33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Wali Kota Semprot PDAM

Banyak Keluhan Aliran Air Mati

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

”Yang namanya laporan masyarakat itu harus diperhatikan sama Pak Dirut  dan Pak Dirtek, dicek benar atau nggak laporan-laporan itu. Harus didatangi itu warga yang lapor, jangan cuma sekadar jawab akan ditindaklanjuti. Masyarakat nggak butuh itu!”

Hendrar Prihadi – Wali Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Keluhan air PDAM mati yang disampaikan warga dalam dua pekan ini rupanya menjadi perhatian khusus dari  Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Bahkan, wali kota sempat marah-marah saat sidak ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu, Genuk, milik PDAM Tirta Moedal Kota Semarang.

Saat itu, dengan wajah penuh kecewa  Hendi –sapaan wali kota– memerintahkan agar PDAM lebih responsif menindaklanjuti laporan warga. Ia geram mendapati jajaran PDAM Tirta Moedal Kota Semarang tidak dapat menjawab pertanyaannya mengenai jumlah komplain selama dua minggu terakhir. Ironisnya, jajaran PDAM justru baru akan merekap laporan-laporan setelah ditanyakan oleh wali kota.

”Yang namanya laporan masyarakat itu harus diperhatikan sama Pak Dirut (Direktur Utama) dan Pak Dirtek (Direktur Teknik), dicek benar atau nggak laporan-laporan itu. Harus didatangi itu warga yang lapor, jangan cuma sekadar jawab akan ditindaklanjuti. Masyarakat nggak butuh itu!” tegas Hendi.

Ia juga meminta PDAM bergerak cepat mencari pasokan air dari daerah sekitar. Yakni, mengupayakan pasokan air dari Sungai Dombo, Sayung, Kabupaten Demak untuk bisa masuk ke IPA Kudu.

”Untuk mengaliri air di wilayah timur kita butuh pasokan 900 sampai 1.200 liter air per detik, dan sekarang kondisinya hanya ada sekitar 600 liter per detik, maka harus diusahakan 300 liter air per detik bisa masuk dari Dombo,” katanya.

Dia menjelaskan, saat ini debit air berkurang karena instalasi Kedung Ombo menuju Kudu sedang diperbaiki pemerintah pusat untuk meningkatkan suplai air menjadi 1.800 liter per detik. Untuk itu, ia meminta agar jajaran PDAM Tirta Moedal dapat lebih responsif menangani permasalahan kurangnya pasokan air.

”Seharusnya kita sudah mengantisipasi ini dari awal. Dan kita tahu bahwa proses perbaikan itu baru selesai pada tahun 2019, jadi harus ada alternatif upaya yang dilakukan, seperti mengambil pasokan dari Dombo,” tandasnya.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, M Farchan, mengatakan, selain mengupayakan pasokan air dari Dombo, PDAM juga sedang melakukan pengerukan sedimen yang menghambat pasokan air ke Kudu. Ia mengatakan, akan langsung menindaklanjuti arahan dari wali kota.

”Akan ada dua upaya kami. Pertama, memompa aliran air dari Dombo dengan kapasitas pompa 300 liter per detik. Kedua melakukan pengerukan sedimen di saluran air baku Kudu untuk mempercepat air sampai ke intake,” jelas Farchan. (sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jefry: Jangan Menebar Fitnah!

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Perseteruan antara manajemen Zeus Karaoke dengan Jefry Fransiscus semakin memanas. Apalagi setelah pihak Zeus melaporkan balik Jefry ke Polda Jateng. Menanggapi laporan itu,...

Kapolres Cetak Hattrick

Tim sepakbola Polres Temanggung dan Forum Jurnalis Temanggung (FJT) berfoto bersama sebelum menggelar pertandingan persahabatan di lapangan Desa Giyanti Temanggung, Selasa (21/3) sore. Pertandingan...

Ketentuan Zakat Fitrah

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pak ustadz Dr. Ahmad Izzuddin, M.Ag yang saya hormati dan dirahmati Allah. Dalam waktu dekat ini masyarakat pasti berbondong-bondong  untuk menunaikan...

Rest Area Tol Wajib Ada Produk Daerah

RADARSEMARANG.COM, SLAWI –Rest area di sepanjang jalan tol Trans Jawa diminta menyediakan tempat untuk menampung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Diprioritaskan, UMKM itu menjual...

Pramono Diminta Melengkapi Status Tanah

SALATIGA – Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta kepada keluarga Pramono, 38, warga Suko RT 09 RW 07, Kelurahan Sidorejo Lor untuk melengkapi surat hibah tanah...

Sky House BSD+ Rilis Hunian Baru

SEMARANG - Proyek pembangunan Sky House BSD+ bakal merilis hunian baru pada Sabtu, 16 Desember 2107. Pengembang hunian vertikal yang berlokasi di jantung BSD...