Bahasa Jawa Lestari di Kalangan Masyarakat Jawa

  • Bagikan
Oleh: Dwi Handayani SPd
Oleh: Dwi Handayani SPd

RADARSEMARANG.COM – PENDUDUK yang tinggal di Provinsi Jawa Tengah adalah suku Jawa. Bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi adalah Bahasa Jawa. Bahasa Jawa mempunyai karakteristik yang berbeda dengan bahasa-bahasa yang lain. Karakteristik tersebut adalah adanya tingkatan bertutur dengan orang yang dihadapi. Tingkatan dalam bertutur antara lain bahasa Jawa ragam ngoko lugu, ngoko alus, krama lugu, dan krama alus.

Tingkatan bahasa Jawa tersebut membuat siswa kesulitan. Kosa kata yang minim membuat siswa kesulitan dalam merangkai kata yang benar. Siswa juga lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi. Siswa mengganggap lebih aman menggunakan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi.

Selain itu, alasannya antara lain kosa kata yang mudah dipahami anak adalah Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia tidak memiliki tingkatan dalam bertutur. Para orang tua beranggapan bahwa anak agar terbiasa berbahasa Indonesia. Apabila nanti anak masuk sekolah dapat lancar berbahasa Indonesia.

Anggapan tersebut menyebabkan para orang tua mengajarkan Bahasa Indonesia sejak kecil. Bahasa ibu yang awalnya Bahasa Jawa bergeser. Bahasa ibu bagi anak adalah Bahasa Indonesia. Kosa kata Bahasa Indonesia yang banyak memudahkan anak dalam berkomunikasi. Anggapan tersebut menjadikan Bahasa Jawa dianggap remeh. Selain itu, Bahasa Jawa dianggap kurang modern dan tidak mengikuti zaman.

Anggapan bahwa Bahasa Jawa tidak mengikuti zaman adalah salah. Bahasa Jawa selalu berkembang mengikuti zaman yang ada. Hal tersebut terlihat pada lagu-lagu Jawa yang semakin populer pada zaman sekarang.

Pembiasaan berbahasa Jawa sebenarnya bisa diajarkan sejak kecil. Anak dari awal dapat berbicara bisa dipancing menggunakan bahasa Jawa. Hal tersebut diperlukan kesadaran para orang tua agar mengajarkan Bahasa Jawa kepada anaknya. Bahasa Jawa yang sering digunakan dalam berkomunikasi dapat menunjukkan karakter seseorang. Karakter yang dimaksud adalah masyarakat Jawa cenderung ramah apabila bertemu dengan orang lain. Selain itu, apabila masyarakat Jawa menyapa apabila bertemu dengan orang lain. Karakter peka dengan keadaan sekitar dan suka tolong-menolong apabila ada orang yang kesusahan.

Perbendaharaan kosa kata Bahasa Jawa dapat terekam sedikit demi sedikit apabila digunakan dalam berkomunikasi. Apabila anak sudah besar akan mudah berkomunikasi menggunakan Bahasa Jawa dengan tingkatan bertutur yang benar. Anak akan terbiasa menggunakan Bahasa Jawa menurut tingkatan bertutur.

Ciri khas dari Bahasa Jawa adalah kosa kata yang digunakan berbeda-beda dalam penggunaanya. Bahasa ngoko  digunakan untuk orang yang sudah akrab. Bahasa krama digunakan untuk orang yang baru dikenal atau untuk orang yang lebih tua. Hal tersebut bertujuan untuk menghormati orang yang diajak berkomunikasi.

Bahasa Jawa dapat digunakan di kalangan masyarakat sekolah maupun masyarakat umum. Masyarakat sekolah adalah siswa, guru, karyawan, dan kantin sekolah. Komunikasi yang digunakan adalah Bahasa Jawa. Penggunaan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi dapat membiasakan siswa. Kosa kata yang digunakan akan dapat diingat. Termasuk kosa kata bahasa Jawa yang dianggap asing.

Masyarakat umum adalah warga di sekitar rumah siswa. Warga dapat menyapa menggunakan Bahasa Jawa. Contohnya adalah nuwun sewu, dherek langkung, mangga. Selain itu, apabila bertamu di rumah seseorang dapat menggunakan Bahasa Jawa juga. Contohnya adalah kula nuwun.

Bahasa Jawa akan tetap lestari di kalangan siswa dan masyarakat. Semua kalangan seyogyanya mendukung agar Bahasa Jawa tetap lestari. Caranya adalah Bahasa Jawa digunakan dalam berkomunikasi dan digunakan dalam acara-acara resmi. Acara-acara resmi tersebut antara lain rapat RT, rapat RW, rapat di kalangan kantor-kantor.

Bahasa Jawa merupakan identitas orang Jawa. Semua pihak diharapkan mendukung pelestarian Bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan warisan nenek moyang yang mempunyai nilai-nilai budaya. Nilai budaya yang dimaksud adalah menghargai, menghormati, dan menyapa. Orang Jawa yang terkenal dengan keramahannya dan halus dalam bertutur. (tj3/2/bas)

Guru SMA Negeri 15 Semarang

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *