60 Persen Jalan di Kabupaten Batang Rusak

  • Bagikan
PEMBANGUNAN – Pemda Batang bertahap muali melakukan perbaikan jalan, salah satunya di ruas jalan Dr Wahidin dan beberap rua jalan di dalam kota lainnya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PEMBANGUNAN – Pemda Batang bertahap muali melakukan perbaikan jalan, salah satunya di ruas jalan Dr Wahidin dan beberap rua jalan di dalam kota lainnya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Ini menyedihkan. Di saat Pemprov Jateng menggalakkan program jalan di Jateng tanpa lubang, ternyata kondisi di Kabupaten Batang memprihatinkan. Sebab, hampir 60 persen jalan di wilayah ini rusak.  Pemkab Batang sendiri tidak bisa berbuat banyak. Sebab, anggaran untuk perbaikan terbatas. Alhasil, untuk 2018 ini  belum semua jalan yang rusak diperbaiki.

“Jalan rusak akan kita perbaiki semua. Tapi untuk tahun ini, fokus perbaikan masih jalan di dalam Kota Batang. Baru tahun depan, kita perbaiki jalan kecamatan yang  menjadi prioritas. Untuk perbaikan jalan desa, bisa menggunakan dana desa,” ujar Bupati Batang, Wihaji, Minggu (6/5).

Dikatakan, Pemkab Batang sudah menargetkan perbaikan 10 ruas jalan utama, yang ditargetkan selesai sebelum Lebaran 2018. Dana yang digunakan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018.

“Pemkab telah menyiapkan alokasi anggaran perbaikan 10 ruas jalan senilai Rp 11 miliar,” ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Batang, Ketut Mariadji.

Jalan utama yang segera diperbaiki memang hampir semua  berada di dalam Kota Batang. Di antaranya, ruas Jalan Achmad Dahlan, Jalan Lingkar Alun-Alun Batang, Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Jalan Wahidin, Jalan Sutomo, Gajah Mada, Jalan Seturi Klidang, Jalan Suprapto, Jalan Wachid Hasyim, dan Jalan Depok Pantai Sigandu.

Pada program perbaikan jalan rusak itu, pemkab juga menerima dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 16,8 miliar untuk pembangunan tiga titik ruas jalan, yakni Jalan Pandansari-Warungasem yang diperkirakan mencapai Rp 4,1 miliar, Jalan Letjen Soetoyo Rp 5,1 miliar, dan Jembatan Prigi Kecamatan Subah Rp7,6 miliar.

Dia mengatakan, perbaikan jalan yang menggunakan anggaran DAK itu ditergetkan selesai sebulan setelah Lebaran mendatang. “Pada 2018 ini, kami memfokuskan pembangunan dan perbaikan jalan. Setelah itu, pada tahun depan atau 2019, program pembangunan lebih difokuskan pada perbaikan trotoar jalan,” katanya. (han/aro)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *