31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Akta Perdamaian Terancam Dibatalkan

RADARSEMARANG.COMSEMARANG – Seorang kreditur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jateng Mandiri, mengajukan pembatalan putusan perdamaian, ke Pengadilan Niaga (PN) Semarang, karena KSP tersebut tak kunjung membayar hutang sebesar Rp 450 juta.

Kreditur tersebut bernama Minggawati, warga Jalan  Halmahera, Karangtempel, Semarang Timur, Kota Semarang. Dalam berkas permohonannya, kuasa hukum Minggawati, Eka Windhiarto menyebutkan beberapa dasar-dasar permohonan, diantaranya kelalaian KSP Jateng Mandiri dan Halim Susanto selaku pelindung koperasi dalam memenuhi putusan perdamaian.

Dikatakan, sebelum ada putusan PKPU dalam perkara Nomor: 13/Pdt.Sus.PKPU/2016/PN. Niaga.Srng., pada 22 September 2016, kliennya memiliki tagihan sebesar Rp 450 juta kepada termohon I (KSP Jateng Mandiri), berupa lembar surat simpanan berjangka  atas nama Minggawati. Kemudian, termohon I tidak melakukan pembayaran bunga atas surat simpanan berjangka kepada kliennya.

“Total bunga yang seharusnya diterima oleh klien kami selama  3 bulan yakni mulai bulan Juli 2016 sampai dengan bulan September 2016, dengan nominal sebesar Rp.11.242.400,” kata Eka Windhiarto usai sidang, Senin (7/5).

Eka mengatakan, bahwa PN Semarang telah mengesahkan perdamaian yang dituangkandalam putusan perdamaian, pada 20 Desember 2016. Dimana dalam putusan tersebut tertuang dalam Pasal 5 huruf a, ditegaskan bahwa ‘Debitor wajib melakukan pemhayaran bunga.

“Namun ternyata termohon I, tidak melakukan pembayaran bunga kepada klien kami sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan di dalam proposal perdamaian yang tertulisdidalam putusan perkara,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta perdardamaian yang disahkan oleh majelis hakim, yang dituangkan dalam putusan perdamaian (Homologasi). Kemudian menyatakan paratermohon pailit dengan segala akibat hukmnnya. Selain itu, menunjuk dan mengangkathakim pengawas untuk mengawasi proses kepailitan tersebut.

Menanggapi hal itu, kuasa hukum Halim Susanto, Sujiarno Broto Aji mengaku sudah mengetahui adanya pembatalan homologasi (perdamaian,red) tersebut. Namun demikian kliennya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua KSP Jateng Mandiri. (jks/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here