33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Pasar Malam di Bekas Pasar Yaik Baru Disoal

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasca dilakukan pembongkaran Pasar Yaik Baru, ternyata lahan tersebut digunakan sebagai wahana permainan pasar malam. Namun keberadaan wahana tersebut mendapatkan pertentangan dari Takmir Masjid Agung Semarang dan Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, sejumlah wahana sudah berdiri khas pasar malam. Sebut saja wahana tong setan, kincir angin, komedi putar, bianglala dan masih banyak lagi. Dikhawatirkan wahana permainan itu akan mengganggu kenyamanan aktivitas kegiatan peribadatan di Masjid Kauman.

“Kami tidak tahu jika eks Pasar Yaik Baru digunakan wahana permainan. Keberadaannya dikhawatirkan mengganggu kegiatan ibadah di masjid dan menyakit para pedagang yang sebelumnya direlokasi,” kata Sekretaris Takmir Masjid Agung Semarang (MAS), Muhaimin.

Ia meminta agar keberadaan pasar malam dan wahana permainan di dekat masjid untuk ditinjau ulang. Pasalnya, wahana permainan yang besar pasti dilengkapi dengan pengeras suara yang akan mengganggu kegiatan di masjid. “Kami tegaskan keberadaan wahana permainan di lokasi itu harus ditinjau ulang,” desaknya.

Tradisi pasar tiban jelang Ramadan, lanjut dia, memang harus dilaksanakan di area sekitar MAS, karena sudah menjadi tradisi dan budaya. Namun ia menekankan, wahana yang ada di bekas Pasar Yaik Baru bukan dari pihak MAS yang melaksanakan. “Setiap tahun selain di bekas Yaik Baru kami yang menyelenggarakan, tapi permainanya terbatas dan tidak menempati Yaik Baru, istilahnya mini dugderan,” imbuhnya.

Selain meminta untuk ditinjau ulang, menurut dia, wahana permainan yang besar harus ditempatkan di satu lokasi, yakni di lokasi area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Selain lahan lebih luas, di lokasi itu juga bisa menghidupkan area relokasi pedagang eks Pasar Johar yang berjualan. “Kalau di Masjid Agung Semarang, kami mempertahankan budaya  dan tradisi,” ucapnya.

Ketua DPRD Kota Semarang, Surpriyadi, mengaku sangat prihatin dengan adanya wahana permainan yang berdiri di bekas Pasar Yaik Baru yang notabene masih dilakukan renovasi. Ia pun menilai jika kegiatan tersebut tidak pas ditempatkan di lokasi tersebut. “Saya rasa tidak pas, akan mengganggu kekusyukkan ibadah. Bahkan tidak relevan dan representatif, dulu memang ada alun-alun. Tapi kalau dipakai sekarang, sekali lagi tidak pas,” katanya. (den/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...