33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Tekan Pengangguran, Perbanyak Job Fair

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terus melakukan upaya dan inovasi untuk menekan angka pengangguran di Jateng. Seiring semakin kompleks dan beratnya tantangan dunia kerja di tengah revolusi industri jilid IV (Industry 4.0). Masa ini ditandai dengan digitalisasi, mekanisasi, otomatisasi produk, ecommerce dan penggunaan internet of things.

“Ini tantangan yang berat, jika tak bisa bersaing akan terpinggirkan. Tapi, jika bisa menaklukkan pasti semakin sukses,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Provinsi Jateng, Wika Bintang.

Ia menambahkan, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2017, jumlah angkatan kerja di Jateng 18,01 juta orang. Jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 17,19 juta orang dan jumlah penganggur terbuka sebanyak 0,82 juta atau 4,55 persen. “Jika kita mengacu data itu, jelas masih cukup banyak jumlah angkatan kerja di Jateng yang menganggur. Ini pekerjaan besar yang harus kami selesaikan,” ujarnya.

Salah satu faktor banyaknya yang menganggur, karena keterbatasan informasi dari pencari kerja dan ketersediaan tenaga kerja. Untuk itu, Pemprov Jateng terus melakukan berbagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan di Jateng. Salah satunya dengan pameran kesempatan kerja di Auditorium Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Semarang Selasa – Rabu (8-9/5) mendatang.

Setidaknya, 40 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, ikut dalam kegiatan job fair tersebut. Mulai pedagangan, industri manufaktur, perhotelan, jasa telekomunikasi, pembangkit listrik, berbankan, jasa ekspedisi dan sejumlah bidang lainnya. “Kegiatan job fair rutin diadakan setiap tahun. Hal itu sebagai salah satu langkah untuk menurunkan angka pengangguran di Jateng,” tambahnya.

Selain Industry 4.0, permasalahan klasik adalah tidak adanya link and match antara pendidikan dengan pasar kerja. Kondisi ini diperparah masih banyaknya perusahaan yang lebih mengedepankan pengalaman kerja, padahal tidak sedikit yang baru lulus pendidikan. “2018 ini, kami sudah menjalankan pameran kesempatan kerja 25 kali di seluruh wilayah Jateng. Harapannya agar masyarakat mengatahui dan bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan skill masing-masing,” tambah Wika Bintang. (fth/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pecinta KA Edukasi Masyarakat, Agar Tak Lempar Batu

Komunitas pecinta transportasi memiliki peranan penting dalam membangun budaya tertib berlalulintas secara aman dan nyaman. Mereka adalah komunitas percinta kereta api, pecinta pesawat terbang...

Diduga KDRT, Anggota DPRD Jateng Dipolisikan

SEMARANG- Seorang anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah berinisial FY, 40, warga Jalan Durian Raya, Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik dilaporkan ke Polrestabes Semarang. Pelaporan ini...

Apakah Trigonometri Digunakan Pada Tata Boga?

RADARSEMARANG.COM - APA hubungan antara trigonometri dan ilmu tata boga? Lantas, kenapa pada kurikulum SMK program keahlian tata boga dalam mata pelajaran Matematika, terdapat...

Kejati Kekeh Rekomendasi Sesuai Prosedur

SEMARANG-Sedikitnya ada 60 bukti diajukan Kapolda dan Kajati Jateng sebagai termohon I dan II dalam perkara gugatan praperadilan yang diajukan bos Hotel Baron Indah...

Abdul Wachid Bantu Air Bersih di Demak

DEMAK - Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Abdul Wachid, tahun ini kembali mengirim air bersih ke beberapa desa yang mengalami kekeringan. Abdul Wachid...

Tumbuhkan Rasa Cinta Kesenian Tradisional

KENDAL— Di era digital, kesenian tradisional kian ditinggalkan. Banyak anak yang lebih memilih bermain gadget. Sebagai usaha menguri-uri dan melestarikan kesenian tradisional di kalangan...