SERIUS – Masyarakat Pekalongan diajak diskusi tentang investasi dan jasa otoritas keuangan oleh OJK Perwakilan Tegal dan anggota DPR RI Komisi XI Prof Dr Hendrawan Supratikno. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SERIUS – Masyarakat Pekalongan diajak diskusi tentang investasi dan jasa otoritas keuangan oleh OJK Perwakilan Tegal dan anggota DPR RI Komisi XI Prof Dr Hendrawan Supratikno. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Iklim ekonomi yang semakin menantang, membuat banyak orang ingin cepat sukses. Sehingga tawaran investasi menggiurkan banyak membuat orang tertarik. Untuk itu, agar masyarakat terhindar dari investasi bodong atau fiktif, Pemerintah Kota Pekalongan bersama Citra Institute, Otoritas Jasa Keuangan Tegal dan anggota DPR RI Komisi XI Prof Dr Hendrawan Supratikno menggelar seminar dan diskusi dengan tema “Optimalisasi Pengawasan Industri Jasa Keuangan” di Hotel Horison Kota Pekalongan, Jumat malam (4/4/2018).

“Di zaman sekarang kita harus memilih bisnis dan investasi yang realistis, jangan tergiur investasi bodong, enak di awal tiba-tiba blong,” ucap Wali Kota Pekalongan H Saelany Machfudz, saat membuka seminar.

Bahkan kata wali kota, banyak korban investasi bodong, bukan saja warga yang memiliki pendidikan rendah, kini semua orang juga kena. Dari yang rendah hingga orang berpendidikan tinggi, aparat hingga pejabat pun kena tipu.

Dalam seminar kemarin, mendatangkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Tegal Ludi Arianto, tenaga ahli anggota DPR RI Heriyono Tarjono dan anggota DPR RI Komisi XI Prof Dr Hendrawan Supratikno.

Prof Dr Hendrawan Supratikno dalam paparannya mengingatkan bahwa rakyat miskin dan terbelakang sering jadi korban ekonomi. Dari yang tidak punya uang, hingga punya uang tapi ditipu investasi bodong.

Sementara Kepala OJK Perwakilan Tegal Ludi Arianto mengingatkan agar masyarakat yang ingin berinvestasi harus paham produk investasi. Kemudian meneliti dan kenali badan hukum perusahaan yang menyalurkan produk investasi.

“Bagi yang masih ragu dan takut investasi tertentu, bisa tanya ke kami, apakah lembaga yang dimaksud aman atau tidak, agar lebih berhati-hati memilih investasi,” tuturnya lagi. (han/lis)