33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

Strategi Pengembangan Pengelolaan Laboratorium di Sekolah

Another

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

RADARSEMARANG.COM – DALAM pembelajaran inkuiri siswa dilatih untuk mengembangkan keterampilan ilmiah, misalnya mengamati, mengumpulkan data, mengajukan pertanyaan, menyusun hipotesis, merancang eksperimen, maupun menarik kesimpulan. Dengan demikian, pembelajaran inkuiri tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan eksperimen. Bidang sains khususnya IPA (fisika, kimia dan biologi) sangat cocok untuk diajarkan dengan cara melalui pembelajaran inkuiri.

Peran penting suatu laboratorium sebagai sarana belajar mengeksplorasi pengetahuan yang didapatkan melalui kegiatan eksperimen. Laboratorium merupakan sumber belajar yang efektif untuk mencapai kompetensi yang diharapkan bagi siswa. Bahkan sebenarnya laboratorium memiliki multifungsi untuk tercapainya kompetensi ilmiah bagi siswa. Laboratorium sangat diperlukan untuk mendukung keefektifan pelaksanaan proses pembelajaran dalam hal ini  sebagai sarana belajar, sebagai media, serta sekaligus sebagai sumber belajar. Selain itu, laboratorium juga dapat didayagunakan secara lebih luas untuk melakukan eksplorasi pengetahuan dan keterampilan siswa melalui kegiatan penelitian.

Agar kesinambungan dan daya guna laboratorium dapat dipertahankan, laboratorium perlu dikelola secara baik. Dalam kenyataannya, berdasarkan hasil pemantauan Direktorat Pendidikan Menengah Umum dan Inspektorat Jenderal diperoleh informasi bahwa masih banyak laboratorium sekolah yang belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Bahkan pengelolaan dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar belum optimal atau ada yang belum digunakan sama sekali, serta masih banyak sekolah yang memiliki keterbatasan fasisilitas laboratorium. Sehingga hal ini menjadi kendala dalam pelaksanaan praktikum di sekolah (Anonim, 2003).

Kurangnya perhatian pengelolaan laboratorium, baik pemenuhan alat dan bahan praktik menyebabkan minimnya pengetahuan siswa tentang pelajaran yang diterima dalam kelas. Siswa hanya sebatas mengetahui teori, tanpa mengerti praktik secara ilmiah.

Pada dasarnya pengelolaan laboratorium merupakan tanggungjawab bersama, baik pengelola maupun pengguna. Oleh karena itu, setiap orang yang terlibat harus memiliki kesadaran dan merasa terpanggil untuk mengatur, memelihara, dan mengusahakan keselamatan kerja. Mengatur dan memelihara laboratorium merupakan upaya agar laboratorium selalu tetap berfungsi sebagaimana mestinya sehingga diperlukan usaha dari pihak terkait untuk memberdayakan dan mengaktifkan kembali fungsi laboratorium secara optimal di sekolah-sekolah demi meningkatkan mutu pendidikan.

Untuk  pengembangan pengelolaan laboratorium  memerlukan strategi yang tepat yang tertuang dalam rencana strategis (renstra). Langkah-langkah pengembangan pengelolaan laboratorium  di sekolah sebagai berikut. Pertama, potensi dan masalah. Pada bagian ini mengidentifikasi mengenai potensi atau kekuatan sekolah dan kelemahan atau masalah yang dihadapi oleh sekolah.

Kedua, mengumpulkan informasi.  Setelah potensi dan masalah yang dimiliki sekolah diketahui, selanjutnya dilakukan pengumpulan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk dalam bentuk draf rencana strategis yang diharapkan dapat digunakan untuk mengembangkan pengelolaan laboratorium di sekolah.

Dalam pengumpulan informasi dilakukan analisis SWOT untuk mengidentifîkasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan acaman untuk strategi pengembangan pengelolaan laboratorium yang berdasarkan pada hasil FGD.

Ketiga, desain produk. Desain produk dikembangkan dari hasil analisis SWOT yang dilakukan dengan menganalisis faktor internal dan faktor eksternal sekolah guna merumuskan dan menyusun strategi-strategi agresif yang digunakan untuk mengembangkan pengelolaan laboratorium di sekolah.

Keempat, validasi desain produk dan perbaikan desain produk. Produk berupa rencana strategis yang telah disusun kemudian divalidasi oleh pakar. Dari hasil validasi digunakan perbaikan desain produk, kemudian desain produk yang sudah diperbaiki dikoordinasikan dengan kepala sekolah untuk dilakukan pembahasan mendalam bersama seluruh warga sekolah.

Jika semua sepakat, maka renstra akan diujicobakan, sehingga dapat diketahui tingkat keberhasilan dan keefektifan dari strategi yang sudah dibuat. Umpan balik dari lapangan selanjutnya akan digunakan sebagai kajian lebih lanjut, sehingga produk benar-benar dapat dilaksanakan dan mampu memberikan solusi permasalahan di lapangan. (tj3/2/aro)

Guru Biologi SMA Negeri 1 Boja Kendal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

More Articles Like This

Must Read

Membangun Karakter Anak Didik ala Burung Merpati

RADARSEMARANG.COM - HAMPIR setiap hari kita mendengar berita, baik melalui televisi, surat kabar, maupun medsos tentang kenakalan remaja. Pelakunya masih berstatus pelajar. Mereka melakukan...

Atlet Ribuan, Tapi Minim Kejuaraan Taekwondo

SEMARANG – Perkembangan olahraga taekwondo di Kota Semarang sangat pesat. Saat ini jumlah atlet taekwondo di Kota Lunpia ini berjumlah ribuan. Hal tersebut bisa...

Kesasar ke Masjid di San Antonio 

Saya terbiasa minta tolong Google. Untuk mencari masjid terdekat. Google itu Islam. Ngerti kata masjid. Tidak harus ditulis mosque. Dia itu juga Kristen. Juga...

BPJS Kesehatan Cover 2 Juta Jiwa

SEMARANG - Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang digulirkan sejak 2014 lalu, tahun ini terus mengalami perkembangan. Dari data yang ada saat...

1000 Anak Yatim Terima Santunan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 1000 anak yatim menerima santunan dari SMA Kesatrian 1 Semarang. Kegiatan yang telah menjadi tradisi di SMA Kesatrian 1 Semarang...

Beri Informasi Rekam Jejak CHA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Empat hakim di pengadilan Semarang lolos seleksi administrasi calon hakim agung (CHA) di Komisi Yudisial (KY). Seleksi hakim ini dilakukan untuk...