33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Relokasi Pedagang Pasar Kobong Jangan Dipaksakan

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemkot Semarang diminta untuk berhati-hati dalam relokasi pedagang Pasar Rejomulyo Lama (Pasar Kobong) ke Pasar Rejomulyo Baru Semarang. Sebab, jika tak diantisipasi justru akan memicu tumbuhnya angka kemiskinan di Jateng. Apalagi, beberapa pedagang sudah mengeluh adanya penurunan omzet penjualan yang signifikan.

Ketua Paguyuban Pedagang Ikan Basah dan Pindang (PIPB) Pasar Kobong, Pranowo, mengatakan, merosotnya omzet saat ini disebabkan turunnya jumlah transaksi pedagang dari luar kota. Seperti Solo, Magelang dan Jogjakarta. Alasannya, mereka ada yang tak datang ke pasar, karena takut tak ada stok barang dan merugi.

“Ontran-ontran relokasi membuat banyak pedagang resah, dan pasokan juga tak seperti biasanya,” keluhnya saat  dikunjungi anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto, kemarin.

Ia menambahkan, jika relokasi dipaksakan jelas akan menurunkan omzet penjualan. Sebab, Pasar Rejomulyo Baru lahan parkir untuk proses bongkar muat ikan sempit. Padahal dalam semalam, di Pasar Kobong, setidaknya ada 250 transaksi yang membutuhkan proses cepat. Ia meminta Pemkot Semarang bisa menerima masukan agar pedagang tak dirugikan. “Relokasi tidak masalah asalkan lokasi baru bisa menunjang proses jual beli dengan maksimal. Jika seperti sekarang, pedagang yang dirugikan,” tambahnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto, meminta pemkot berhati-hati dalam melakukan relokasi pedagang. Jika memang kondisi Pasar Rejomulyo Baru belum sesuai, maka mestinya jangan dipaksakan. “Pemkot harus duduk bersama dengan pedagang, dan mau menerima masukan. Jika tidak, kasihan pedagang, akan banyak yang rugi,” katanya.

Ia mengaku, mendapatkan berbagai masukan dan keluhan dari masyarakat. Jika melihat kondisi di lapangan, ia meminta agar relokasi ditunda untuk sementara waktu.  Sebab, jika dipaksakan relokasi, sementara lokasi baru belum sesuai, bisa menurunkan omzet dan memicu pengangguran serta kemiskinan baru.

“Tempat dan fasilitas harus dilengkapi agar tidak mempengaruhi penjualan pedagang. Apalagi mereka hanya mengandalkan dari hasil itu untuk menafkahi keluarganya,” ujarnya. (fth/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Bantuan PDAM Naik 10 Persen

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - PDAM Kota Salatiga menyerahkan bantuan 1800 kg beras dan 132 dus mie instan dan tali asih kepada 200 orang pengemudi becak...

Wushu Berharap Sukses Ganda

SEMARANG -  Jateng menginginkan sukses ganda, yaitu sukses penyelenggaraan dan prestasi dalam eksibisi wushu Popnas dan Kejurnas Wushu Junior 201 yang akan berlangsung di...

Dorong Prioritas Pembangunan dan Tingkatkan Capaian Kinerja

RADARSEMARANG.COM - DPRD Kabupaten Magelang membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah 2017. Pembahasan di tingkat pansus masih terus...

Kenalkan Lubang Sewu Melalui Lari Wisata

WONOSOBO - Tak kurang dari 1.000 pelari mengikuti lomba lari wisata sejauh 9 kilometer dalam Festival Lubang Sewu 2017, Sabtu (7/10). Kepala Dinas Pariwisata dan...

Dua Situs Sejarah Dibiarkan Rusak

UNGARAN–Dua situs bersejarah yaitu Yoni dan Lapik Arca yang ada di Desa Pagersari Kecamatan Bergas dibiarkan rusak dan tidak terurus. Kedua situs tersebut dibiarkan...

OSIS SMK Teuku Umar Bagikan 200 Bingkisan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sejumlah guru dan pengurus OSIS SMK Teuku Umar Semarang menggelar bakti sosial dengan membagi-bagikan sembako kepada masyarakat, Senin (7/5) kemarin. Sebanyak 200 bingkisan...