Ganjar Tak Ingin Buruh Diganti Mesin

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Buruh bisa dibilang elemen penting dalam sebuah industri. Status buruh juga menjadi kunci roda perekonomian rakyat sekaligus kesejahteraan. Karena itu, Calon Gubernur Jateng nomor urut 1, Ganjar Pranowo tidak ingin buruh digantikan dengan mesin.

Memang, revolusi industri 4.0 atau yang dikenal dengan istilah otomasi industri berbasis robot, sudah tidak dielakkan. Salah satu sektor industri di dalam negeri yang akan dipacu untuk implementasi revolusi industri 4.0, yakni sektor tekstil dan produk tekstil (TPT). Jateng, merupakan gudangnya TPT.

Ganjar coba ikut memikirkan konsekuensi dari kemajuan industri 4.0 tersebut, dengan melakukan pendekatan kemanusiaan. Menurutnya, yang terpenting adalah hubungan antara pengusaha dan pekerjanya tetap terjalin dan tidak menimbulkan gejolak karena adanya PHK masal.

Menurutnya, di Jateng bukan hanya industri tekstil saja yang padat karya. Banyak juga perusahaan rokok yang punya ribuan buruh. Dan perusahaan itu tetap merekrut buruh sebagai pelinting rokok. Tidak menggunakan mesin pelinting otomatis.

“Sekarang kita masuk di industri 4.0, ramelah semua. Saya tanya, ayo siapa yang mau ganti dengan otomasi? Ternyata tidak ada meski Djarum sudah melakukannya dengan Djarum Oase. Tapi yang buruh lintingnya dipegang karena ini kemanusiaan yang adil dan beradabnya berjalan,” ujarnya, Senin (7/5).

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi mengaku belum memikirkan mengenai mekanisasi. Meski diakui, ada salah satu perusahaan rokok terbesar di provinsi ini sudah menerapkan teknologi moderen. “Tapi kami tetap berusaha memanfaatkan buruh. Di industri rokok, pekerja atau buruh kasar yang bertugas meracik rokok lintingan tetap dipertahankan,” tegasnya. (amh/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -