menjadi seperti ini. Mungkin itu juga yang menjadi salah satu alasan dijatuhkannya pilihan calon mahasiswa ke Undip,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan, berdasar jumlah peminat di jalur SNM PTN, Undip tercatat sebagai PTN terfavorit kedua nasional. Sebanyak 61.531 peserta SNM PTN dari 5.284 sekolah di Indonesia memilih Undip, baik pada pilihan pertama maupun kedua. Dari jumlah itu, yang diterima melalui jalur tersebut 2.929 orang. Perinciannya, 1.839 orang masuk prodi Saintek dan 1.090 lainnya diterima di prodi Soshum.

”Berdasar data pilihan peserta, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Hukum tercatat sebagai fakultas yang masih difavoritkan. Hal itu menunjukkan bahwa dua fakultas tersebut memiliki tingkat persaingan yang sangat ketat untuk memperebutkan satu kursi mahasiswa,” terangnya.

Yos juga menegaskan bahwa Undip tetap berkomitmen memfasilitasi mahasiswa kurang mampu. Program beasiswa bidikmisi dari pemerintah, menurut dia, tentu tidak cukup untuk meng-cover semua mahasiswa kurang mampu di Undip. Karena itu, Undip akan menelurkan kebijakan-kebijakan supaya tidak ada mahasiswa yang putus kuliah gara-gara kendala biaya. ”Bahkan, yang benar-benar tidak mampu akan kami gratiskan. Nol rupiah,” tegasnya.

Prof Edy Riyanto, Sekretaris Subpanlok Undip, menjelaskan, di Undip terdapat dua peserta kelompok Sosial Humaniora (Soshum) yang berkebutuhan khusus. Mereka mengikuti ujian SBM PTN dengan pendampingan oleh pengawas yang ditunjuk panitia.  ”Undip berkomitmen memfasilitasi semua peserta. Adapun pendampingan peserta yang berkebutuhan khusus diberikan hanya untuk mereka yang benar-benar membutuhkan. Misalnya mereka yang tunanetra, sehingga perlu ada pendampingan untuk membacakan soal,” terang Guru Besar Fakultas Peternakan dan Pertanian itu.

Salah satu peserta difabel, Magfira Lisa, mengaku diperlakukan sama dengan calon mahasiswa lain. Dia mengerjakan soal secara mandiri tanpa pendamping. Lisa merupakan peserta ujian SBM PTN tunarungu yang mendaftar Tata Kecantikan Unnes sebagai pilihan pertama. ”Yang sulit tadi matematika sama bahasa Inggris,” ujar Lisa.

Sebelumnya, Lisa juga menjalani ujian di Undip, tapi keberuntungan belum berpihak kepadanya. Karena itu, dia kembali mengikuti ujian untuk kali kedua. ”Semangatnya sangat tinggi. Persiapannya dilakukan dengan belajar sampai larut malam. Ini pilih tata kecantikan karena memang sebelumnya sudah ikut kursus tata kecantikan. Ada passion juga di sana,” ujar Puji Sugiarti, ibu Lisa. (den/sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Momentum Tingkatkan Pelayanan

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Upacara peringatan HUT ke-34 Kota Mungkid dilaksanakan sederhana namun penuh hikmat, Kamis (22/3). Dalam upacara yang digelar di Lapangan Sekda Magelang,...

Inspirasi dari Wastafel Mampet, Klaim Lebih Efisien

RADARSEMARANG.COM - Tak sengaja melihat orang membersihkan wastafel, Niah Inka Safitri dan timnya dari SMK Negeri 2 Semarang justru menemukan ide menciptakan kompor berbahan...

E-Gamelan Udinus Sukses Pukau Unesco

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tim E-gamelan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) sukses tampil memukau ketika tampil didepan perwakilan Unesco di Paris Prancis. E-gamelan dimainkan mengiringi tari...

UPK PNPM Salurkan Dana Sosial Rp 1,2 M

KENDAL—Ratusan warga Desa Sukolilan, Kecamatan Patebon, menyerbu bazar yang digelar PNPM Pedeseaan. Selain bazar juga disalurkan dana sosial dan dana alokasi desa (DAD). Dalam bazar...

Dragon Quest yang Tak Lekang Zaman

RABU, 10 Februari 1988. Pagi itu, masyarakat Jepang yang berangkat ke kantor atau sekolah mendapati pemandangan yang tidak biasa. Ada antrean panjang di depan...

Hari Pertama Operasi, Jaring 224 Pelanggar Lalin

BATANG-Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Batang resmi menggelar Operasi Zebra Candi 2017 di halaman Mako Satlantas Polres Batang, Rabu sore (1/11) kemarin. Operasi...