33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Tangkap Fenomena Pertanian Melalui Sutas

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah akan melaksanakan Survei Usaha Pertanian Antar Sensus (SUTAS) tahun 2018. Hal tersebut guna mengetahui data pertanian yang lebih rinci guna mendukung pengambilan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tepat.

Kelala BPS Jateng, Margo Yuwono mengatakan, sensus pertanian kali terakhir di lakukan pada tahun 2013 lalu dan baru akan dilakukan kembali pada tahun 2023 mendatang. Rentang 10 tahun menurutnya terlalu lama, karena data-data rinci terkait perkembangan pertanian saat ini juga sangat dibutuhkan.

“Jika menunggu sensus masih tahun 2023. Karena itu diadakan Sutas. Diharapkan kita dapat menangkap fenomena pertanian saat ini,” ujarnya di sela sosialisasi Sutas, baru-baru ini.

Terkait hal tersebut, ia mengakui terdapat sedikit kendala. Di antaranya dalam melakukan survei BPS dibatasi oleh metodologi dan beberapa teknis lainnya demi keakuratan data. Hal ini mengakibatnya banyak bahasa teknis di questioner yang sulit dipahami oleh responden. Karena itu, pihaknya melakukan pelatihan kepada petugas survei di lapangan, agar dapat mengomunikasikan dengan baik terkait hal tersebut.

“Selain petugas, kami juga tetap melakukan sosialisasi kepada responden agar mau disurvei dan memberikan jawaban yang sesuai. Karena kalau yang dikumpulkan berupa data sampah, maka hasilnya juga sampah. Padahal kita memerlukan data tersebut, salah satunya untuk mengambil kebijakan ke depan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil sensus BPS periode 2003 hingga 2013 lalu, jumlah petani mengalami penurunan sebanyak 1,5 juta rumah tangga. Hal tersebut menurutnya karena kian banyak pilihan lapangan kerja dengan tawaran imbalan yang dinilai lebih baik. Sehingga pertanian dianggap tidak lagi menarik. “Dengan Sutas ini kita ingin lihat apakah tren tersebut masih berlanjut selama lima tahun ini (2013 -2018),” ujarnya. (dna/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ritel Busana Muslim Stagnan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kondisi ritel busana muslim pada Lebaran tahun 2018 ini cenderung stagnan, bahkan terbilang kurang bagus. Hal ini karena kondisi perekonomian secara nasional yang...

Menjadi Guru Bahasa Jawa Zaman Now

RADARSEMARANG.COM - SISWA yang lahir pada masa kini (zaman now) merupakan generasi yang sangat melek dengan teknologi. Mereka hidup pada abad yang penuh gejolak...

Smartfren Terus Perkuat Pasar Jateng

SEMARANG - Smartfren kembali memperkuat pasarnya dengan meluncurkan 3 device baru. Yakni Andomax L, Andromax B dan MiFi Andromax M3S LTE CAT4 yang berkerjasama...

Kirab Budaya Sambut Tahun Baru Islam

MERTOYUDAN—Kirab budaya keliling desa pada Rabu (20/9) malam, menandai Tahun Baru Islam 1 Muharram. Kirab diikuti warga Dusun Nepak 2, Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan,...

Pemadaman Terkendala Aliran Listrik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebuah pabrik styrofoam yang berlokasi di Lingkungan Idustri Kaligawe (LIK), Kecamatan Genuk, ludes terbakar, Rabu (18/7). Pabrik dan gudang tersebut milik  CV...

Gangguan Haid Gejala Awal Infertilitas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Wanita harus mewaspadai risiko infertilitas yang disebabkan oleh gangguan haid. Sebab, salah satu gejala infertilitas adalah menstruasi yang tidak teratur. Infertilitas sendiri merupakan...