31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Ganjar Tak Ingin Buruh Diganti Mesin

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Buruh bisa dibilang elemen penting dalam sebuah industri. Status buruh juga menjadi kunci roda perekonomian rakyat sekaligus kesejahteraan. Karena itu, Calon Gubernur Jateng nomor urut 1, Ganjar Pranowo tidak ingin buruh digantikan dengan mesin.

Memang, revolusi industri 4.0 atau yang dikenal dengan istilah otomasi industri berbasis robot, sudah tidak dielakkan. Salah satu sektor industri di dalam negeri yang akan dipacu untuk implementasi revolusi industri 4.0, yakni sektor tekstil dan produk tekstil (TPT). Jateng, merupakan gudangnya TPT.

Ganjar coba ikut memikirkan konsekuensi dari kemajuan industri 4.0 tersebut, dengan melakukan pendekatan kemanusiaan. Menurutnya, yang terpenting adalah hubungan antara pengusaha dan pekerjanya tetap terjalin dan tidak menimbulkan gejolak karena adanya PHK masal.

Menurutnya, di Jateng bukan hanya industri tekstil saja yang padat karya. Banyak juga perusahaan rokok yang punya ribuan buruh. Dan perusahaan itu tetap merekrut buruh sebagai pelinting rokok. Tidak menggunakan mesin pelinting otomatis.

“Sekarang kita masuk di industri 4.0, ramelah semua. Saya tanya, ayo siapa yang mau ganti dengan otomasi? Ternyata tidak ada meski Djarum sudah melakukannya dengan Djarum Oase. Tapi yang buruh lintingnya dipegang karena ini kemanusiaan yang adil dan beradabnya berjalan,” ujarnya, Senin (7/5).

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi mengaku belum memikirkan mengenai mekanisasi. Meski diakui, ada salah satu perusahaan rokok terbesar di provinsi ini sudah menerapkan teknologi moderen. “Tapi kami tetap berusaha memanfaatkan buruh. Di industri rokok, pekerja atau buruh kasar yang bertugas meracik rokok lintingan tetap dipertahankan,” tegasnya. (amh/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here