32 C
Semarang
Rabu, 23 Juni 2021

Gerindra Bawa Persoalan ke Komisi III

Soal Polisi Bersenjata Datangi Gerindra

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Partai Gerindra secara kelembagaan tetap akan meminta pertanggungjawaban Polri, terkait kedatangan aparat kepolisian bersenjata laras panjang ke kantor DPC Gerindra Kota Semarang. Gerindra menilai kedatangan aparat kepolisian tersebut sebagai bentuk intimidasi.

Hal tersebut terungkap dalam konferensi pers yang dilaksanakan di kantor DPD Gerindra Jateng, Minggu malam (6/5), bersama Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon; kader Gerindra, Ahmad Dhani; Ketua DPD Gerindra Jateng, Abdul Wahid; dan Sekretaris Gerindra Jateng, Sriyanto dan Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Sigit Ibnugroho.

“Kami menolak patroli seperti itu. Sebab, dalam institusi demokrasi, polisi bersenjata laras panjang memasuki kantor lembaga kami, itu bentuk intimidasi. Karena itulah, Pak Fadli Zon akan membawa kasus tersebut ke Komisi III DPR RI untuk meminta pertanggungjawaban,” tandas Sriyanto.

Kalaupun hendak mempersoalkan kaso #2019 Ganti Presiden, jelasnya, tidak ada yang dilanggar. Kalaupun ada kader yang menggunakan kao itu, tetap  konstitusional. “Kalaupun ada kader yang punya kaos #2019 Ganti Presiden di car free day (CFD), juga tak ada melanggar,” tandasnya.

Terkait Sigit Ibnugroho yang meminta maaf kepada polisi, tandas Sriyanto, itu urusan pribadi Sigit. Tidak mewakili sikap secara kepartaian Gerindra. “Secara institusi kelembagaan, Gerindra tetap mempersoalkan. Kami menolak patroli seperti itu. Apalagi Pilgub Jateng tetap kondusif,” tandasnya.

Sementara itu, Sigit siangnya menggelar konferensi pers didampingi Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji beserta Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triadmaja, termasuk Kasat Brimob Polda Jateng Kombes Pol Tory K di Mapolrestabes Semarang, Minggu (6/5) kemarin.

Sigit menganggap kegiatan aparat kepolisian itu hal biasa. “Staf kami yang menyampaikan informasi tidak tepat kepada diri saya, sehingga menyebabkan sesuatu yang tidak nyaman. Saya dari DPC Gerindra menyampaikan permohonan maaf, atas ketidaknyamanan pemberitaan di media sosial terhadap bapak-bapak dari kepolisian, terutama jajaran Polrestabes Semarang dan Brimob,” ungkap Sigit, Minggu (6/5) kemarin.

Terkait beredarnya surat Panitia Seleksi (Pansel) Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) Partai Gerinda Kota Semarang perihal Instruksi pengerahan massa mengenakan kaos #2019 Ganti Presiden di acara CFD Simpanglima, Sigit menegaskan hal itu adalah hoax. “Itu cuma hoax,” tegasnya.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan kegiatan yang dilakukan anggota Brimob Jateng memang patroli biasa ke beberapa Kantor DPC, KPU, kemudian Panwaslu, dan kediaman calon dalam rangka membuat situasi aman, tertib, damai dan kondusif. Menanggapi terkait kaos #2019 Ganti Presiden, Abioso mengatakan tidak mempermasalahkan dan tidak ada larangan. “Tidak ada, kaos kan tidak bisa dipersalahkan. Orang mau membagi-bagikan kaos kan ya monggo-monggo saja. Misalkan orang kalau memperjualbelikan kaos, kalau laku ya Alhamdulillah, gak laku juga tidak masalah bagi kami. Artinya tidak perlu diperpanjang lagi beredarnya sebuah kaos,” harapnya. (mha/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here